Cari disini...
Seputar Kaltim
Petugas saat evakuasi jenazah korban tenggelam (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Seorang nelayan berinisial I (60), warga Desa Salo Cella, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan tewas tenggelam di Pantai Malabar, Dusun Sambera, Desa Tanjung Limau, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 11.35 WITA.
Jenazah korban ditemukan mengambang setelah terseret arus sejauh 500 meter. Sebelum dilaporkan tenggelam, korban bersama tiga rekannya diketahui hendak memasang alat tangkap berupa rengge di Pantai Malabar dengan cara berenang.
‘Korban berenang saat kondisi air setinggi dada orang dewasa,” ujar Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani.
Saat memasang rengge, pergerakan air pasang mulai bergerak surut dengan arus yang cukup deras. Salah satu rekannya yang berada di Gazebo Dermaga Pantai telah memperingatkan korban untuk tidak pergi terlalu jauh, namun peringatan tersebut tampaknya dihiraukan hingga korban tanpa sadar masuk ke palung di bibir pantai dan terseret arus.
“Rekannya juga sempat terseret arus untuk menolong korban dan langsung menepi ke area dangkal, tapi sayang korban tidak sempat lagi diselamatkan,” ungkap Fida.
Mendapat laporan terkait adanya orang tenggelam, Disdamkar Matan Kukar langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk mengevakuasi jenazah korban.
Tidak butuh waktu lama, tubuh korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka.
Fida mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan untuk senantiasa berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama ketika kondisi arus pasang dan surut sedang kuat.
Ia juga mengingatkan agar tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut demi menghindari kejadian serupa terulang kembali.
“Kami imbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas, di mana pun itu,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Petugas saat evakuasi jenazah korban tenggelam (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Seorang nelayan berinisial I (60), warga Desa Salo Cella, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan tewas tenggelam di Pantai Malabar, Dusun Sambera, Desa Tanjung Limau, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 11.35 WITA.
Jenazah korban ditemukan mengambang setelah terseret arus sejauh 500 meter. Sebelum dilaporkan tenggelam, korban bersama tiga rekannya diketahui hendak memasang alat tangkap berupa rengge di Pantai Malabar dengan cara berenang.
‘Korban berenang saat kondisi air setinggi dada orang dewasa,” ujar Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani.
Saat memasang rengge, pergerakan air pasang mulai bergerak surut dengan arus yang cukup deras. Salah satu rekannya yang berada di Gazebo Dermaga Pantai telah memperingatkan korban untuk tidak pergi terlalu jauh, namun peringatan tersebut tampaknya dihiraukan hingga korban tanpa sadar masuk ke palung di bibir pantai dan terseret arus.
“Rekannya juga sempat terseret arus untuk menolong korban dan langsung menepi ke area dangkal, tapi sayang korban tidak sempat lagi diselamatkan,” ungkap Fida.
Mendapat laporan terkait adanya orang tenggelam, Disdamkar Matan Kukar langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk mengevakuasi jenazah korban.
Tidak butuh waktu lama, tubuh korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka.
Fida mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan untuk senantiasa berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama ketika kondisi arus pasang dan surut sedang kuat.
Ia juga mengingatkan agar tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut demi menghindari kejadian serupa terulang kembali.
“Kami imbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas, di mana pun itu,” tandasnya.
(Sf/Rs)