Terseret 27 Km, Korban Terakhir Kecelakaan Sungai Belayan Ditemukan Meninggal Dunia

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    16 Januari 2026 06:43 WIB

    Jasad seorang pria yang membawa ketinting akhirnya ditemukan oleh tim Basarnas. (Foto: Basarnas Kaltim)

    Samarinda - Upaya pencarian korban kecelakaan sungai yang melibatkan perahu ketinting dan kapal LCT di perairan Sungai Belayan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat, Jumat (16/1/2026).


    Pencarian resmi ditutup setelah Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Arani (58). Pria paruh baya tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.


    Jasad korban ditemukan pada pukul 07.00 WITA. Tubuh Arani terseret arus cukup jauh dari titik awal kejadian perkara (LKP). Berdasarkan laporan tim di lapangan, korban ditemukan pada radius kurang lebih 27 Km dari lokasi tabrakan di Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut.


    Dantim Basarnas, Nur Ngalim mengonfirmasi penemuan tersebut dalam laporannya pagi ini. "Untuk hasil pencarian hari ini, alhamdulillah korban berhasil ditemukan di jarak dari LKP kurang lebih 27 Km tadi pagi," ungkap Nur Ngalim.


    Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jasad korban langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Long Beleh Modang untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.


    Proses pencarian selama empat hari ini bukan tanpa rintangan. Tim SAR Gabungan harus berjibaku menghadapi medan Sungai Belayan yang cukup ekstrem. 


    Selain arus sungai yang terbilang kuat, tim di lapangan juga harus meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap keberadaan binatang buas.


    "Dengan ditemukannya korban, untuk petugas SAR kami kembalikan ke satuannya masing-masing. Kami mewakili pimpinan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk petugas yang terlibat dari awal hingga akhir," tambahnya.


    Kini status operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, tetapi tim tetap melanjutkan dengan status kesiapsiagaan untuk memantau situasi di perairan tersebut.


    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Terseret 27 Km, Korban Terakhir Kecelakaan Sungai Belayan Ditemukan Meninggal Dunia

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    16 Januari 2026 06:43 WIB

    Jasad seorang pria yang membawa ketinting akhirnya ditemukan oleh tim Basarnas. (Foto: Basarnas Kaltim)

    Samarinda - Upaya pencarian korban kecelakaan sungai yang melibatkan perahu ketinting dan kapal LCT di perairan Sungai Belayan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat, Jumat (16/1/2026).


    Pencarian resmi ditutup setelah Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Arani (58). Pria paruh baya tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.


    Jasad korban ditemukan pada pukul 07.00 WITA. Tubuh Arani terseret arus cukup jauh dari titik awal kejadian perkara (LKP). Berdasarkan laporan tim di lapangan, korban ditemukan pada radius kurang lebih 27 Km dari lokasi tabrakan di Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut.


    Dantim Basarnas, Nur Ngalim mengonfirmasi penemuan tersebut dalam laporannya pagi ini. "Untuk hasil pencarian hari ini, alhamdulillah korban berhasil ditemukan di jarak dari LKP kurang lebih 27 Km tadi pagi," ungkap Nur Ngalim.


    Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jasad korban langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Long Beleh Modang untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.


    Proses pencarian selama empat hari ini bukan tanpa rintangan. Tim SAR Gabungan harus berjibaku menghadapi medan Sungai Belayan yang cukup ekstrem. 


    Selain arus sungai yang terbilang kuat, tim di lapangan juga harus meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap keberadaan binatang buas.


    "Dengan ditemukannya korban, untuk petugas SAR kami kembalikan ke satuannya masing-masing. Kami mewakili pimpinan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk petugas yang terlibat dari awal hingga akhir," tambahnya.


    Kini status operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, tetapi tim tetap melanjutkan dengan status kesiapsiagaan untuk memantau situasi di perairan tersebut.


    (Sf/Lo)