Seputar Kaltim

    Terkendala Infrastruktur, Cakupan Layanan Air Bersih di Paser Baru 35,4 Persen

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2024 pukul 12:54 WITA

    Dewas Perumda Air Minum Tirta Kandilo, Adi Maulana (dok. Prokopim Paser/Seputarfakta.com)

    Tanah Grogot - Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Tirta Kandilo, Adi Maulana menyebutkan cakupan layanan air bersih baru mencapai 35,4 persen atau meliputi 51 kelurahan/desa.

    Sementara Kabupaten Paser terdiri dari 10 Kecamatan dengan 139 desa dan lima kelurahan, sehingga diartikan masih kurang 64,6 persen yang belum tersentuh layanan air bersih.

    Lebih rinci dari jumlah penduduk yang terlayani, yakni 182.521 jiwa atau sebanyak 30.256 sambungan langganan.

    "Untuk Kecamatan Tanjung Aru target kami dalam renbis (rencana bisnis) pada 2027 sudah ada unit pelayanan air bersih," kata Adi Maulana saat membahas rencana bisnis (renbis) Perumda Tirta Kandilo bersama PT Adhikari di Grand Mercure, Jakarta, Sabtu (10/8/2024).

    Faktor yang menghambat, kata Adi Maulana salah satunya disebabkan kondisi akses infrastrukur kemudian jarak antar desa yang cukup jauh.

    Untuk langkah yang perlu diambil guna air bersih dapat didistribusikan ke seluruh desa, katanya perlu inovasi seperti unit pengelolaan air bersih melalui renbis Perumda Air Minum Tirta Kandilo.

    "Pada poinnya mungkin ada kerja sama dengan perusahaan yang mau mengembangkan inovasi itu, atau bahkan kerja sama dengan BUMDes dapat mengelolanya," tuturnya.

    Ia membeberkan pemaparan hasil dokumen renbis Perumda Air Minum Tirta Kandilo 2024-2028 dengan PT Anagata Dhiya Karya Mandiri (Adhikari) untuk mempertajam rencana-rencana yang telah ditetapkan, atau rencana yang diharapkan.

    Beberapa diantaranya dimulai dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Kandilo pemanfaatan teknologi dan informasi terkini dalam seluruh aspek pelayanan air minum.

    Serta penambahan sistem jaringan pelayanan air minum di kecamatan-kecamatan yang potensial dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk layanan prima, tata kelola, hingga peningkatan kelembagaan baik secara regulasi maupun organisasi di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Kandilo.

    Adapun renbis yang disusun untuk lima tahun ke depan harus dilaksanakan. Dalam renbis katanya bakal direncanakan setiap tahunnya melalui kegiatan tahunan Perumda Air Minum Tirta Kandilo.

    "Sehingga target-target kita untuk meningkatkan kualitas air, kuantitas pelanggan itu bisa tercapai dalam lima tahun, paling penting tingkat kebocoran bisa kami minimalkan," tutur Adi Maulana.

    Kata dia seyogianya Bupati Paser, Fahmi Fadli selalu siap mendukung dari segi kebijakan untuk pengembangan Perumda Air Minum Tirta Kandilo bila Perumda punya program yang jelas.

    Sebelumnya dr Fahmi Fadli telah bertolak ke Jakarta menyempatkan berdiskusi menanyakan mengenai perbaikan jaringan pendistribusian air bersih.

    Direktur Utama PT Adhikari, Syaifullah mengungkapkan, jika Perumda Air Minum Tirta Kandilo sangat proaktif dalam mengupayakan penyusunan rencana bisnis.

    "Jadi tinggal perlu koordinasi aktif dengan Pemkab dan Pemprov dan pemerintah pusat dan CSR perusahaan terkait pembiayaan," ucapnya.

