Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Distransnaker Kutim, Sulisman,(Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta – Rencana pelaksanaan job fair di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum dapat direalisasikan pada tahun ini. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim menyebut belum tersedianya anggaran menjadi kendala utama pelaksanaan job fair.
Kepala Distransnaker Kutim, Sulisman, mengatakan pihaknya mengusulkan pelaksanaan job fair pada tahun depan. Sementara untuk tahun ini, seluruh program masih mengacu pada anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Memang kita usulkan untuk anggaran tahun depan. Kalau tahun ini kayaknya belum, karena belum ada anggarannya. Tahun ini kita melaksanakan anggaran yang memang sudah ditetapkan tahun sebelumnya," ujar Sulisman.
Meski demikian, Distransnaker tetap akan mengusulkan penyelenggaraan job fair apabila terdapat tambahan anggaran melalui APBD Perubahan.
"Kecuali nanti di perubahan ada penambahan APBD, kita tetap usulkan ke pimpinan, job fair maupun kegiatan lain termasuk pelatihan," katanya.
Sulisman juga mengungkapkan adanya usulan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas. Salah satu usulan yang dibahas bersama Bappeda ialah pelatihan pijat bagi penyandang tunanetra.
Setelah mengikuti pelatihan, mereka dapat ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, maupun instansi pelayanan publik yang memiliki ruang tunggu untuk memberikan layanan pijat kepada masyarakat.
"Misalnya tukang pijat untuk tunanetra atau yang berkebutuhan khusus. Mereka kita latih dulu, diberikan pelatihan khusus, baru kemudian bisa dimanfaatkan atau dipekerjakan di rumah sakit, puskesmas, atau instansi pelayanan yang memiliki ruang tunggu cukup lama," pungkasnya.
(Sf/RS)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Distransnaker Kutim, Sulisman,(Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta – Rencana pelaksanaan job fair di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum dapat direalisasikan pada tahun ini. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim menyebut belum tersedianya anggaran menjadi kendala utama pelaksanaan job fair.
Kepala Distransnaker Kutim, Sulisman, mengatakan pihaknya mengusulkan pelaksanaan job fair pada tahun depan. Sementara untuk tahun ini, seluruh program masih mengacu pada anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Memang kita usulkan untuk anggaran tahun depan. Kalau tahun ini kayaknya belum, karena belum ada anggarannya. Tahun ini kita melaksanakan anggaran yang memang sudah ditetapkan tahun sebelumnya," ujar Sulisman.
Meski demikian, Distransnaker tetap akan mengusulkan penyelenggaraan job fair apabila terdapat tambahan anggaran melalui APBD Perubahan.
"Kecuali nanti di perubahan ada penambahan APBD, kita tetap usulkan ke pimpinan, job fair maupun kegiatan lain termasuk pelatihan," katanya.
Sulisman juga mengungkapkan adanya usulan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas. Salah satu usulan yang dibahas bersama Bappeda ialah pelatihan pijat bagi penyandang tunanetra.
Setelah mengikuti pelatihan, mereka dapat ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, maupun instansi pelayanan publik yang memiliki ruang tunggu untuk memberikan layanan pijat kepada masyarakat.
"Misalnya tukang pijat untuk tunanetra atau yang berkebutuhan khusus. Mereka kita latih dulu, diberikan pelatihan khusus, baru kemudian bisa dimanfaatkan atau dipekerjakan di rumah sakit, puskesmas, atau instansi pelayanan yang memiliki ruang tunggu cukup lama," pungkasnya.
(Sf/RS)