Seputar Kaltim

    Terus Naik, Harga TBS Sawit Kaltim Tembus  Rp2.410 per Kilogram 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Maret 2024 pukul 19:06 WITA

    Panen TBS Sawit di wilayah Kota Bangun. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda -  Sejak Desember 2023, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren positif. Peningkatan ini berlanjut hingga periode 15-29 Februari 2024, memberikan angin segar bagi para petani kelapa sawit di wilayah Kaltim.

    Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir mengungkapkan bahwa kenaikan harga terbesar tercatat pada kelompok umur tanaman 10 tahun ke atas, yang mencapai Rp2.410 per kilogram. "Ini merupakan dampak langsung dari peningkatan harga Jual Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel," ujar Muzakkir, Jumat (1/3/2024).

    Detail harga TBS untuk periode terkini juga dirilis, dimana TBS dari pohon berumur tiga tahun dihargai Rp2.125 per kilogram. Sementara itu, untuk pohon berumur empat tahun, harga yang ditetapkan adalah Rp2.270 per kilogram, dan untuk pohon berumur lima tahun adalah Rp2.280 per kilogram. Harga ini terus meningkat hingga mencapai Rp2.381 per kilogram untuk pohon berumur sembilan tahun.

    Muzakkir menambahkan bahwa daftar harga ini menjadi standar bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya untuk kebun plasma. Kerjasama antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, dengan harga TBS yang stabil dan adil, serta terlindungi dari praktik tengkulak.

    "Alhamdulillah, sejak tahun lalu hingga saat ini, harga TBS di Kaltim terus mengalami kenaikan. Ini semua berkat kerjasama yang baik antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit," tuturnya.

    Ia menyebut kenaikan harga TBS ini diharapkan dapat terus berlanjut, seiring dengan upaya pemerintah dan para stakeholder untuk memperkuat industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

    "Dengan demikian, tidak hanya petani yang akan merasakan manfaatnya, tetapi juga perekonomian Kaltim secara keseluruhan," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Terus Naik, Harga TBS Sawit Kaltim Tembus  Rp2.410 per Kilogram 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Maret 2024 pukul 19:06 WITA

    Panen TBS Sawit di wilayah Kota Bangun. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda -  Sejak Desember 2023, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren positif. Peningkatan ini berlanjut hingga periode 15-29 Februari 2024, memberikan angin segar bagi para petani kelapa sawit di wilayah Kaltim.

    Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir mengungkapkan bahwa kenaikan harga terbesar tercatat pada kelompok umur tanaman 10 tahun ke atas, yang mencapai Rp2.410 per kilogram. "Ini merupakan dampak langsung dari peningkatan harga Jual Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel," ujar Muzakkir, Jumat (1/3/2024).

    Detail harga TBS untuk periode terkini juga dirilis, dimana TBS dari pohon berumur tiga tahun dihargai Rp2.125 per kilogram. Sementara itu, untuk pohon berumur empat tahun, harga yang ditetapkan adalah Rp2.270 per kilogram, dan untuk pohon berumur lima tahun adalah Rp2.280 per kilogram. Harga ini terus meningkat hingga mencapai Rp2.381 per kilogram untuk pohon berumur sembilan tahun.

    Muzakkir menambahkan bahwa daftar harga ini menjadi standar bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya untuk kebun plasma. Kerjasama antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, dengan harga TBS yang stabil dan adil, serta terlindungi dari praktik tengkulak.

    "Alhamdulillah, sejak tahun lalu hingga saat ini, harga TBS di Kaltim terus mengalami kenaikan. Ini semua berkat kerjasama yang baik antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit," tuturnya.

    Ia menyebut kenaikan harga TBS ini diharapkan dapat terus berlanjut, seiring dengan upaya pemerintah dan para stakeholder untuk memperkuat industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

    "Dengan demikian, tidak hanya petani yang akan merasakan manfaatnya, tetapi juga perekonomian Kaltim secara keseluruhan," tukasnya.

    (Sf/Rs)