Seputar Kaltim

    Terseret Arus hingga 4,6 Km, Korban Tenggelam di Sungai Belayan Ditemukan Meninggal

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    27 April 2026 pukul 09:25 WITA

    Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad korban (Dok: BPBD Kukar)

    Tenggarong - Jasad seorang pria berinisial H (39), warga Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Belayan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (27/4/2026).

    Tubuh H ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 03.30 WITA dalam keadaan mengambang sejauh 4,6 Kilometer (Km) dari titik awal tenggelam.

    “Jasad korban sudah ketemu subuh tadi dan langsung dievakuasi oleh tim,” ujar Koorlap BPBD Kukar, Eko.

    Ia mengungkap, sebelum dinyatakan hilang tenggelam, H dilaporkan terjatuh saat mengangkut sawit 200 Kg, karena perahu yang ditumpangi mengalami kebocoran dan berakhir karam di tengah Sungai Belayan pada 25 April 2026 lalu.

    “Korban sama rekannya angkut hasil panen sawit pakai perahu dan berhasil menyeberangi sungai sebanyak dua kali, tapi gagal saat ketiga kalinya. Rekannya selamat, sementara korban ditemukan meninggal dunia,” terangnya.

    Kini dengan ditemukannya jasad korban, misi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan selama dua hari dinyatakan berakhir.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Terseret Arus hingga 4,6 Km, Korban Tenggelam di Sungai Belayan Ditemukan Meninggal

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    27 April 2026 pukul 09:25 WITA

    Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad korban (Dok: BPBD Kukar)

    Tenggarong - Jasad seorang pria berinisial H (39), warga Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Belayan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (27/4/2026).

    Tubuh H ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 03.30 WITA dalam keadaan mengambang sejauh 4,6 Kilometer (Km) dari titik awal tenggelam.

    “Jasad korban sudah ketemu subuh tadi dan langsung dievakuasi oleh tim,” ujar Koorlap BPBD Kukar, Eko.

    Ia mengungkap, sebelum dinyatakan hilang tenggelam, H dilaporkan terjatuh saat mengangkut sawit 200 Kg, karena perahu yang ditumpangi mengalami kebocoran dan berakhir karam di tengah Sungai Belayan pada 25 April 2026 lalu.

    “Korban sama rekannya angkut hasil panen sawit pakai perahu dan berhasil menyeberangi sungai sebanyak dua kali, tapi gagal saat ketiga kalinya. Rekannya selamat, sementara korban ditemukan meninggal dunia,” terangnya.

    Kini dengan ditemukannya jasad korban, misi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan selama dua hari dinyatakan berakhir.

    (Sf/Rs)