Seputar Kaltim

    Terungkap, Ini Alasan Teknis Harga Tiket Pesawat di Aplikasi Terlihat Mahal Jelang Lebaran

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Maret 2026 pukul 16:03 WITA

    Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Persoalan tingginya harga tiket transportasi udara menjelang hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri, kerap menjadi keluhan publik.

    Namun, fenomena yang sering dianggap sebagai kenaikan harga gila-gilaan ini ternyata memiliki penjelasan teknis dari sisi sistem penyedia layanan daring.

    Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, meluruskan persepsi masyarakat tersebut.

    Ia menyebutkan, kesalahpahaman sering terjadi karena cara kerja sistem pada aplikasi online travel agent (OTA).

    Menurut Kadek, ketika penerbangan langsung menuju kota tujuan sudah penuh, sistem akan secara otomatis mengkoneksikan jadwal lain dan mencari rute alternatif.

    Hal ini membuat calon penumpang diarahkan untuk melakukan transit di beberapa kota, sehingga harganya terakumulasi.

    "Ketika rute langsung penuh, sistem akan mengalihkan ke rute transit atau pindah-pindah, dan itu yang membuat harga tiket terlihat tinggi," ujarnya, Senin (16/3/2026).

    Selain masalah rute memutar, Kadek memaparkan bahwa faktor lain yang memengaruhi lonjakan harga di aplikasi adalah jenis kelas kursi.

    Apabila kelas ekonomi ludes terjual, sistem otomatis akan menampilkan kursi yang tersisa.

    "Bisa jadi yang ditawarkan tiketnya kelas bisnis, nah itu yang menyebabkan harga menjadi tinggi," tambahnya.

    Oleh karena itu, Kadek mengimbau agar masyarakat lebih cermat saat melakukan pemesanan tiket secara daring.

    Ia menyarankan calon penumpang untuk tidak langsung panik saat melihat harga, tetapi memeriksa detail penerbangannya terlebih dahulu.

    "Sebaiknya langsung mengecek detailnya dulu kenapa harganya seperti itu. Biasanya setelah dicek ternyata rutenya pindah-pindah, bukan satu rute langsung dengan harga tersebut," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Terungkap, Ini Alasan Teknis Harga Tiket Pesawat di Aplikasi Terlihat Mahal Jelang Lebaran

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Maret 2026 pukul 16:03 WITA

    Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Persoalan tingginya harga tiket transportasi udara menjelang hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri, kerap menjadi keluhan publik.

    Namun, fenomena yang sering dianggap sebagai kenaikan harga gila-gilaan ini ternyata memiliki penjelasan teknis dari sisi sistem penyedia layanan daring.

    Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, meluruskan persepsi masyarakat tersebut.

    Ia menyebutkan, kesalahpahaman sering terjadi karena cara kerja sistem pada aplikasi online travel agent (OTA).

    Menurut Kadek, ketika penerbangan langsung menuju kota tujuan sudah penuh, sistem akan secara otomatis mengkoneksikan jadwal lain dan mencari rute alternatif.

    Hal ini membuat calon penumpang diarahkan untuk melakukan transit di beberapa kota, sehingga harganya terakumulasi.

    "Ketika rute langsung penuh, sistem akan mengalihkan ke rute transit atau pindah-pindah, dan itu yang membuat harga tiket terlihat tinggi," ujarnya, Senin (16/3/2026).

    Selain masalah rute memutar, Kadek memaparkan bahwa faktor lain yang memengaruhi lonjakan harga di aplikasi adalah jenis kelas kursi.

    Apabila kelas ekonomi ludes terjual, sistem otomatis akan menampilkan kursi yang tersisa.

    "Bisa jadi yang ditawarkan tiketnya kelas bisnis, nah itu yang menyebabkan harga menjadi tinggi," tambahnya.

    Oleh karena itu, Kadek mengimbau agar masyarakat lebih cermat saat melakukan pemesanan tiket secara daring.

    Ia menyarankan calon penumpang untuk tidak langsung panik saat melihat harga, tetapi memeriksa detail penerbangannya terlebih dahulu.

    "Sebaiknya langsung mengecek detailnya dulu kenapa harganya seperti itu. Biasanya setelah dicek ternyata rutenya pindah-pindah, bukan satu rute langsung dengan harga tersebut," pungkasnya.

    (Sf/Rs)