Cari disini...
Seputar Kaltim
Jalan Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kukar kembali menurun. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Kondisi jalan longsor di poros Tenggarong-Loa Janan, tepatnya di Dusun Margasari Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin memprihatinkan.
Sebelumnya jalan nasional tersebut longsor di bagian jalan arah Tenggarong-Loa Janan, sehingga dilakukan penutupan hingga setengah badan jalan.
Setelah dibiarkan sekian lama tanpa perbaikan, kondisi semakin mengkhawatirkan karena menurun hingga dua meter. Kejadian ini pun vira melalui unggahan video media sosial (medsos).
"Keadaan jalan di kawasan Dusun Margasari menurun sampai lebih dua meter, pengguna jalan mohon berhati hati," ucap warga dalam video tersebut Jumat (20/9/2024).
Warga Jembayan, Ian mengatakan jalan itu menurun sejak 17 September 2024. Awalnya, jalan itu tidak separah seperti saat ini, tapi setelah terus menerus dilintasi mobil truk bermuatan berat, akhirnya mengalami penurunan.
"Jalan ini akses satu satunya, kalaupun ada jalan alternatif itu hanya bisa dilewati motor saja," kata Ian.
Tak hanya jalan, warga juga mengeluhkan air PDAM yang tak mengalir akibat insiden tersebut. "Kami tak bisa gunakan air karena pipanya pecah, pipa itu ada dibawah jalan terhimpit tanah. Air tak mengalir dari kemarin," ucapnya.
Kades Jembayan, Erwin mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Dishub terkait pengalihan jalan.
"Sebenarnya dari minggu lalu sudah ada pemberitahuan pengalihan arus lalu lintas kendaraan roda enam ke atas dengan bawaan berlebihan, akhirnya seperti sekarang berdampak ke warga RT 4. Seandainya dari minggu kemarin tidak ada kendaraan muatan besar lewat, tidak akan separah ini menurunnya," ungkap Erwin.
Terkait laporan Pipa PDAM yang pecah, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM Bakungan dan akan dilakukan perbaikan untuk sementara. "Jadi saat ini warga mandinya menggunakan air mahakam," sebutnya.
Pihaknya melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah melayangkan surat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk melakukan tindak lanjut terkait jalan tersebut.
"Semoga ada titik terangnya dari provinsi, karena memang ini jalan kewenangannya ada di mereka," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Jalan Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kukar kembali menurun. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Kondisi jalan longsor di poros Tenggarong-Loa Janan, tepatnya di Dusun Margasari Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin memprihatinkan.
Sebelumnya jalan nasional tersebut longsor di bagian jalan arah Tenggarong-Loa Janan, sehingga dilakukan penutupan hingga setengah badan jalan.
Setelah dibiarkan sekian lama tanpa perbaikan, kondisi semakin mengkhawatirkan karena menurun hingga dua meter. Kejadian ini pun vira melalui unggahan video media sosial (medsos).
"Keadaan jalan di kawasan Dusun Margasari menurun sampai lebih dua meter, pengguna jalan mohon berhati hati," ucap warga dalam video tersebut Jumat (20/9/2024).
Warga Jembayan, Ian mengatakan jalan itu menurun sejak 17 September 2024. Awalnya, jalan itu tidak separah seperti saat ini, tapi setelah terus menerus dilintasi mobil truk bermuatan berat, akhirnya mengalami penurunan.
"Jalan ini akses satu satunya, kalaupun ada jalan alternatif itu hanya bisa dilewati motor saja," kata Ian.
Tak hanya jalan, warga juga mengeluhkan air PDAM yang tak mengalir akibat insiden tersebut. "Kami tak bisa gunakan air karena pipanya pecah, pipa itu ada dibawah jalan terhimpit tanah. Air tak mengalir dari kemarin," ucapnya.
Kades Jembayan, Erwin mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Dishub terkait pengalihan jalan.
"Sebenarnya dari minggu lalu sudah ada pemberitahuan pengalihan arus lalu lintas kendaraan roda enam ke atas dengan bawaan berlebihan, akhirnya seperti sekarang berdampak ke warga RT 4. Seandainya dari minggu kemarin tidak ada kendaraan muatan besar lewat, tidak akan separah ini menurunnya," ungkap Erwin.
Terkait laporan Pipa PDAM yang pecah, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM Bakungan dan akan dilakukan perbaikan untuk sementara. "Jadi saat ini warga mandinya menggunakan air mahakam," sebutnya.
Pihaknya melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah melayangkan surat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk melakukan tindak lanjut terkait jalan tersebut.
"Semoga ada titik terangnya dari provinsi, karena memang ini jalan kewenangannya ada di mereka," pungkasnya.
(Sf/By)