Cari disini...
Seputar Kaltim
Detik-detik Kapal Feri Penyebrangan Sebulu-Serbaya Tenggelam (Dok: istimewa)
Tenggarong - Penyebab Kapal Feri Penyeberangan Sebulu-Serbaya tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, RT 11, Dusun Sirbaya, Desa Sebulu Modern pada 24 Februari 2026 akhirnya terungkap.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.20 WITA itu diduga akibat kebocoran pada badan kapal, sehingga mengakibatkan kapal karam dan berakhir tenggelam di dasar sungai.
Menurut salah satu saksi mata, Marmoyo mengatakan Kapal Feri bernama Fatimah 2 itu berlayar di perairan dengan kondisi arus sungai sedang deras.
Di tengah perjalanan, orang yang berada di dalam kapal menyadari adanya air yang masuk ke dalam lambung melalui bagian yang mengalami kebocoran.
“Melihat itu, kecepatan kapal saat berlayar ditambah, tapi sayang tidak sempat sampai ke dermaga,” ujar Marmoyo, Rabu (25/2/2026).
Dalam insiden ini, tiga mobil muatan barang dan pangan ikut tenggelam bersama kapal feri tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena para penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal benar-benar tenggelam ke dasar sungai.
Camat Sebulu, Edy Fahruddin mengatakan saat ini sedang dilakukan proses mediasi antara para korban dan pihak bersangkutan di polsek setempat.
“Terkait total kerugiannya masih dalam tahap penyelidikan,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Detik-detik Kapal Feri Penyebrangan Sebulu-Serbaya Tenggelam (Dok: istimewa)
Tenggarong - Penyebab Kapal Feri Penyeberangan Sebulu-Serbaya tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, RT 11, Dusun Sirbaya, Desa Sebulu Modern pada 24 Februari 2026 akhirnya terungkap.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.20 WITA itu diduga akibat kebocoran pada badan kapal, sehingga mengakibatkan kapal karam dan berakhir tenggelam di dasar sungai.
Menurut salah satu saksi mata, Marmoyo mengatakan Kapal Feri bernama Fatimah 2 itu berlayar di perairan dengan kondisi arus sungai sedang deras.
Di tengah perjalanan, orang yang berada di dalam kapal menyadari adanya air yang masuk ke dalam lambung melalui bagian yang mengalami kebocoran.
“Melihat itu, kecepatan kapal saat berlayar ditambah, tapi sayang tidak sempat sampai ke dermaga,” ujar Marmoyo, Rabu (25/2/2026).
Dalam insiden ini, tiga mobil muatan barang dan pangan ikut tenggelam bersama kapal feri tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena para penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal benar-benar tenggelam ke dasar sungai.
Camat Sebulu, Edy Fahruddin mengatakan saat ini sedang dilakukan proses mediasi antara para korban dan pihak bersangkutan di polsek setempat.
“Terkait total kerugiannya masih dalam tahap penyelidikan,” tandasnya.
(Sf/Lo)