Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabiddokkes Polda Kaltim sampaikan hasil rekonsiliasi identifikasi tiga korban meninggal dunia dalam insiden Kapal Feri Dharma Kartika IX, Selasa (27/1/2026). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan menyampaikan hasil rekonsiliasi identifikasi tiga korban meninggal dunia dalam insiden Kapal Feri Dharma Kartika IX yang mengalami kemiringan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026) pagi.
Hasil tersebut disampaikan oleh Plh Karumkit Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, AKBP I Made Suanda Menara, yang mewakili Kabiddokkes Polda Kalimantan Timur, di Rumah Saki usai pemeriksaan.
“Pertama-tama, terlebih dahulu kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya para korban dalam insiden tersebut,” ucap AKBP I Made kepada awak media.
Dikatakan, berkat kerja sama tim DVI Polda Kaltim, Inafis Polresta Balikpapan, serta Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara, tiga korban berhasil diidentifikasi berdasarkan pencocokan data antemortem dan postmortem, termasuk data primer dan sekunder.
“Korban pertama teridentifikasi atas nama Idam Rapi (51). Identifikasi dilakukan melalui data primer berupa sidik jari, yang dinyatakan sesuai oleh tim Inafis,” lanjutnya.
Kemudian untuk korban kedua adalah Nur Lina (41). Identitas korban dipastikan melalui temuan klinis, properti yang dikenakan, serta data primer berupa sidik jari yang sesuai dengan data Inafis.
Sementara korban ketiga, Nina (64), teridentifikasi melalui temuan klinis dan data sekunder antemortem, yakni tanda tahilalat di dahi, serta pencocokan properti dan sidik jari sebagai data primer.
“Ketiga korban tersebut telah teridentifikasi dengan hasil yang sesuai,” terangnya.
Terkait asal korban, dua korban perempuan diketahui memiliki KTP Sulawesi Selatan, sementara satu korban laki-laki berasal dari Kabupaten Berau, Kaltim.
Mengenai penyebab kematian, pihak Rumah Sakit Bhayangkara menyatakan hanya melakukan pemeriksaan luar dan tidak melakukan autopsi terhadap jenazah.
“Namun, diduga kuat korban meninggal dunia akibat tertindas muatan berat saat insiden kapal feri tersebut terjadi,” tuturnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabiddokkes Polda Kaltim sampaikan hasil rekonsiliasi identifikasi tiga korban meninggal dunia dalam insiden Kapal Feri Dharma Kartika IX, Selasa (27/1/2026). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan menyampaikan hasil rekonsiliasi identifikasi tiga korban meninggal dunia dalam insiden Kapal Feri Dharma Kartika IX yang mengalami kemiringan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026) pagi.
Hasil tersebut disampaikan oleh Plh Karumkit Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, AKBP I Made Suanda Menara, yang mewakili Kabiddokkes Polda Kalimantan Timur, di Rumah Saki usai pemeriksaan.
“Pertama-tama, terlebih dahulu kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya para korban dalam insiden tersebut,” ucap AKBP I Made kepada awak media.
Dikatakan, berkat kerja sama tim DVI Polda Kaltim, Inafis Polresta Balikpapan, serta Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara, tiga korban berhasil diidentifikasi berdasarkan pencocokan data antemortem dan postmortem, termasuk data primer dan sekunder.
“Korban pertama teridentifikasi atas nama Idam Rapi (51). Identifikasi dilakukan melalui data primer berupa sidik jari, yang dinyatakan sesuai oleh tim Inafis,” lanjutnya.
Kemudian untuk korban kedua adalah Nur Lina (41). Identitas korban dipastikan melalui temuan klinis, properti yang dikenakan, serta data primer berupa sidik jari yang sesuai dengan data Inafis.
Sementara korban ketiga, Nina (64), teridentifikasi melalui temuan klinis dan data sekunder antemortem, yakni tanda tahilalat di dahi, serta pencocokan properti dan sidik jari sebagai data primer.
“Ketiga korban tersebut telah teridentifikasi dengan hasil yang sesuai,” terangnya.
Terkait asal korban, dua korban perempuan diketahui memiliki KTP Sulawesi Selatan, sementara satu korban laki-laki berasal dari Kabupaten Berau, Kaltim.
Mengenai penyebab kematian, pihak Rumah Sakit Bhayangkara menyatakan hanya melakukan pemeriksaan luar dan tidak melakukan autopsi terhadap jenazah.
“Namun, diduga kuat korban meninggal dunia akibat tertindas muatan berat saat insiden kapal feri tersebut terjadi,” tuturnya.
(Sf/Rs)