Seputar Kaltim

    Terkait Banjir Mahakam Ulu, Pj Gubernur Kaltim: Semua tim sudah bergerak

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Mei 2024 pukul 17:07 WITA

    Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik menanggapi terjadinya bencana banjir yang terjadi di Mahakam Ulu, dan mengerahkan tim untuk melakukan penanganan dengan cepat. (Tangkapan Layar)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menyebut Pemprov Kaltim telah menggerakkan semua tim yang bisa diupayakan untuk membantu warga di 37 desa dan kampung, yang terdampak banjir di Kabupaten Mahakam Ulu. 

    Ia mengambil langkah penanganan cepat dengan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk secepatnya datang ke lokasi dan memberikan bantuan.

    "Becana banjir yang terjadi di Mahulu,  tentunya kita mengambil langkah cepat, saya sudah memerintahkan Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera memberikan bantuan dari pemerintah," ungkap Akmal Malik, Selasa (16/5/2024).

    Saat ini, perangkat daerah yang telah bergerak yakni Dinas Sosial Kaltim, yang mana telah mempersiapkan 6.000 paket bantuan sembako untuk warga yang terdampak.

    "BPBD menyiapkan perahu untuk penyelamatan warga dan kita juga kerja sama dengan basarnas, untuk segera membangun pos penanganan di beberapa titik Kabupaten Mahulu, termasuk di ujoh bilong," paparnya.

    Pos penanganan itu disiapkan untuk warga yang banyak dan potensi bencana akan terjadi. 

    "Kami juga akan terus monitor bagaimana tingkat kenaikan air bisa terjadi dari hulu sungai dan kita berharap sekali lagi bisa meringankan beban saudara kita di Mahulu yang tertimpa bencana banjir," tuturnya.

    Kejadian yang menimpa Mahulu ini telah dilaporkan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk mendapatkan tambahan logistik. 

    Adapun Rencana bantuan yang akan diberikan mencakup 6.000 paket sembako dengan total anggaran sebesar Rp2.401.800.000 yang bersumber dari APBD. Yakni terdiri dari beras seberat 5 kg, gula pasir 1 kg, cornet 189 gr, kue kaleng 450 gr, satu dos mie instan, minyak goreng 1 liter, dan satu kaleng susu kental. Sebanyak 1.500 paket sembako akan segera dikirimkan pada sore ini sesuai dengan ketersediaan yang ada di gudang.

    Kekurangan 4.500 paket lainnya dijadwalkan akan dikirimkan pekan depan, menunggu kedatangan barang dari rekanan penyedia. Selain sembako, bantuan lain yang dikirimkan meliputi 10 unit tenda keluarga portabel, 150 paket Family Kit, 150 paket Kids Ware, 150 buah kasur busa, dan 150 buah selimut dengan nilai total Rp273.375.000 yang dibiayai oleh APBN.

    Saat ini, proses loading tahap pertama barang logistik sejumlah 1.500 paket sedang berlangsung melalui kapal Cahaya Dina yang dibiayai dari APBD, serta barang-barang dari APBN sesuai daftar di atas. Kapal tersebut dijadwalkan akan berangkat besok pagi.

    Di tengah upaya penanganan bencana, tenaga Tagana setempat masih dimaksimalkan sambil menunggu data jumlah masyarakat yang terdampak untuk dukungan tenaga lebih lanjut. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena dampak bencana banjir ini.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Terkait Banjir Mahakam Ulu, Pj Gubernur Kaltim: Semua tim sudah bergerak

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Mei 2024 pukul 17:07 WITA

    Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik menanggapi terjadinya bencana banjir yang terjadi di Mahakam Ulu, dan mengerahkan tim untuk melakukan penanganan dengan cepat. (Tangkapan Layar)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menyebut Pemprov Kaltim telah menggerakkan semua tim yang bisa diupayakan untuk membantu warga di 37 desa dan kampung, yang terdampak banjir di Kabupaten Mahakam Ulu. 

    Ia mengambil langkah penanganan cepat dengan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk secepatnya datang ke lokasi dan memberikan bantuan.

    "Becana banjir yang terjadi di Mahulu,  tentunya kita mengambil langkah cepat, saya sudah memerintahkan Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera memberikan bantuan dari pemerintah," ungkap Akmal Malik, Selasa (16/5/2024).

    Saat ini, perangkat daerah yang telah bergerak yakni Dinas Sosial Kaltim, yang mana telah mempersiapkan 6.000 paket bantuan sembako untuk warga yang terdampak.

    "BPBD menyiapkan perahu untuk penyelamatan warga dan kita juga kerja sama dengan basarnas, untuk segera membangun pos penanganan di beberapa titik Kabupaten Mahulu, termasuk di ujoh bilong," paparnya.

    Pos penanganan itu disiapkan untuk warga yang banyak dan potensi bencana akan terjadi. 

    "Kami juga akan terus monitor bagaimana tingkat kenaikan air bisa terjadi dari hulu sungai dan kita berharap sekali lagi bisa meringankan beban saudara kita di Mahulu yang tertimpa bencana banjir," tuturnya.

    Kejadian yang menimpa Mahulu ini telah dilaporkan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk mendapatkan tambahan logistik. 

    Adapun Rencana bantuan yang akan diberikan mencakup 6.000 paket sembako dengan total anggaran sebesar Rp2.401.800.000 yang bersumber dari APBD. Yakni terdiri dari beras seberat 5 kg, gula pasir 1 kg, cornet 189 gr, kue kaleng 450 gr, satu dos mie instan, minyak goreng 1 liter, dan satu kaleng susu kental. Sebanyak 1.500 paket sembako akan segera dikirimkan pada sore ini sesuai dengan ketersediaan yang ada di gudang.

    Kekurangan 4.500 paket lainnya dijadwalkan akan dikirimkan pekan depan, menunggu kedatangan barang dari rekanan penyedia. Selain sembako, bantuan lain yang dikirimkan meliputi 10 unit tenda keluarga portabel, 150 paket Family Kit, 150 paket Kids Ware, 150 buah kasur busa, dan 150 buah selimut dengan nilai total Rp273.375.000 yang dibiayai oleh APBN.

    Saat ini, proses loading tahap pertama barang logistik sejumlah 1.500 paket sedang berlangsung melalui kapal Cahaya Dina yang dibiayai dari APBD, serta barang-barang dari APBN sesuai daftar di atas. Kapal tersebut dijadwalkan akan berangkat besok pagi.

    Di tengah upaya penanganan bencana, tenaga Tagana setempat masih dimaksimalkan sambil menunggu data jumlah masyarakat yang terdampak untuk dukungan tenaga lebih lanjut. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena dampak bencana banjir ini.

    (Sf/Rs)