Seputar Kaltim

    Terobos Medan Berat 3T, Srikandi PLN UIP KLT Kawal Elektrifikasi Pelosok Kalimantan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2026 pukul 12:56 WITA

    Srikandi PLN UIP KLT melakukan pengecekan gambar teknis di area gardu induk. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah pelosok Kalimantan tidak hanya didominasi oleh pekerja laki-laki. 

    Para pekerja perempuan yang tergabung dalam Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) turut mengambil peran krusial hingga ke kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

    Meski peringatan Hari Kartini telah berlalu, semangat emansipasi terus diwujudkan para Srikandi PLN ini dengan menembus medan geografis yang berat demi memastikan pasokan listrik menjangkau masyarakat luas, mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.

    General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyatakan bahwa PLN terus memberikan ruang setara bagi perempuan untuk berkontribusi di lapangan.

    “Srikandi PLN adalah bagian penting dari perjalanan pembangunan ini. Mereka tidak hanya profesional dalam pekerjaan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Basuki.

    Ketua Srikandi PLN UIP KLT, Yulina, menambahkan bahwa keterlibatan perempuan dalam proyek kelistrikan adalah bentuk pengabdian nyata. 

    Menurutnya, setiap perempuan di PLN memiliki kekuatan untuk membawa perubahan lewat percepatan akses listrik bagi warga.

    Keterlibatan di lapangan tentu membawa tantangan tersendiri. Salsa Dina Amalia, salah satu Srikandi PLN, menuturkan pengalamannya bertugas di lokasi proyek yang mengharuskannya rela jauh dari keluarga dan meninggalkan zona nyaman.

    "Melihat listrik hadir dan masyarakat bisa menikmati terang, itu kebahagiaan yang tidak bisa digantikan apa pun. Semua lelah terasa lunas," kata Salsa.

    Tantangan geografis yang tak kalah ekstrem juga dihadapi Ainun Jaria Nur Rahmat saat bertugas di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Bersama timnya, Ainun harus menaklukkan keterbatasan akses menuju kawasan tersebut.

    Kerja keras tersebut membuahkan hasil ketika warga, terutama anak-anak, akhirnya bisa belajar di malam hari dengan penerangan yang layak. 

    “Bagi kami, terang bukan hanya soal listrik, tetapi tentang masa depan anak-anak yang kini punya kesempatan untuk bermimpi lebih jauh,” tuturnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Terobos Medan Berat 3T, Srikandi PLN UIP KLT Kawal Elektrifikasi Pelosok Kalimantan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2026 pukul 12:56 WITA

    Srikandi PLN UIP KLT melakukan pengecekan gambar teknis di area gardu induk. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah pelosok Kalimantan tidak hanya didominasi oleh pekerja laki-laki. 

    Para pekerja perempuan yang tergabung dalam Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) turut mengambil peran krusial hingga ke kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

    Meski peringatan Hari Kartini telah berlalu, semangat emansipasi terus diwujudkan para Srikandi PLN ini dengan menembus medan geografis yang berat demi memastikan pasokan listrik menjangkau masyarakat luas, mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.

    General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyatakan bahwa PLN terus memberikan ruang setara bagi perempuan untuk berkontribusi di lapangan.

    “Srikandi PLN adalah bagian penting dari perjalanan pembangunan ini. Mereka tidak hanya profesional dalam pekerjaan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Basuki.

    Ketua Srikandi PLN UIP KLT, Yulina, menambahkan bahwa keterlibatan perempuan dalam proyek kelistrikan adalah bentuk pengabdian nyata. 

    Menurutnya, setiap perempuan di PLN memiliki kekuatan untuk membawa perubahan lewat percepatan akses listrik bagi warga.

    Keterlibatan di lapangan tentu membawa tantangan tersendiri. Salsa Dina Amalia, salah satu Srikandi PLN, menuturkan pengalamannya bertugas di lokasi proyek yang mengharuskannya rela jauh dari keluarga dan meninggalkan zona nyaman.

    "Melihat listrik hadir dan masyarakat bisa menikmati terang, itu kebahagiaan yang tidak bisa digantikan apa pun. Semua lelah terasa lunas," kata Salsa.

    Tantangan geografis yang tak kalah ekstrem juga dihadapi Ainun Jaria Nur Rahmat saat bertugas di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Bersama timnya, Ainun harus menaklukkan keterbatasan akses menuju kawasan tersebut.

    Kerja keras tersebut membuahkan hasil ketika warga, terutama anak-anak, akhirnya bisa belajar di malam hari dengan penerangan yang layak. 

    “Bagi kami, terang bukan hanya soal listrik, tetapi tentang masa depan anak-anak yang kini punya kesempatan untuk bermimpi lebih jauh,” tuturnya.

    (Sf/Rs)