Seputar Kaltim

    Tiga Bulan, 225 Titik Karhutla di PPU Dipadamkan, Armada Damkar Kerap Tak Bisa Masuk Lokasi

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 15:52 WITA

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 225 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dipadamkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang Juli-September 2026.

    Frekuensi kebakaran cukup tinggi. Dalam sehari, petugas bisa menangani lima hingga tujuh titik yang tersebar di empat kecamatan.

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, mengatakan tingginya kejadian membuat petugas harus bergerak cepat dari satu lokasi ke lokasi lain. Persoalan lain muncul saat titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan.

    "Sehari itu bisa lima sampai tujuh titik. Kalau dihitung seminggu, bisa sekitar 35 kejadian. Lokasinya tersebar di empat kecamatan," kata Fernando, Rabu (7/10/2026).

    Medan yang dihadapi petugas juga beragam, mulai dari rawa, lahan gambut hingga semak belukar. Kondisi tersebut membuat armada tidak selalu bisa mendekati titik api.

    "Ada akses yang tidak bisa dilalui armada sehingga personel harus turun dan berjalan kaki sampai ke lokasi. Jadi memang medan sangat menentukan pergerakan kita di lapangan," ujarnya.

    DPKP PPU saat ini memiliki 25 armada pemadam yang harus dibagi untuk menjangkau berbagai titik kejadian. Kecamatan Penajam masih menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, meski karhutla juga terjadi di tiga kecamatan lainnya.

    "Penajam masih paling banyak. Tapi bukan berarti kecamatan lain aman, semua wilayah tetap ada kejadian," katanya.

    Tingginya aktivitas pemadaman juga membuat dukungan Belanja Tidak Terduga (BTT) dibutuhkan untuk menopang operasional petugas di lapangan.

    "Tanpa dukungan BTT, operasional akan lebih berat. Selama ini BTT cukup membantu, terutama untuk kebutuhan kita saat menangani kejadian di lapangan," kata Fernando.

    Ia menyebut ancaman karhutla diperkirakan masih berlangsung hingga Januari berdasarkan prediksi BMKG. DPKP tetap bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan kejadian, meski berharap kondisi tersebut tidak berlanjut sepanjang periode tersebut.

    "Kita harapnya tidak sampai Januari. Tapi melihat frekuensi kejadian sekarang cukup tinggi, kita tetap harus siap kalau kondisi ini masih berlanjut," ujarnya.

    Untuk menjangkau seluruh wilayah, DPKP PPU mengoperasikan delapan pos pemadam. Pelayanan juga mencakup wilayah Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang masih berada dalam cakupan administratif PPU.

    "Secara administratif wilayahnya masih masuk PPU, jadi kita tetap bantu cover. Apalagi armada mereka juga masih terbatas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tiga Bulan, 225 Titik Karhutla di PPU Dipadamkan, Armada Damkar Kerap Tak Bisa Masuk Lokasi

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 15:52 WITA

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 225 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dipadamkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang Juli-September 2026.

    Frekuensi kebakaran cukup tinggi. Dalam sehari, petugas bisa menangani lima hingga tujuh titik yang tersebar di empat kecamatan.

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, mengatakan tingginya kejadian membuat petugas harus bergerak cepat dari satu lokasi ke lokasi lain. Persoalan lain muncul saat titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan.

    "Sehari itu bisa lima sampai tujuh titik. Kalau dihitung seminggu, bisa sekitar 35 kejadian. Lokasinya tersebar di empat kecamatan," kata Fernando, Rabu (7/10/2026).

    Medan yang dihadapi petugas juga beragam, mulai dari rawa, lahan gambut hingga semak belukar. Kondisi tersebut membuat armada tidak selalu bisa mendekati titik api.

    "Ada akses yang tidak bisa dilalui armada sehingga personel harus turun dan berjalan kaki sampai ke lokasi. Jadi memang medan sangat menentukan pergerakan kita di lapangan," ujarnya.

    DPKP PPU saat ini memiliki 25 armada pemadam yang harus dibagi untuk menjangkau berbagai titik kejadian. Kecamatan Penajam masih menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, meski karhutla juga terjadi di tiga kecamatan lainnya.

    "Penajam masih paling banyak. Tapi bukan berarti kecamatan lain aman, semua wilayah tetap ada kejadian," katanya.

    Tingginya aktivitas pemadaman juga membuat dukungan Belanja Tidak Terduga (BTT) dibutuhkan untuk menopang operasional petugas di lapangan.

    "Tanpa dukungan BTT, operasional akan lebih berat. Selama ini BTT cukup membantu, terutama untuk kebutuhan kita saat menangani kejadian di lapangan," kata Fernando.

    Ia menyebut ancaman karhutla diperkirakan masih berlangsung hingga Januari berdasarkan prediksi BMKG. DPKP tetap bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan kejadian, meski berharap kondisi tersebut tidak berlanjut sepanjang periode tersebut.

    "Kita harapnya tidak sampai Januari. Tapi melihat frekuensi kejadian sekarang cukup tinggi, kita tetap harus siap kalau kondisi ini masih berlanjut," ujarnya.

    Untuk menjangkau seluruh wilayah, DPKP PPU mengoperasikan delapan pos pemadam. Pelayanan juga mencakup wilayah Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang masih berada dalam cakupan administratif PPU.

    "Secara administratif wilayahnya masih masuk PPU, jadi kita tetap bantu cover. Apalagi armada mereka juga masih terbatas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)