Cari disini...
Seputar Kaltim
Layanan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah kota samarinda melalui doctor on call terhadap korban banjir di Bengkuring. (Foto: BPBD Samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kondisi warga terdampak banjir di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda terus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso turun langsung ke lokasi banjir.
Tak hanya memantau ketinggian air, Suwarso turut mengantarkan tim medis menggunakan perahu kecil untuk menyisir rumah-rumah warga.
Aksi ini dilakukan untuk memastikan warga yang sakit dan terjebak di dalam rumah tetap mendapatkan layanan kesehatan.
Pantauan di lokasi, tim medis harus menerobos genangan air yang masih cukup tinggi untuk bisa menjangkau permukiman warga, khususnya di RT 37.
"Hari ini kami fokus melakukan monitoring banjir sekaligus pendampingan tim medis," ujar Suwarso saat dikonfirmasi, Minggu (26/10/2025).
Suwarso menjelaskan langkah ini diambil sebagai respons cepat atas laporan adanya warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan, tapi terkendala akses akibat banjir.
Tim medis yang dikerahkan merupakan gabungan dari layanan Doctor on Call dan petugas Puskesmas Bengkuring.
"Kami melakukan pemeriksaan dan pengobatan pasien langsung di lokasi, khususnya di RT 37 Kelurahan Sempaja Timur. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar warga yang sakit bisa segera tertangani," jelas Suwarso.
Selain fokus pada layanan kesehatan darurat, Suwarso menegaskan bahwa kebutuhan logistik warga juga menjadi prioritas utama.
Pihaknya bersama instansi terkait telah bergerak cepat untuk mendirikan dapur umum bagi para korban banjir.
Menurutnya dapur umum ini sangat vital untuk menyuplai makanan siap saji, mengingat banyak warga yang rumahnya terendam dan tidak bisa memasak.
"Persiapan tim dapur umum juga sedang berjalan hari ini di Bengkuring," ungkapnya.
Proses pendirian dapur umum ini, lanjut Suwarso, merupakan kerja kolaboratif berbagai pihak. "Tim dapur umum ini gabungan dari BPBD Kota Samarinda, Dinas Sosial Samarinda, BPBD Provinsi Kaltim, serta aparat Kelurahan Sempaja Timur," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Layanan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah kota samarinda melalui doctor on call terhadap korban banjir di Bengkuring. (Foto: BPBD Samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kondisi warga terdampak banjir di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda terus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso turun langsung ke lokasi banjir.
Tak hanya memantau ketinggian air, Suwarso turut mengantarkan tim medis menggunakan perahu kecil untuk menyisir rumah-rumah warga.
Aksi ini dilakukan untuk memastikan warga yang sakit dan terjebak di dalam rumah tetap mendapatkan layanan kesehatan.
Pantauan di lokasi, tim medis harus menerobos genangan air yang masih cukup tinggi untuk bisa menjangkau permukiman warga, khususnya di RT 37.
"Hari ini kami fokus melakukan monitoring banjir sekaligus pendampingan tim medis," ujar Suwarso saat dikonfirmasi, Minggu (26/10/2025).
Suwarso menjelaskan langkah ini diambil sebagai respons cepat atas laporan adanya warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan, tapi terkendala akses akibat banjir.
Tim medis yang dikerahkan merupakan gabungan dari layanan Doctor on Call dan petugas Puskesmas Bengkuring.
"Kami melakukan pemeriksaan dan pengobatan pasien langsung di lokasi, khususnya di RT 37 Kelurahan Sempaja Timur. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar warga yang sakit bisa segera tertangani," jelas Suwarso.
Selain fokus pada layanan kesehatan darurat, Suwarso menegaskan bahwa kebutuhan logistik warga juga menjadi prioritas utama.
Pihaknya bersama instansi terkait telah bergerak cepat untuk mendirikan dapur umum bagi para korban banjir.
Menurutnya dapur umum ini sangat vital untuk menyuplai makanan siap saji, mengingat banyak warga yang rumahnya terendam dan tidak bisa memasak.
"Persiapan tim dapur umum juga sedang berjalan hari ini di Bengkuring," ungkapnya.
Proses pendirian dapur umum ini, lanjut Suwarso, merupakan kerja kolaboratif berbagai pihak. "Tim dapur umum ini gabungan dari BPBD Kota Samarinda, Dinas Sosial Samarinda, BPBD Provinsi Kaltim, serta aparat Kelurahan Sempaja Timur," pungkasnya.
(Sf/Lo)