Cari disini...
Seputar Kaltim
Beberapa pembahasan dilakukan Komisi III DPRD Balikpapan saat melaksanakan RDP bersama PT Angkasa Pura I, Rabu (3/4/2024). (Foto: Humas DPRD/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Angkasa Pura I di ruang rapat gabungan DPRD, Rabu (3/4/2024).
Adapun beberapa hal yang menjadi pembahasan, mulai dari pemberian CSR untuk warga sekitar, mempertanyakan inovasi yang ada, serta fungsi kegunaan gedung bandara lama.
"Tadi ada beberapa masukan, salah satunya kondisi di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang sempat viral beberapa waktu lalu," ucap Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri usai melaksanakan RDP.
Meski sebelumnya di tahun 2014 lalu lokasi itu merupakan bandara terbaik, namun berbeda di tahun 2024 ini, justru banyak fasilitas yang perlu diperbaiki seperti AC yang sering mati, plafon bocor hingga eskalator yang sering mati.
"Bahkan banyak juga keluhan warga sekitar terkait bisingnya aktifitas bandara, namun tidak juga mendapatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari bandara," jelasnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, warga sekitar mengaku tidak pernah menerima bantuan dari bandara meski sudah puluhan tahun beroperasi.
Tidak hanya itu, komisi III juga memberikan beberapa usulan terkait perbaikan bandara yang sangat lambat, mengingat bandara Balikpapan ini sangat padat aktifitasnya.
"Apalagi sekarang sebagai Ibu Kota Negara (IKN), bahkan 99 persen tamu-tamu mendaratnya di bandara Sepinggan," terangnya.
Seiring berjalannya waktu, kata dia, bandara Sepinggan sudah harus memiliki inovasi melihat perkembangan yang ada.
Selain itu, komisi III juga mengusulkan agar gedung bandara lama bisa dimanfaatkan, seperti membangun hotel ataupun menambah terminal khususnya gate untuk pesawat Garuda.
Tempat terpisah, Airport Service Bandara Sepinggan, Agustinus menerangkan, hasil RDP tadi jajaran komisi III DPRD telah memberikan masukan. Dan ini menjadi catatan untuk pihak bandara dan akan ditindaklanjuti.
"Tetapi beberapa sudah kami lakukan, terkait dengan perbaikan fasilitas yang disampaikan. Untuk beberapa hal lainnya, akan kami teruskan ke pimpinan," akunya.
Ditanya mengenai tidak adanya CRS untuk warga, ia pun membantah hal itu. Dan dipersilakan konfirmasi ke pihak CSR.
"Kalau CSR pasti ada, cuma disalurkan kemana nanti disampaikan langsung oleh teman-teman dilapangan," paparnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Beberapa pembahasan dilakukan Komisi III DPRD Balikpapan saat melaksanakan RDP bersama PT Angkasa Pura I, Rabu (3/4/2024). (Foto: Humas DPRD/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Angkasa Pura I di ruang rapat gabungan DPRD, Rabu (3/4/2024).
Adapun beberapa hal yang menjadi pembahasan, mulai dari pemberian CSR untuk warga sekitar, mempertanyakan inovasi yang ada, serta fungsi kegunaan gedung bandara lama.
"Tadi ada beberapa masukan, salah satunya kondisi di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang sempat viral beberapa waktu lalu," ucap Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri usai melaksanakan RDP.
Meski sebelumnya di tahun 2014 lalu lokasi itu merupakan bandara terbaik, namun berbeda di tahun 2024 ini, justru banyak fasilitas yang perlu diperbaiki seperti AC yang sering mati, plafon bocor hingga eskalator yang sering mati.
"Bahkan banyak juga keluhan warga sekitar terkait bisingnya aktifitas bandara, namun tidak juga mendapatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari bandara," jelasnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, warga sekitar mengaku tidak pernah menerima bantuan dari bandara meski sudah puluhan tahun beroperasi.
Tidak hanya itu, komisi III juga memberikan beberapa usulan terkait perbaikan bandara yang sangat lambat, mengingat bandara Balikpapan ini sangat padat aktifitasnya.
"Apalagi sekarang sebagai Ibu Kota Negara (IKN), bahkan 99 persen tamu-tamu mendaratnya di bandara Sepinggan," terangnya.
Seiring berjalannya waktu, kata dia, bandara Sepinggan sudah harus memiliki inovasi melihat perkembangan yang ada.
Selain itu, komisi III juga mengusulkan agar gedung bandara lama bisa dimanfaatkan, seperti membangun hotel ataupun menambah terminal khususnya gate untuk pesawat Garuda.
Tempat terpisah, Airport Service Bandara Sepinggan, Agustinus menerangkan, hasil RDP tadi jajaran komisi III DPRD telah memberikan masukan. Dan ini menjadi catatan untuk pihak bandara dan akan ditindaklanjuti.
"Tetapi beberapa sudah kami lakukan, terkait dengan perbaikan fasilitas yang disampaikan. Untuk beberapa hal lainnya, akan kami teruskan ke pimpinan," akunya.
Ditanya mengenai tidak adanya CRS untuk warga, ia pun membantah hal itu. Dan dipersilakan konfirmasi ke pihak CSR.
"Kalau CSR pasti ada, cuma disalurkan kemana nanti disampaikan langsung oleh teman-teman dilapangan," paparnya.
(Sf/Rs)