Seputar Kaltim
Pemanganan karhutla di salah satu titik sulit akses di Paser. (Foto: Petugas Karhutla Paser)
Tana Paser - Di tengah operasi pemadaman tanpa henti selama lebih dari 3 bulan, sebuah insiden menimpa armada petugas penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) Kabupaten Paser di lapangan. Mobil truk pemadam milik tim gabungan terbalik setelah terjebak dalam kepulan asap tebal yang membatasi jarak pandang.
Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Karhutla Kabupaten Paser, Marwansyah menceritakan detik-detik menegangkan saat kecelakaan tunggal tersebut terjadi di wilayah Padang Pengarapat.
Menurut Marwansyah, insiden bermula ketika ia mengatur formasi kendaraan pemadam di lapangan untuk menjinakkan amukan api. Saat sebuah truk diinstruksikan untuk bergerak maju mendekati titik api, tiupan angin kencang secara tiba-tiba memperbesar kobaran api. Asap pekat pun seketika menghalangi total pandangan sang pengemudi.
Demi menghindari risiko kendaraan tersambar api yang membesar secara mendadak, pengemudi memutuskan untuk terus melajukan kendaraannya menerobos kabut asap. Namun nahas, akibat jarak pandang yang tertutup rapat, pengemudi tidak melihat kondisi jalan di depannya yang melewati jembatan darurat buatan masyarakat yang mengalami kerusakan.
"Jembatannya jebol, sampai truknya jatuh dan terbalik. Kaca depannya pecah dan bodi mobil peyok. Di dalam truk ada dua orang," ungkap Marwansyah, Selasa (27/10/2026).
Mengetahui armadanya mengalami kecelakaan, Marwansyah bersama tim yang berada di unit lain bergerak cepat memprioritaskan keselamatan anggotanya yang sempat terjebak di dalam mobil. Mengingat titik lokasi dikelilingi oleh kobaran api, tim segera menyemprotkan air secara intensif ke sekeliling bodi truk yang terbalik untuk mencegah api menyambar kendaraan.
Setelah situasi dipastikan aman dari sambaran api, korban berhasil dievakuasi keluar dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Alhamdulillah hasil rontgen dokter tidak ada cedera fatal atau patah tulang, tidak ada korban jiwa. Hanya saja tangan sopir bengkak akibat tertindih dan saat ini butuh waktu untuk beristirahat," tuturnya.
Kecelakaan kendaraan operasional tersebut menjadi gambaran dari beratnya risiko yang harus dihadapi oleh para petugas di garis depan.
Meski dihadapkan pada ancaman keselamatan jiwa hingga medan ekstrem akibat titik api yang kerap muncul kembali di lokasi yang sama, Marwansyah menegaskan, tim Karhutla Kabupaten Paser akan terus berjibaku demi melindungi masyarakat luas dari dampak buruk karhutla.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pemanganan karhutla di salah satu titik sulit akses di Paser. (Foto: Petugas Karhutla Paser)
Tana Paser - Di tengah operasi pemadaman tanpa henti selama lebih dari 3 bulan, sebuah insiden menimpa armada petugas penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) Kabupaten Paser di lapangan. Mobil truk pemadam milik tim gabungan terbalik setelah terjebak dalam kepulan asap tebal yang membatasi jarak pandang.
Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Karhutla Kabupaten Paser, Marwansyah menceritakan detik-detik menegangkan saat kecelakaan tunggal tersebut terjadi di wilayah Padang Pengarapat.
Menurut Marwansyah, insiden bermula ketika ia mengatur formasi kendaraan pemadam di lapangan untuk menjinakkan amukan api. Saat sebuah truk diinstruksikan untuk bergerak maju mendekati titik api, tiupan angin kencang secara tiba-tiba memperbesar kobaran api. Asap pekat pun seketika menghalangi total pandangan sang pengemudi.
Demi menghindari risiko kendaraan tersambar api yang membesar secara mendadak, pengemudi memutuskan untuk terus melajukan kendaraannya menerobos kabut asap. Namun nahas, akibat jarak pandang yang tertutup rapat, pengemudi tidak melihat kondisi jalan di depannya yang melewati jembatan darurat buatan masyarakat yang mengalami kerusakan.
"Jembatannya jebol, sampai truknya jatuh dan terbalik. Kaca depannya pecah dan bodi mobil peyok. Di dalam truk ada dua orang," ungkap Marwansyah, Selasa (27/10/2026).
Mengetahui armadanya mengalami kecelakaan, Marwansyah bersama tim yang berada di unit lain bergerak cepat memprioritaskan keselamatan anggotanya yang sempat terjebak di dalam mobil. Mengingat titik lokasi dikelilingi oleh kobaran api, tim segera menyemprotkan air secara intensif ke sekeliling bodi truk yang terbalik untuk mencegah api menyambar kendaraan.
Setelah situasi dipastikan aman dari sambaran api, korban berhasil dievakuasi keluar dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Alhamdulillah hasil rontgen dokter tidak ada cedera fatal atau patah tulang, tidak ada korban jiwa. Hanya saja tangan sopir bengkak akibat tertindih dan saat ini butuh waktu untuk beristirahat," tuturnya.
Kecelakaan kendaraan operasional tersebut menjadi gambaran dari beratnya risiko yang harus dihadapi oleh para petugas di garis depan.
Meski dihadapkan pada ancaman keselamatan jiwa hingga medan ekstrem akibat titik api yang kerap muncul kembali di lokasi yang sama, Marwansyah menegaskan, tim Karhutla Kabupaten Paser akan terus berjibaku demi melindungi masyarakat luas dari dampak buruk karhutla.
(Sf/Rs)