Seputar Kaltim
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim Abdul Muis. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Sebagian besar terminal di kecamatan-kecamatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum berfungsi optimal. Beberapa di antaranya sudah lama tidak aktif. Kondisi ini menjadi salah satu kendala konektivitas transportasi antara wilayah kecamatan dan pusat Kota Sangatta.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Abdul Muis mengatakan, hampir seluruh terminal kecamatan masih belum berfungsi sebagaimana mestinya.
“Ya, hampir semuanya belum optimal. Ada beberapa terminal yang sampai sekarang boleh dikatakan belum aktif. Memang sudah lama vakum,” ujar Abdul Muis.
Untuk memperbaiki konektivitas antarkecamatan, Dishub Kutim telah mengusulkan sejumlah jalur angkutan perintis kepada Kementerian Perhubungan. Rute tersebut dirancang untuk menghubungkan Sangatta dengan sejumlah wilayah yang membutuhkan akses transportasi umum.
Rute yang diusulkan meliputi Sangatta–Bengalon–Kaliorang–Sangkulirang, Sangatta–Batu Ampar–Muara Bengkal–Muara Ancalong, serta Sangatta–Rantau Pulung–Wahau–Kombeng. Dishub juga mengusulkan jalur Samarinda–Muara Bengkal–Muara Ancalong, meski rute terakhir merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Dari sejumlah rute yang diusulkan, Kutim mendapatkan bantuan angkutan perintis dari pemerintah pusat. Namun, pada tahap awal tahun depan, layanan yang direncanakan baru mencakup satu rute, yakni Sangatta–Rantau Pulung–Wahau–Kombeng.
Abdul Muis menjelaskan, belum semua rute dapat direalisasikan karena masih membutuhkan kelengkapan data dukung. Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah kesiapan terminal sebagai tempat pemberhentian dan penghubung perjalanan penumpang.
Persoalan tersebut salah satunya ditemukan di Muara Ancalong. Terminal yang pernah dibangun di kawasan jembatan baru belum dapat difungsikan, sehingga perlu ada penyelesaian terkait fasilitas pendukungnya.
Dishub Kutim telah membahas persoalan itu bersama pihak Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong. Pembahasan juga melibatkan tiga perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, terutama terkait kemungkinan penggunaan jalan hauling untuk dilalui angkutan umum atau angkutan perintis.
Menurut Abdul Muis, ketiga perusahaan pada prinsipnya menyetujui penggunaan jalan tersebut apabila dapat dilalui angkutan umum. Dukungan itu menjadi salah satu hal yang diperlukan untuk melengkapi persyaratan pengajuan rute angkutan perintis.
Selain akses jalan, ketersediaan lahan terminal di Muara Ancalong juga mulai dibahas. Dalam pertemuan tersebut, pihak kecamatan melalui camat menyatakan kesediaan menghibahkan lahan untuk pembangunan terminal.
“Camat Muara Ancalong kemarin hadir dan bersedia memberikan hibah untuk terminal di Muara Ancalong,” ungkapnya.
Abdul Muis mengatakan, kelengkapan data dukung, termasuk kesiapan terminal dan akses jalan, menjadi syarat penting agar rute lain yang telah diusulkan dapat memperoleh bantuan angkutan perintis.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim Abdul Muis. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Sebagian besar terminal di kecamatan-kecamatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum berfungsi optimal. Beberapa di antaranya sudah lama tidak aktif. Kondisi ini menjadi salah satu kendala konektivitas transportasi antara wilayah kecamatan dan pusat Kota Sangatta.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Abdul Muis mengatakan, hampir seluruh terminal kecamatan masih belum berfungsi sebagaimana mestinya.
“Ya, hampir semuanya belum optimal. Ada beberapa terminal yang sampai sekarang boleh dikatakan belum aktif. Memang sudah lama vakum,” ujar Abdul Muis.
Untuk memperbaiki konektivitas antarkecamatan, Dishub Kutim telah mengusulkan sejumlah jalur angkutan perintis kepada Kementerian Perhubungan. Rute tersebut dirancang untuk menghubungkan Sangatta dengan sejumlah wilayah yang membutuhkan akses transportasi umum.
Rute yang diusulkan meliputi Sangatta–Bengalon–Kaliorang–Sangkulirang, Sangatta–Batu Ampar–Muara Bengkal–Muara Ancalong, serta Sangatta–Rantau Pulung–Wahau–Kombeng. Dishub juga mengusulkan jalur Samarinda–Muara Bengkal–Muara Ancalong, meski rute terakhir merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Dari sejumlah rute yang diusulkan, Kutim mendapatkan bantuan angkutan perintis dari pemerintah pusat. Namun, pada tahap awal tahun depan, layanan yang direncanakan baru mencakup satu rute, yakni Sangatta–Rantau Pulung–Wahau–Kombeng.
Abdul Muis menjelaskan, belum semua rute dapat direalisasikan karena masih membutuhkan kelengkapan data dukung. Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah kesiapan terminal sebagai tempat pemberhentian dan penghubung perjalanan penumpang.
Persoalan tersebut salah satunya ditemukan di Muara Ancalong. Terminal yang pernah dibangun di kawasan jembatan baru belum dapat difungsikan, sehingga perlu ada penyelesaian terkait fasilitas pendukungnya.
Dishub Kutim telah membahas persoalan itu bersama pihak Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong. Pembahasan juga melibatkan tiga perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, terutama terkait kemungkinan penggunaan jalan hauling untuk dilalui angkutan umum atau angkutan perintis.
Menurut Abdul Muis, ketiga perusahaan pada prinsipnya menyetujui penggunaan jalan tersebut apabila dapat dilalui angkutan umum. Dukungan itu menjadi salah satu hal yang diperlukan untuk melengkapi persyaratan pengajuan rute angkutan perintis.
Selain akses jalan, ketersediaan lahan terminal di Muara Ancalong juga mulai dibahas. Dalam pertemuan tersebut, pihak kecamatan melalui camat menyatakan kesediaan menghibahkan lahan untuk pembangunan terminal.
“Camat Muara Ancalong kemarin hadir dan bersedia memberikan hibah untuk terminal di Muara Ancalong,” ungkapnya.
Abdul Muis mengatakan, kelengkapan data dukung, termasuk kesiapan terminal dan akses jalan, menjadi syarat penting agar rute lain yang telah diusulkan dapat memperoleh bantuan angkutan perintis.
(Sf/Lo)