Seputar Kaltim

    Tiga Kelas Terbakar, SDN 021 Kendarom Gunakan Perpustakaan untuk Belajar

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    22 Juli 2025 pukul 11:44 WITA

    Kepala Disdikbud Paser, M Yunus Syam (foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Sekolah Dasar Negri (SDN) 021 Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro tetap melaksanakan proses belajar mengajar usai dilanda kebakaran yang menghanguskan tiga ruang kelas dan satu gudang. 

    Diketahui insiden kebakaran menimpa SDN 021 Desa Kendarom pada Minggu (20/7/2025) lalu. Walau demikian, peristiwa itu tak menyurutkan proses belajar mengajar. 

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser, M Yunus Syam menyebut proses pembelajaran untuk murid tetap berjalan dan dipindahkan sementara ke perpustakaan. 

    "Proses pembelajarannya sementara akan menggunakan perpustakaan dan kelas yang disekat," katanya, Selasa (22/7/2025).

    Kelas I akan menggunakan perpustakaan, kelas II dan III menggunakan ruang kelas yang disekat, mengingat jumlah murid di dua kelas ini lebih sedikit.

    Pihak Disdikbud Paser berencana membangun satu ruang kelas menggunakan APBD murni 2025. Kemudian atu ruang kelas lainnya akan dibuatkan perencanaan pada APBD perubahan untuk bisa dibangun tahun ini. 

    "Paling banyak itu murid kelas I, jumlahnya 13 orang, kelas II dan III hanya sembilan orang," tambahnya.

    Ia menambahkan bangunan yang ada merupakan terbilang tua karena telah dibangun cukup lama sekitar 1980an.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Tiga Kelas Terbakar, SDN 021 Kendarom Gunakan Perpustakaan untuk Belajar

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    22 Juli 2025 pukul 11:44 WITA

    Kepala Disdikbud Paser, M Yunus Syam (foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Sekolah Dasar Negri (SDN) 021 Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro tetap melaksanakan proses belajar mengajar usai dilanda kebakaran yang menghanguskan tiga ruang kelas dan satu gudang. 

    Diketahui insiden kebakaran menimpa SDN 021 Desa Kendarom pada Minggu (20/7/2025) lalu. Walau demikian, peristiwa itu tak menyurutkan proses belajar mengajar. 

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser, M Yunus Syam menyebut proses pembelajaran untuk murid tetap berjalan dan dipindahkan sementara ke perpustakaan. 

    "Proses pembelajarannya sementara akan menggunakan perpustakaan dan kelas yang disekat," katanya, Selasa (22/7/2025).

    Kelas I akan menggunakan perpustakaan, kelas II dan III menggunakan ruang kelas yang disekat, mengingat jumlah murid di dua kelas ini lebih sedikit.

    Pihak Disdikbud Paser berencana membangun satu ruang kelas menggunakan APBD murni 2025. Kemudian atu ruang kelas lainnya akan dibuatkan perencanaan pada APBD perubahan untuk bisa dibangun tahun ini. 

    "Paling banyak itu murid kelas I, jumlahnya 13 orang, kelas II dan III hanya sembilan orang," tambahnya.

    Ia menambahkan bangunan yang ada merupakan terbilang tua karena telah dibangun cukup lama sekitar 1980an.

    (Sf/Lo)