Cari disini...
Seputar Kaltim
Reses Anggota DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, di Gang Garuda, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pandi Widiarto menggelar reses di Gang Garuda, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait kondisi infrastruktur lingkungan yang dinilai belum memadai.
Salah satu keluhan utama warga adalah keberadaan tiang listrik di pintu masuk gang yang dinilai mempersempit akses jalan. Warga mengaku persoalan tersebut telah berulang kali diusulkan dalam berbagai kesempatan, namun belum mendapat tindak lanjut.
“Sudah sering kami ajukan, tapi sampai sekarang belum direalisasikan. Kalau hanya dipindah pun belum tentu jadi solusi karena akses tetap sempit,” ujar Yuli.
Warga juga khawatir kondisi tersebut akan menyulitkan kendaraan darurat, khususnya mobil pemadam kebakaran saat terjadi musibah.
“Tidak minta-minta, kalau terjadi kebakaran mobil pemadam tidak bisa masuk ke dalam gang. Ini yang kami khawatirkan,” tambahnya.
Sebagai solusi, warga mengusulkan pembelian lahan di sekitar pintu masuk gang guna memperluas akses tanpa harus mengganggu fasilitas listrik maupun jaringan telekomunikasi.
Selain itu, warga juga menyampaikan keluhan terkait kualitas pembangunan infrastruktur seperti drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal serta jalan yang cepat rusak. Minimnya pengawasan terhadap proyek pembangunan disebut menjadi salah satu penyebab utama.
Selain persoalan infrastruktur, masyarakat mengusulkan bantuan alat pertanian serta dukungan usaha kecil, seperti budi daya ikan dan kebun rumah tangga. Keterbatasan program rumah layak huni dan akses bantuan sosial seperti BPJS juga menjadi perhatian masyarakat.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Pandi Widiarto menegaskan pentingnya peran DPRD sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
“Banyak aspirasi masyarakat yang disampaikan. Ini memang tugas kami untuk mendengar langsung keluhan warga dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah,” kata Pandi.
Ia menyebut masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait kualitas pembangunan yang dinilai belum maksimal.
“Banyak yang memprotes pembangunan yang hanya fokus pada fisik, tapi kurang memperhatikan kualitas. Padahal yang paling penting adalah fungsi dan manfaatnya, terutama soal drainase,” tegasnya.
Pandi juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat. “Komitmen kami tentu terus mengawal aspirasi masyarakat dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya, sehingga masyarakat Kutim bisa hidup sejahtera dan kebutuhannya terpenuhi,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Reses Anggota DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, di Gang Garuda, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pandi Widiarto menggelar reses di Gang Garuda, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait kondisi infrastruktur lingkungan yang dinilai belum memadai.
Salah satu keluhan utama warga adalah keberadaan tiang listrik di pintu masuk gang yang dinilai mempersempit akses jalan. Warga mengaku persoalan tersebut telah berulang kali diusulkan dalam berbagai kesempatan, namun belum mendapat tindak lanjut.
“Sudah sering kami ajukan, tapi sampai sekarang belum direalisasikan. Kalau hanya dipindah pun belum tentu jadi solusi karena akses tetap sempit,” ujar Yuli.
Warga juga khawatir kondisi tersebut akan menyulitkan kendaraan darurat, khususnya mobil pemadam kebakaran saat terjadi musibah.
“Tidak minta-minta, kalau terjadi kebakaran mobil pemadam tidak bisa masuk ke dalam gang. Ini yang kami khawatirkan,” tambahnya.
Sebagai solusi, warga mengusulkan pembelian lahan di sekitar pintu masuk gang guna memperluas akses tanpa harus mengganggu fasilitas listrik maupun jaringan telekomunikasi.
Selain itu, warga juga menyampaikan keluhan terkait kualitas pembangunan infrastruktur seperti drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal serta jalan yang cepat rusak. Minimnya pengawasan terhadap proyek pembangunan disebut menjadi salah satu penyebab utama.
Selain persoalan infrastruktur, masyarakat mengusulkan bantuan alat pertanian serta dukungan usaha kecil, seperti budi daya ikan dan kebun rumah tangga. Keterbatasan program rumah layak huni dan akses bantuan sosial seperti BPJS juga menjadi perhatian masyarakat.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Pandi Widiarto menegaskan pentingnya peran DPRD sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
“Banyak aspirasi masyarakat yang disampaikan. Ini memang tugas kami untuk mendengar langsung keluhan warga dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah,” kata Pandi.
Ia menyebut masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait kualitas pembangunan yang dinilai belum maksimal.
“Banyak yang memprotes pembangunan yang hanya fokus pada fisik, tapi kurang memperhatikan kualitas. Padahal yang paling penting adalah fungsi dan manfaatnya, terutama soal drainase,” tegasnya.
Pandi juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat. “Komitmen kami tentu terus mengawal aspirasi masyarakat dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya, sehingga masyarakat Kutim bisa hidup sejahtera dan kebutuhannya terpenuhi,” tutupnya.
(Sf/Lo)