Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses evakuasi jenazah korban dari rumah kontrakan di Kelurahan Petung. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Warga Gang Serumpun RT 19, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di dalam sebuah kamar indekos , Senin (20/7/2026) sore.
Jenazah ditemukan setelah tetangga mencium aroma menyengat disertai banyak lalat yang keluar dari ventilasi rumah. Laporan kemudian disampaikan ke Pos Polisi Petung sekitar pukul 16.20 Wita.
Kapospol Petung, Lilik Iswahyudi, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Penajam, Polres PPU, dan BPBD untuk melakukan evakuasi.
"Tetangga sebelah kontrakan melapor ke Pospol karena mencium bau tidak sedap dan melihat banyak lalat keluar dari ventilasi," kata Lilik.
Saat pintu kontrakan dibuka, korban ditemukan tergeletak di dekat kamar mandi dengan posisi miring hampir telungkup.
Berdasarkan identitas yang ditemukan, jenazah diidentifikasi sebagai seorang pria berusia sekitar 40 tahun asal Jawa Barat. Pria itu diketahui tinggal seorang diri di tempat yang disewanya tersebut sekitar tujuh bulan terakhir dan bekerja sebagai pedagang sayur di Pasar Petung.
Lilik mengatakan warga tidak mengetahui pasti sejak kapan pria itu tidak terlihat karena aktivitas masing-masing. Dugaan baru muncul setelah tercium bau menyengat dari dalam kamar indekos.
Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang milik pria tersebut, termasuk telepon seluler dan obat-obatan yang ditemukan di lokasi.
Sementara itu, anggota Tim Inafis Polres PPU, Alfis, menyebut hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
"Dugaan sementara korban meninggal karena sakit. Tidak ditemukan tanda kekerasan, kemungkinan korban sudah meninggal sekitar dua hingga tiga hari," ujarnya.
Menurut Alfis, kondisi jenazah mengalami pembengkakan yang masih sesuai proses pembusukan alami. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis di rumah sakit.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses evakuasi jenazah korban dari rumah kontrakan di Kelurahan Petung. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Warga Gang Serumpun RT 19, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di dalam sebuah kamar indekos , Senin (20/7/2026) sore.
Jenazah ditemukan setelah tetangga mencium aroma menyengat disertai banyak lalat yang keluar dari ventilasi rumah. Laporan kemudian disampaikan ke Pos Polisi Petung sekitar pukul 16.20 Wita.
Kapospol Petung, Lilik Iswahyudi, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Penajam, Polres PPU, dan BPBD untuk melakukan evakuasi.
"Tetangga sebelah kontrakan melapor ke Pospol karena mencium bau tidak sedap dan melihat banyak lalat keluar dari ventilasi," kata Lilik.
Saat pintu kontrakan dibuka, korban ditemukan tergeletak di dekat kamar mandi dengan posisi miring hampir telungkup.
Berdasarkan identitas yang ditemukan, jenazah diidentifikasi sebagai seorang pria berusia sekitar 40 tahun asal Jawa Barat. Pria itu diketahui tinggal seorang diri di tempat yang disewanya tersebut sekitar tujuh bulan terakhir dan bekerja sebagai pedagang sayur di Pasar Petung.
Lilik mengatakan warga tidak mengetahui pasti sejak kapan pria itu tidak terlihat karena aktivitas masing-masing. Dugaan baru muncul setelah tercium bau menyengat dari dalam kamar indekos.
Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang milik pria tersebut, termasuk telepon seluler dan obat-obatan yang ditemukan di lokasi.
Sementara itu, anggota Tim Inafis Polres PPU, Alfis, menyebut hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
"Dugaan sementara korban meninggal karena sakit. Tidak ditemukan tanda kekerasan, kemungkinan korban sudah meninggal sekitar dua hingga tiga hari," ujarnya.
Menurut Alfis, kondisi jenazah mengalami pembengkakan yang masih sesuai proses pembusukan alami. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis di rumah sakit.
(Sf/Rs)