Ternyata Ini Alasan Car Free Night Perdana Hadir di Samarinda, Ratusan UMKM Langsung Antre

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    16 April 2026 11:50 WIB

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) siap meluncurkan Car Free Night (CFN) perdana di kawasan Jalan Kusuma Bangsa pada Sabtu (18/4/2026). 

    Publik mungkin bertanya-tanya, apa yang mendasari hadirnya ruang publik baru di malam minggu ini.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengungkap alasan utama di balik kebijakan ini bukanlah sekadar menambah tempat nongkrong, melainkan langkah nyata menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

    Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari Rapat Koordinasi Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri pada 28 Maret 2026 lalu, yang kemudian diperkuat oleh Surat Edaran Menteri Dalam Negeri kepada para kepala daerah.

    "Efisiensi bahan bakar itu kenapa dilakukan? Salah satunya adalah mengurangi mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor, khususnya yang mengonsumsi bahan bakar subsidi. Karena itu mobilitas masyarakat di Jalan Kusuma Bangsa pada malam hari akan kita tutup dan alihkan," ungkap Manalu ditemui di Samarinda, Kamis (16/4/2026).

    Di balik misi efisiensi energi tersebut, CFN ternyata membawa angin segar bagi perekonomian warga. Dishub mencatat antusiasme yang luar biasa dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berjualan di area CFN.

    "Tadi pagi kami berkoordinasi, itu sudah ada 270 pendaftar. Ya, ucukup luar biasa. Untuk itu, UMKM yang hadir akan kita ganti atau gilir. Nanti ada bagian tersendiri yang mengurus pengaturan UMKM tersebut agar merata," jelas Manalu.

    CFN di Jalan Kusuma Bangsa akan berlangsung mulai pukul 19.30-23.00 WITA. Dishub sangat mengimbau warga untuk datang menggunakan sepeda. Bagi warga yang membawa kendaraan bermotor, Dishub telah menyiapkan kantong parkir resmi di mal terdekat dan kawasan GOR Segiri.

    Manalu secara tegas melarang pengunjung memarkir kendaraan di jalan-jalan akses seperti Jalan Harmonika. 

    "Ini untuk menghindari jukir-jukir (juru parkir) liar yang tidak bertanggung jawab dan pungutan-pungutan tidak resmi," tegasnya.

    Selain CFN, Pemkot Samarinda juga memperluas kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Citra Niaga dan Jalan Anggi (Jalan Fahruddin). Menariknya, Manalu menekankan kedua lokasi CFD baru ini murni untuk olahraga dan kegiatan 

    "Untuk di Jalan Citra Niaga itu khusus olahraga, tidak ada kegiatan UMKM. Di Jalan Anggi juga khusus untuk program bersih-bersih dan olahraga. Jadi car free itu tidak harus disertai UMKM, karena tujuan esensinya adalah penutupan jalan untuk efisiensi energi," tambahnya.

    Melalui gebrakan perluasan CFD dan inisiasi CFN ini, Manalu berharap kawasan tersebut bisa menjadi sarana interaksi sosial yang sehat sekaligus menjadi ikon baru bagi Kota Tepian.

    "Semoga ini menjadi ikon baru di Samarinda, sekaligus wujud prestasi pemkot yang ikut mendukung efisiensi energi arahan dari pemerintah pusat," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Ternyata Ini Alasan Car Free Night Perdana Hadir di Samarinda, Ratusan UMKM Langsung Antre

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    16 April 2026 11:50 WIB

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) siap meluncurkan Car Free Night (CFN) perdana di kawasan Jalan Kusuma Bangsa pada Sabtu (18/4/2026). 

    Publik mungkin bertanya-tanya, apa yang mendasari hadirnya ruang publik baru di malam minggu ini.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengungkap alasan utama di balik kebijakan ini bukanlah sekadar menambah tempat nongkrong, melainkan langkah nyata menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

    Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari Rapat Koordinasi Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri pada 28 Maret 2026 lalu, yang kemudian diperkuat oleh Surat Edaran Menteri Dalam Negeri kepada para kepala daerah.

    "Efisiensi bahan bakar itu kenapa dilakukan? Salah satunya adalah mengurangi mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor, khususnya yang mengonsumsi bahan bakar subsidi. Karena itu mobilitas masyarakat di Jalan Kusuma Bangsa pada malam hari akan kita tutup dan alihkan," ungkap Manalu ditemui di Samarinda, Kamis (16/4/2026).

    Di balik misi efisiensi energi tersebut, CFN ternyata membawa angin segar bagi perekonomian warga. Dishub mencatat antusiasme yang luar biasa dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berjualan di area CFN.

    "Tadi pagi kami berkoordinasi, itu sudah ada 270 pendaftar. Ya, ucukup luar biasa. Untuk itu, UMKM yang hadir akan kita ganti atau gilir. Nanti ada bagian tersendiri yang mengurus pengaturan UMKM tersebut agar merata," jelas Manalu.

    CFN di Jalan Kusuma Bangsa akan berlangsung mulai pukul 19.30-23.00 WITA. Dishub sangat mengimbau warga untuk datang menggunakan sepeda. Bagi warga yang membawa kendaraan bermotor, Dishub telah menyiapkan kantong parkir resmi di mal terdekat dan kawasan GOR Segiri.

    Manalu secara tegas melarang pengunjung memarkir kendaraan di jalan-jalan akses seperti Jalan Harmonika. 

    "Ini untuk menghindari jukir-jukir (juru parkir) liar yang tidak bertanggung jawab dan pungutan-pungutan tidak resmi," tegasnya.

    Selain CFN, Pemkot Samarinda juga memperluas kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Citra Niaga dan Jalan Anggi (Jalan Fahruddin). Menariknya, Manalu menekankan kedua lokasi CFD baru ini murni untuk olahraga dan kegiatan 

    "Untuk di Jalan Citra Niaga itu khusus olahraga, tidak ada kegiatan UMKM. Di Jalan Anggi juga khusus untuk program bersih-bersih dan olahraga. Jadi car free itu tidak harus disertai UMKM, karena tujuan esensinya adalah penutupan jalan untuk efisiensi energi," tambahnya.

    Melalui gebrakan perluasan CFD dan inisiasi CFN ini, Manalu berharap kawasan tersebut bisa menjadi sarana interaksi sosial yang sehat sekaligus menjadi ikon baru bagi Kota Tepian.

    "Semoga ini menjadi ikon baru di Samarinda, sekaligus wujud prestasi pemkot yang ikut mendukung efisiensi energi arahan dari pemerintah pusat," pungkasnya.

    (Sf/Lo)