Seputar Kaltim

    Terkait Kabel Semerawut di Balikpapan, Pemkot Sebut Infrastruktur Bawah Tanah Masih Tahap Perencanaan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Februari 2026 pukul 13:02 WITA

    Presiden RI Prabowo Subianto soroti kabel semerawut yang ada di Kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyoroti kondisi kabel semerawut di Kota Balikpapan mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota Balikpapan. Pemkot mengakui hingga saat ini masih menghadapi keterbatasan dalam penataan infrastruktur kabel.

    Asisten I Pemerintah Kota Balikpapan, Zulkifli, menjelaskan bahwa kondisi kabel yang terlihat semerawut disebabkan karena Balikpapan masih menggunakan sistem jaringan kabel udara. Selain itu, kota ini belum memiliki sarana infrastruktur yang sepenuhnya mendukung penempatan kabel melalui jalur bawah tanah.

    “Balikpapan memang masih menggunakan media kabel, dan kita belum punya fasilitas kota yang bisa mengakomodasi seluruh kabel untuk ditanam di bawah tanah,” ucap Zulkifli kepada media, Rabu (4/2/2026).

    Ia juga menyoroti kurangnya tanggung jawab dari para vendor atau penyedia layanan jaringan dalam menjaga ketertiban pemasangan kabel di lapangan. Menurutnya, masih banyak pemasangan kabel yang dilakukan tanpa memperhatikan kerapian dan estetika kota.

    “Para vendor ini seharusnya bertanggung jawab menertibkan sendiri kabel-kabel mereka. Jangan menunggu penertiban secara umum dari pemerintah kota. Mestinya masing-masing bisa menjaga ketertiban di lapangan,” tegasnya.

    Zulkifli menambahkan, kondisi kabel telekomunikasi di lapangan tergolong paling semrawut. Sementara itu, untuk kabel listrik, menurutnya tidak memungkinkan seluruh jaringan dipasang di bawah tanah karena adanya tekanan tertentu, sehingga sebagian tetap harus berada di atas.

    Terkait penataan kabel ke depan, Pemkot Balikpapan akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Hal ini mengingat keberadaan jaringan kabel juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

    “Untuk penanganan kabel-kabel ini, kami akan berkoordinasi dengan Diskominfo karena jaringan tersebut memang menjadi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa rencana pembangunan infrastruktur kabel bawah tanah sebenarnya sudah ada. Namun, hingga saat ini masih berada dalam tahap perencanaan.

    “Rencana pemasangan kabel di bawah tanah sudah ada, hanya saja saat ini masih dalam proses perencanaan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Terkait Kabel Semerawut di Balikpapan, Pemkot Sebut Infrastruktur Bawah Tanah Masih Tahap Perencanaan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Februari 2026 pukul 13:02 WITA

    Presiden RI Prabowo Subianto soroti kabel semerawut yang ada di Kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyoroti kondisi kabel semerawut di Kota Balikpapan mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota Balikpapan. Pemkot mengakui hingga saat ini masih menghadapi keterbatasan dalam penataan infrastruktur kabel.

    Asisten I Pemerintah Kota Balikpapan, Zulkifli, menjelaskan bahwa kondisi kabel yang terlihat semerawut disebabkan karena Balikpapan masih menggunakan sistem jaringan kabel udara. Selain itu, kota ini belum memiliki sarana infrastruktur yang sepenuhnya mendukung penempatan kabel melalui jalur bawah tanah.

    “Balikpapan memang masih menggunakan media kabel, dan kita belum punya fasilitas kota yang bisa mengakomodasi seluruh kabel untuk ditanam di bawah tanah,” ucap Zulkifli kepada media, Rabu (4/2/2026).

    Ia juga menyoroti kurangnya tanggung jawab dari para vendor atau penyedia layanan jaringan dalam menjaga ketertiban pemasangan kabel di lapangan. Menurutnya, masih banyak pemasangan kabel yang dilakukan tanpa memperhatikan kerapian dan estetika kota.

    “Para vendor ini seharusnya bertanggung jawab menertibkan sendiri kabel-kabel mereka. Jangan menunggu penertiban secara umum dari pemerintah kota. Mestinya masing-masing bisa menjaga ketertiban di lapangan,” tegasnya.

    Zulkifli menambahkan, kondisi kabel telekomunikasi di lapangan tergolong paling semrawut. Sementara itu, untuk kabel listrik, menurutnya tidak memungkinkan seluruh jaringan dipasang di bawah tanah karena adanya tekanan tertentu, sehingga sebagian tetap harus berada di atas.

    Terkait penataan kabel ke depan, Pemkot Balikpapan akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Hal ini mengingat keberadaan jaringan kabel juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

    “Untuk penanganan kabel-kabel ini, kami akan berkoordinasi dengan Diskominfo karena jaringan tersebut memang menjadi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa rencana pembangunan infrastruktur kabel bawah tanah sebenarnya sudah ada. Namun, hingga saat ini masih berada dalam tahap perencanaan.

    “Rencana pemasangan kabel di bawah tanah sudah ada, hanya saja saat ini masih dalam proses perencanaan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)