Cari disini...
Seputar Kaltim
Penemuan jasad korban kecelakaan air di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kukar (Dok: istimewa)
Tenggarong - Misteri hilangnya RTH (38), karyawan PT Astiku Sakti yang tenggelam di perairan Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, akhirnya terjawab. Setelah dua hari pencarian penuh ketegangan sejak 5 Januari 2026, tim gabungan menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 09.49 WITA.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga di area Perairan Anak Sungai Kelurahan Pendingin. Lokasi penemuan ini terbilang cukup jauh, yakni mencapai 14 kilometer (km) dari titik awal kecelakaan air tersebut terjadi.
“Jasad ditemukan oleh warga, jaraknya 14 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban dinyatakan hilang tenggelam,” ujar Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Eko Suryawinata.
Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Atas permintaan pihak keluarga, petugas langsung membawa jenazah korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk penanganan lebih lanjut.
Tragedi ini sendiri bermula dari sebuah keputusan fatal di tengah sungai. Berdasarkan data di lapangan, saat itu RTH bersama tiga rekan kerjanya sedang dalam perjalanan pulang menggunakan perahu ces sekitar pukul 19.30 WITA. Di tengah kepungan arus, perahu mereka tiba-tiba mengalami kendala teknis.
Bukannya menepi untuk memeriksa mesin, mereka justru tetap memaksakan perahu untuk terus melaju melintasi kapal tugboat. Nahas, di tengah upaya tersebut, perahu mereka dihantam oleh kapal tugboat hingga membuat keempat pekerja tersebut terlempar ke sungai.
Meski tiga orang lainnya berhasil selamat dari maut, RTH tidak seberuntung rekan-rekannya. Ia sempat dinyatakan hilang selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan mengapung di kejauhan pagi tadi.
“Jasad sudah ditemukan. Dengan ditemukannya korban menandakan misi pencarian sudah selesai,” pungkas Eko Suryawinata.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penemuan jasad korban kecelakaan air di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kukar (Dok: istimewa)
Tenggarong - Misteri hilangnya RTH (38), karyawan PT Astiku Sakti yang tenggelam di perairan Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, akhirnya terjawab. Setelah dua hari pencarian penuh ketegangan sejak 5 Januari 2026, tim gabungan menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 09.49 WITA.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga di area Perairan Anak Sungai Kelurahan Pendingin. Lokasi penemuan ini terbilang cukup jauh, yakni mencapai 14 kilometer (km) dari titik awal kecelakaan air tersebut terjadi.
“Jasad ditemukan oleh warga, jaraknya 14 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban dinyatakan hilang tenggelam,” ujar Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Eko Suryawinata.
Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Atas permintaan pihak keluarga, petugas langsung membawa jenazah korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk penanganan lebih lanjut.
Tragedi ini sendiri bermula dari sebuah keputusan fatal di tengah sungai. Berdasarkan data di lapangan, saat itu RTH bersama tiga rekan kerjanya sedang dalam perjalanan pulang menggunakan perahu ces sekitar pukul 19.30 WITA. Di tengah kepungan arus, perahu mereka tiba-tiba mengalami kendala teknis.
Bukannya menepi untuk memeriksa mesin, mereka justru tetap memaksakan perahu untuk terus melaju melintasi kapal tugboat. Nahas, di tengah upaya tersebut, perahu mereka dihantam oleh kapal tugboat hingga membuat keempat pekerja tersebut terlempar ke sungai.
Meski tiga orang lainnya berhasil selamat dari maut, RTH tidak seberuntung rekan-rekannya. Ia sempat dinyatakan hilang selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan mengapung di kejauhan pagi tadi.
“Jasad sudah ditemukan. Dengan ditemukannya korban menandakan misi pencarian sudah selesai,” pungkas Eko Suryawinata.
(Sf/Rs)