    Peranan dari PT Adhikari yakni membantu mencarikan investor untuk investasi dalam pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). "Sejauh ini sudah ada investor yang melirik mendukung renbis Perumda Air Minum Tirta Kandilo," pungkas Syaifullah.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Terkendala Infrastruktur, Cakupan Layanan Air Bersih di Paser Baru 35,4 Persen

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2024 pukul 12:54 WITA

    Dewas Perumda Air Minum Tirta Kandilo, Adi Maulana (dok. Prokopim Paser/Seputarfakta.com)

    Tanah Grogot - Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Tirta Kandilo, Adi Maulana menyebutkan cakupan layanan air bersih baru mencapai 35,4 persen atau meliputi 51 kelurahan/desa.

    Sementara Kabupaten Paser terdiri dari 10 Kecamatan dengan 139 desa dan lima kelurahan, sehingga diartikan masih kurang 64,6 persen yang belum tersentuh layanan air bersih.

    Lebih rinci dari jumlah penduduk yang terlayani, yakni 182.521 jiwa atau sebanyak 30.256 sambungan langganan.

    "Untuk Kecamatan Tanjung Aru target kami dalam renbis (rencana bisnis) pada 2027 sudah ada unit pelayanan air bersih," kata Adi Maulana saat membahas rencana bisnis (renbis) Perumda Tirta Kandilo bersama PT Adhikari di Grand Mercure, Jakarta, Sabtu (10/8/2024).

    Faktor yang menghambat, kata Adi Maulana salah satunya disebabkan kondisi akses infrastrukur kemudian jarak antar desa yang cukup jauh.

    Untuk langkah yang perlu diambil guna air bersih dapat didistribusikan ke seluruh desa, katanya perlu inovasi seperti unit pengelolaan air bersih melalui renbis Perumda Air Minum Tirta Kandilo.

    "Pada poinnya mungkin ada kerja sama dengan perusahaan yang mau mengembangkan inovasi itu, atau bahkan kerja sama dengan BUMDes dapat mengelolanya," tuturnya.

    Ia membeberkan pemaparan hasil dokumen renbis Perumda Air Minum Tirta Kandilo 2024-2028 dengan PT Anagata Dhiya Karya Mandiri (Adhikari) untuk mempertajam rencana-rencana yang telah ditetapkan, atau rencana yang diharapkan.

    Beberapa diantaranya dimulai dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Kandilo pemanfaatan teknologi dan informasi terkini dalam seluruh aspek pelayanan air minum.

    Serta penambahan sistem jaringan pelayanan air minum di kecamatan-kecamatan yang potensial dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk layanan prima, tata kelola, hingga peningkatan kelembagaan baik secara regulasi maupun organisasi di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Kandilo.

    Adapun renbis yang disusun untuk lima tahun ke depan harus dilaksanakan. Dalam renbis katanya bakal direncanakan setiap tahunnya melalui kegiatan tahunan Perumda Air Minum Tirta Kandilo.

    "Sehingga target-target kita untuk meningkatkan kualitas air, kuantitas pelanggan itu bisa tercapai dalam lima tahun, paling penting tingkat kebocoran bisa kami minimalkan," tutur Adi Maulana.

    Kata dia seyogianya Bupati Paser, Fahmi Fadli selalu siap mendukung dari segi kebijakan untuk pengembangan Perumda Air Minum Tirta Kandilo bila Perumda punya program yang jelas.

    Sebelumnya dr Fahmi Fadli telah bertolak ke Jakarta menyempatkan berdiskusi menanyakan mengenai perbaikan jaringan pendistribusian air bersih.

    Direktur Utama PT Adhikari, Syaifullah mengungkapkan, jika Perumda Air Minum Tirta Kandilo sangat proaktif dalam mengupayakan penyusunan rencana bisnis.

    "Jadi tinggal perlu koordinasi aktif dengan Pemkab dan Pemprov dan pemerintah pusat dan CSR perusahaan terkait pembiayaan," ucapnya.

    Peranan dari PT Adhikari yakni membantu mencarikan investor untuk investasi dalam pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). "Sejauh ini sudah ada investor yang melirik mendukung renbis Perumda Air Minum Tirta Kandilo," pungkas Syaifullah.

    (Sf/RS)