Seputar Kaltim

    Tersisa 4 Persen, Wali Kota Minta Disdag Siapkan Tata Kelola Pasar Pagi 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Januari 2025 pukul 09:46 WITA

    Kondisi lantai satu Pasar Pagi dalam pembangunan tahap satu yang sudah mencapai 96,74 persen, Senin (13/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, usai meninjau progres pembangunan Pasar Pagi pada Senin (13/1/2025) sore meminta Dinas Perdagangan (Disdag) untuk mempersiapkan tata kelola pasar yang sebentar lagi rampung dibangun. 

    Andi Harun mengatakan, progres pembangunan pasar legendaris itu pada tahap pertama ini sudah mencapai 96,74 persen. Tersisa pengerjaan 4 persen di tahap pertama, Pemerintah Kota Samarinda sudah mengebut pekerjaan dengan melakukan lelang di tahap kedua dengan nilai Rp152 miliar. 

    "Semakin cepat lelang dilakukan, semakin baik. Ini juga salah satu rekomendasi supervisi dari KPK untuk proyek strategis daerah agar menghindari keterlambatan pekerjaan fisik," ujar Andi Harun usai tinjauan tersebut.

    Ia menjelaskan, tahap kedua pembangunan Pasar Pagi saat ini sedang memasuki proses penawaran di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Diperkirakan, penyelesaian 100 persen dari kedua tahap tersebut akan selesai pada Mei 2025.  Penyelesaian 100 persen itu mencakup fasad, lift, eskalator, dan lapak yang siap digunakan untuk berjualan.

    Namun, ia menegaskan bahwa secara fungsional, lapak-lapak di Pasar Pagi sudah dapat digunakan sebelum bulan Mei. "Tapi kalau mau mulai memindahkan pedagang secara bertahap sebelum itu, bisa saja," jelasnya.  

    Meski demikian, Andi Harun menyarankan agar proses pemindahan pedagang dilakukan setelah seluruh pembangunan selesai untuk menghindari pekerjaan ganda. Ia juga meminta Disdag untuk mempersiapkan tata kelola pasar yang lebih baik, termasuk di kawasan Citra Niaga.  

    Menurutnya, tata kelola ini tidak bisa lagi ditangani seperti UPTD yang lama. "Organisasinya bisa tetap UPTD, tapi SDM-nya harus lebih profesional. Bahkan, kalau perlu menggunakan outsourcing agar lebih progresif dan komprehensif," tegasnya.   

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tersisa 4 Persen, Wali Kota Minta Disdag Siapkan Tata Kelola Pasar Pagi 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Januari 2025 pukul 09:46 WITA

    Kondisi lantai satu Pasar Pagi dalam pembangunan tahap satu yang sudah mencapai 96,74 persen, Senin (13/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, usai meninjau progres pembangunan Pasar Pagi pada Senin (13/1/2025) sore meminta Dinas Perdagangan (Disdag) untuk mempersiapkan tata kelola pasar yang sebentar lagi rampung dibangun. 

    Andi Harun mengatakan, progres pembangunan pasar legendaris itu pada tahap pertama ini sudah mencapai 96,74 persen. Tersisa pengerjaan 4 persen di tahap pertama, Pemerintah Kota Samarinda sudah mengebut pekerjaan dengan melakukan lelang di tahap kedua dengan nilai Rp152 miliar. 

    "Semakin cepat lelang dilakukan, semakin baik. Ini juga salah satu rekomendasi supervisi dari KPK untuk proyek strategis daerah agar menghindari keterlambatan pekerjaan fisik," ujar Andi Harun usai tinjauan tersebut.

    Ia menjelaskan, tahap kedua pembangunan Pasar Pagi saat ini sedang memasuki proses penawaran di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Diperkirakan, penyelesaian 100 persen dari kedua tahap tersebut akan selesai pada Mei 2025.  Penyelesaian 100 persen itu mencakup fasad, lift, eskalator, dan lapak yang siap digunakan untuk berjualan.

    Namun, ia menegaskan bahwa secara fungsional, lapak-lapak di Pasar Pagi sudah dapat digunakan sebelum bulan Mei. "Tapi kalau mau mulai memindahkan pedagang secara bertahap sebelum itu, bisa saja," jelasnya.  

    Meski demikian, Andi Harun menyarankan agar proses pemindahan pedagang dilakukan setelah seluruh pembangunan selesai untuk menghindari pekerjaan ganda. Ia juga meminta Disdag untuk mempersiapkan tata kelola pasar yang lebih baik, termasuk di kawasan Citra Niaga.  

    Menurutnya, tata kelola ini tidak bisa lagi ditangani seperti UPTD yang lama. "Organisasinya bisa tetap UPTD, tapi SDM-nya harus lebih profesional. Bahkan, kalau perlu menggunakan outsourcing agar lebih progresif dan komprehensif," tegasnya.   

    (Sf/Rs)