Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat menyerahkan Banmas Presiden ke BPIC Kaltim, Irianto Lambrie. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kalimantan Timur kembali menggelar pemotongan hewan kurban di Masjid Baitul Muttaqien pada perayaan Iduladha tahun ini.
Dari belasan sapi yang disembelih, satu di antaranya merupakan sapi bantuan dari Presiden Republik Indonesia yang beratnya mencapai lebih dari 1 ton.
Ketua Umum BPIC Kaltim, Irianto Lambrie, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Masjid Baitul Muttaqien pada penyelenggaraan kurban tahun ini.
"Alhamdulillah, tahun ini mendapat giliran untuk diserahkan lagi. Tadi sekaligus diserahkan oleh Pak Gubernur bantuan dari Pemprov Kaltim, dua ekor sapi. Salah satunya sangat besar, ditimbang kemarin beratnya lebih dari 1 ton," ujar Irianto usai penyerahan, Rabu (27/5/2026).
Secara keseluruhan, BPIC Kaltim menyembelih 13 ekor sapi dan tiga ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, di antaranya satu ekor sapi dari Presiden RI dan dua ekor sapi dari Pemprov Kaltim.
Selain itu, terdapat sembilan ekor sapi dari pengurus dan karyawan Islamic Center, baik yang berkurban secara patungan maupun pribadi, serta satu ekor sapi dari keluarga Irianto Lambrie yang menetap di Amerika Serikat.
Adapun tiga ekor kambing yang turut disembelih merupakan kurban dari orang tua siswa dan jemaah masjid setempat.
Irianto mengakui adanya penurunan jumlah hewan kurban dibandingkan tahun lalu yang sempat mencapai lebih dari 20 ekor sapi.
Kondisi ekonomi dinilai menjadi faktor utama penyesuaian jumlah kurban yang tidak hanya terjadi di Islamic Center, tetapi juga di berbagai wilayah lainnya.
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya yang sempat diwarnai aksi rebutan daging, BPIC kini memberlakukan aturan ketat.
Sistem satu kupon untuk satu orang ditegakkan demi menghindari praktik kecurangan, di mana pada tahun-tahun sebelumnya sempat ditemukan oknum yang membawa hingga 10 kupon sekaligus.
Sekitar 1.500 hingga 2.000 kupon berwarna khusus telah didistribusikan. Sasaran pendistribusian mencakup warga di kelurahan-kelurahan yang ada di Kecamatan Sungai Kunjang, masyarakat kurang mampu di sekitar masjid, hingga tetangga di sekitar tempat tinggal para pekurban.
"Kita biasakan budaya antre, tidak boleh berebut. Tahun lalu kita evaluasi, tahun ini aturannya diperketat. Pengambilan nanti di atas jam 2 siang dengan jalur antrean yang sudah dibuat," tegasnya.
Irianto juga memberikan imbauan keras terkait keselamatan warga yang datang ke lokasi, khususnya anak-anak. Ia meminta para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mendekat ke area pemotongan.
"Sapi itu bisa menendang, bahaya. Kalau untuk menerima daging silakan anak-anak dapat, tapi harus didampingi atau diwakili orang tuanya," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat menyerahkan Banmas Presiden ke BPIC Kaltim, Irianto Lambrie. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kalimantan Timur kembali menggelar pemotongan hewan kurban di Masjid Baitul Muttaqien pada perayaan Iduladha tahun ini.
Dari belasan sapi yang disembelih, satu di antaranya merupakan sapi bantuan dari Presiden Republik Indonesia yang beratnya mencapai lebih dari 1 ton.
Ketua Umum BPIC Kaltim, Irianto Lambrie, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Masjid Baitul Muttaqien pada penyelenggaraan kurban tahun ini.
"Alhamdulillah, tahun ini mendapat giliran untuk diserahkan lagi. Tadi sekaligus diserahkan oleh Pak Gubernur bantuan dari Pemprov Kaltim, dua ekor sapi. Salah satunya sangat besar, ditimbang kemarin beratnya lebih dari 1 ton," ujar Irianto usai penyerahan, Rabu (27/5/2026).
Secara keseluruhan, BPIC Kaltim menyembelih 13 ekor sapi dan tiga ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, di antaranya satu ekor sapi dari Presiden RI dan dua ekor sapi dari Pemprov Kaltim.
Selain itu, terdapat sembilan ekor sapi dari pengurus dan karyawan Islamic Center, baik yang berkurban secara patungan maupun pribadi, serta satu ekor sapi dari keluarga Irianto Lambrie yang menetap di Amerika Serikat.
Adapun tiga ekor kambing yang turut disembelih merupakan kurban dari orang tua siswa dan jemaah masjid setempat.
Irianto mengakui adanya penurunan jumlah hewan kurban dibandingkan tahun lalu yang sempat mencapai lebih dari 20 ekor sapi.
Kondisi ekonomi dinilai menjadi faktor utama penyesuaian jumlah kurban yang tidak hanya terjadi di Islamic Center, tetapi juga di berbagai wilayah lainnya.
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya yang sempat diwarnai aksi rebutan daging, BPIC kini memberlakukan aturan ketat.
Sistem satu kupon untuk satu orang ditegakkan demi menghindari praktik kecurangan, di mana pada tahun-tahun sebelumnya sempat ditemukan oknum yang membawa hingga 10 kupon sekaligus.
Sekitar 1.500 hingga 2.000 kupon berwarna khusus telah didistribusikan. Sasaran pendistribusian mencakup warga di kelurahan-kelurahan yang ada di Kecamatan Sungai Kunjang, masyarakat kurang mampu di sekitar masjid, hingga tetangga di sekitar tempat tinggal para pekurban.
"Kita biasakan budaya antre, tidak boleh berebut. Tahun lalu kita evaluasi, tahun ini aturannya diperketat. Pengambilan nanti di atas jam 2 siang dengan jalur antrean yang sudah dibuat," tegasnya.
Irianto juga memberikan imbauan keras terkait keselamatan warga yang datang ke lokasi, khususnya anak-anak. Ia meminta para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mendekat ke area pemotongan.
"Sapi itu bisa menendang, bahaya. Kalau untuk menerima daging silakan anak-anak dapat, tapi harus didampingi atau diwakili orang tuanya," pungkasnya.
(Sf/Rs)