Teror Kepala Babi untuk Tempo, Anggota DPR RI Syafruddin: Jangan khawatir, kami bersama media!

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    26 Maret 2025 06:55 WIB

    Anggota DPR RI dari Kaltim, Syafruddin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Teror kepala babi yang ditujukan kepada redaksi Tempo menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI dari Kaltim, Syafruddin. 

    Ia menegaskan bahwa media massa adalah pilar demokrasi yang harus dijaga independensinya.

    Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai keamanan jurnalis dalam menjalankan tugasnya, Syafruddin menyatakan bahwa teror semacam itu tidak boleh dibiarkan. 

    "Media massa itu adalah pilar demokrasi, harus dijaga dan dipelihara independensinya. Maka semua pihak, terutama pihak-pihak yang meneror teman-teman media dan wartawan, hentikan semua itu," tegas Syafruddin.

    Syafruddin mengajak semua pihak untuk bekerja sama dan bersinergi dengan media massa demi mewujudkan cita-cita rakyat, yaitu hidup adil dan sejahtera. 

    Ia menekankan peran strategis media dalam membantu rakyat mencapai tujuan tersebut.

    "Maka peran atensi teman-teman media cukup strategis dalam rangka membantu rakyat untuk terwujudnya adil sejahtera," ujarnya.

    Syafruddin juga memberikan dukungan penuh kepada para jurnalis untuk tetap independen dan objektif dalam memberitakan fakta. 

    Ia meminta mereka untuk tidak takut atau khawatir dalam menjalankan tugasnya.

    "Jangan takut dan jangan khawatir, saya sebagai politisi mendukung teman-teman media massa, agar tetap independen dan memberitakan yang objektif. Katakan benar itu benar dan katakan salah itu salah, jangan khawatir," tegasnya.

    Syafruddin menegaskan bahwa kebebasan pers adalah hak yang dilindungi oleh undang-undang. 

    Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus teror terhadap Tempo dan memberikan perlindungan kepada para jurnalis.

    "Kebebasan pers adalah bagian dari demokrasi yang sehat. Kita tidak boleh membiarkan ada pihak-pihak yang mencoba membungkam suara media," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Teror Kepala Babi untuk Tempo, Anggota DPR RI Syafruddin: Jangan khawatir, kami bersama media!

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    26 Maret 2025 06:55 WIB

    Anggota DPR RI dari Kaltim, Syafruddin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Teror kepala babi yang ditujukan kepada redaksi Tempo menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI dari Kaltim, Syafruddin. 

    Ia menegaskan bahwa media massa adalah pilar demokrasi yang harus dijaga independensinya.

    Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai keamanan jurnalis dalam menjalankan tugasnya, Syafruddin menyatakan bahwa teror semacam itu tidak boleh dibiarkan. 

    "Media massa itu adalah pilar demokrasi, harus dijaga dan dipelihara independensinya. Maka semua pihak, terutama pihak-pihak yang meneror teman-teman media dan wartawan, hentikan semua itu," tegas Syafruddin.

    Syafruddin mengajak semua pihak untuk bekerja sama dan bersinergi dengan media massa demi mewujudkan cita-cita rakyat, yaitu hidup adil dan sejahtera. 

    Ia menekankan peran strategis media dalam membantu rakyat mencapai tujuan tersebut.

    "Maka peran atensi teman-teman media cukup strategis dalam rangka membantu rakyat untuk terwujudnya adil sejahtera," ujarnya.

    Syafruddin juga memberikan dukungan penuh kepada para jurnalis untuk tetap independen dan objektif dalam memberitakan fakta. 

    Ia meminta mereka untuk tidak takut atau khawatir dalam menjalankan tugasnya.

    "Jangan takut dan jangan khawatir, saya sebagai politisi mendukung teman-teman media massa, agar tetap independen dan memberitakan yang objektif. Katakan benar itu benar dan katakan salah itu salah, jangan khawatir," tegasnya.

    Syafruddin menegaskan bahwa kebebasan pers adalah hak yang dilindungi oleh undang-undang. 

    Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus teror terhadap Tempo dan memberikan perlindungan kepada para jurnalis.

    "Kebebasan pers adalah bagian dari demokrasi yang sehat. Kita tidak boleh membiarkan ada pihak-pihak yang mencoba membungkam suara media," pungkasnya.

    (Sf/Rs)