Seputar Kaltim

    Terjadi Penumpukan Sampah di TPS Harapan Baru, Diduga karena Banjir

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 Februari 2025 pukul 15:48 WITA

    Luapan sampah di TPS Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Senin (3/2/2025) siang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengakui adanya lonjakan volume sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Harapan Baru dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu penyebabnya disebut karena banjir.

    Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dampak dari penutupan TPS di kawasan Perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK) serta curah hujan yang tinggi yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Loa Janan Ilir. 

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa TPS yang ada di Perumahan BPK ditutup dan dialihkan ke TPS Harapan Baru karena menuai protes warga hingga akhirnya terjadi peristiwa demonstrasi pada 22 Januari lalu. 

    “Dalam beberapa minggu terakhir, terjadi banjir di sejumlah kawasan Samarinda, termasuk Loa Janan Ilir. Akibatnya, banyak sampah non-domestik seperti sofa dan kayu yang seharusnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) justru menumpuk di TPS," ujar Boy saat dikonfirmasi, Senin (3/2/2025). 

    Selain itu, efek dari penutupan TPS BPK juga turut berkontribusi terhadap penumpukan sampah di TPS Harapan Baru. Seperti yang terjadi hari ini, sampah di TPS meluap hampir menyentuh badan jalan. Ia menyebut, DLH Samarinda sudah memprediksi akan terjadi lonjakan. 

    Namun, permasalahan semakin diperburuk oleh sejumlah armada pengangkut sampah di Loa Janan Ilir yang mengalami kerusakan. Armada itu, kata Boy, sedang dalam perbaikan dan diharapkan dapat segera selesai sehingga dalam satu atau dua hari ke depan, sampah yang menumpuk bisa dibersihkan secara tuntas. 

    "Kondisi ini membuat kami membutuhkan waktu, armada, dan tenaga ekstra untuk mengangkut sampah tersebut,” imbuhnya. 

    Boy juga mengungkapkan bahwa tidak sedikit sampah di TPS Samarinda berasal dari warga luar kota, seperti dari wilayah Loa Janan Ulu, Kutai Kartanegara. Banyak dari mereka bekerja di Samarinda dan membuang sampah di TPS yang mereka lewati. 

    Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa melarang atau mengawasi selama 24 jam untuk memastikan hanya warga Samarinda yang membuang sampah di TPS.

    Sebagai solusi jangka panjang, DLH Samarinda sedang merancang sistem baru dengan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan yang terdampak. TPST ini diharapkan dapat mengurangi beban pengangkutan ke TPA dan mempercepat proses pengelolaan sampah.  

    “Kami telah memprediksi akan ada luapan sampah di beberapa TPS, dan itu harus kami analisa dengan baik agar pengangkutan bisa berjalan secara efektif,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Terjadi Penumpukan Sampah di TPS Harapan Baru, Diduga karena Banjir

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 Februari 2025 pukul 15:48 WITA

    Luapan sampah di TPS Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Senin (3/2/2025) siang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengakui adanya lonjakan volume sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Harapan Baru dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu penyebabnya disebut karena banjir.

    Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dampak dari penutupan TPS di kawasan Perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK) serta curah hujan yang tinggi yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Loa Janan Ilir. 

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa TPS yang ada di Perumahan BPK ditutup dan dialihkan ke TPS Harapan Baru karena menuai protes warga hingga akhirnya terjadi peristiwa demonstrasi pada 22 Januari lalu. 

    “Dalam beberapa minggu terakhir, terjadi banjir di sejumlah kawasan Samarinda, termasuk Loa Janan Ilir. Akibatnya, banyak sampah non-domestik seperti sofa dan kayu yang seharusnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) justru menumpuk di TPS," ujar Boy saat dikonfirmasi, Senin (3/2/2025). 

    Selain itu, efek dari penutupan TPS BPK juga turut berkontribusi terhadap penumpukan sampah di TPS Harapan Baru. Seperti yang terjadi hari ini, sampah di TPS meluap hampir menyentuh badan jalan. Ia menyebut, DLH Samarinda sudah memprediksi akan terjadi lonjakan. 

    Namun, permasalahan semakin diperburuk oleh sejumlah armada pengangkut sampah di Loa Janan Ilir yang mengalami kerusakan. Armada itu, kata Boy, sedang dalam perbaikan dan diharapkan dapat segera selesai sehingga dalam satu atau dua hari ke depan, sampah yang menumpuk bisa dibersihkan secara tuntas. 

    "Kondisi ini membuat kami membutuhkan waktu, armada, dan tenaga ekstra untuk mengangkut sampah tersebut,” imbuhnya. 

    Boy juga mengungkapkan bahwa tidak sedikit sampah di TPS Samarinda berasal dari warga luar kota, seperti dari wilayah Loa Janan Ulu, Kutai Kartanegara. Banyak dari mereka bekerja di Samarinda dan membuang sampah di TPS yang mereka lewati. 

    Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa melarang atau mengawasi selama 24 jam untuk memastikan hanya warga Samarinda yang membuang sampah di TPS.

    Sebagai solusi jangka panjang, DLH Samarinda sedang merancang sistem baru dengan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan yang terdampak. TPST ini diharapkan dapat mengurangi beban pengangkutan ke TPA dan mempercepat proses pengelolaan sampah.  

    “Kami telah memprediksi akan ada luapan sampah di beberapa TPS, dan itu harus kami analisa dengan baik agar pengangkutan bisa berjalan secara efektif,” tutupnya.

    (Sf/Rs)