Seputar Kaltim

    Terima Penghargaan dari Pemkab Berau, PT HSB Tegaskan Karhutla Masih Perlu Diwaspadai

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 23:49 WITA

    Pemberian penghargaan dari Bupati Berau Sri Juniarsih Mas kepada PT HSB, di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb. (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - PT Hutan Sanggam Berau (HSB) menegaskan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau masih perlu diwaspadai, meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Hal itu disampaikan Manajer Pengamanan Hutan PT HSB, Anwar Kalfangare, setelah HSB menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau atas kontribusinya dalam penanganan karhutla.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Tanjung Redeb, di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (15/9/2026).

    Anwar mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi HSB untuk terus berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

    "Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pencegahan dan penanganan karhutla," ujar Anwar.

    Ia pun menyebut, kondisi di lapangan masih membutuhkan kewaspadaan. Hujan yang turun pada 9 dan 11 September belum sepenuhnya menghilangkan potensi kebakaran. Terlebih, cuaca kembali panas dalam beberapa hari terakhir dan sejumlah hotspot mulai muncul.

    Oleh karena itu, dirinya juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap turunnya hujan sebagai tanda bahwa ancaman karhutla telah berakhir. Pembukaan maupun pembersihan lahan tetap harus dilakukan tanpa menggunakan metode pembakaran.

    "Jangan beranggapan karena hujan sudah turun berarti kondisi sudah aman dan kemudian melakukan pembakaran lahan," tegasnya.

    Selain mencegah pembakaran, masyarakat juga diharapkan ikut melakukan pengawasan di wilayah masing-masing. Setiap menemukan indikasi api atau titik panas, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.

    Dirinya menilai keberhasilan pengendalian karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas pemadam. Peran masyarakat dan seluruh unsur lainnya menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas.

    "Kami juga terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, KPHP Berau Barat, pemerintah kecamatan dan kampung serta unsur terkait lainnya," tuturnya 

    Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah daerah menjaga wilayah Berau dari ancaman karhutla. Terlebih, kondisi kabut asap yang masih terlihat di sejumlah wilayah menunjukkan kewaspadaan tetap diperlukan.

    "Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan," pesannya.

    Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan karhutla, termasuk perusahaan, petugas dan relawan yang selama ini bekerja di lapangan.

    "Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas, relawan dan perusahaan yang sudah berkontribusi dalam membantu menangani karhutla," kata Sri.

    Ia menyebut perjuangan petugas dan relawan dalam menghadapi karhutla dilakukan tanpa mengenal waktu. Mereka tetap bekerja siang dan malam untuk mencegah api meluas dan melindungi wilayah Berau.

    Sri pun mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, pemerintah, aparat, perusahaan, relawan dan masyarakat harus saling mendukung agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan maksimal.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Terima Penghargaan dari Pemkab Berau, PT HSB Tegaskan Karhutla Masih Perlu Diwaspadai

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 23:49 WITA

    Pemberian penghargaan dari Bupati Berau Sri Juniarsih Mas kepada PT HSB, di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb. (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - PT Hutan Sanggam Berau (HSB) menegaskan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau masih perlu diwaspadai, meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Hal itu disampaikan Manajer Pengamanan Hutan PT HSB, Anwar Kalfangare, setelah HSB menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau atas kontribusinya dalam penanganan karhutla.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Tanjung Redeb, di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (15/9/2026).

    Anwar mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi HSB untuk terus berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

    "Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pencegahan dan penanganan karhutla," ujar Anwar.

    Ia pun menyebut, kondisi di lapangan masih membutuhkan kewaspadaan. Hujan yang turun pada 9 dan 11 September belum sepenuhnya menghilangkan potensi kebakaran. Terlebih, cuaca kembali panas dalam beberapa hari terakhir dan sejumlah hotspot mulai muncul.

    Oleh karena itu, dirinya juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap turunnya hujan sebagai tanda bahwa ancaman karhutla telah berakhir. Pembukaan maupun pembersihan lahan tetap harus dilakukan tanpa menggunakan metode pembakaran.

    "Jangan beranggapan karena hujan sudah turun berarti kondisi sudah aman dan kemudian melakukan pembakaran lahan," tegasnya.

    Selain mencegah pembakaran, masyarakat juga diharapkan ikut melakukan pengawasan di wilayah masing-masing. Setiap menemukan indikasi api atau titik panas, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.

    Dirinya menilai keberhasilan pengendalian karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas pemadam. Peran masyarakat dan seluruh unsur lainnya menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas.

    "Kami juga terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, KPHP Berau Barat, pemerintah kecamatan dan kampung serta unsur terkait lainnya," tuturnya 

    Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah daerah menjaga wilayah Berau dari ancaman karhutla. Terlebih, kondisi kabut asap yang masih terlihat di sejumlah wilayah menunjukkan kewaspadaan tetap diperlukan.

    "Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan," pesannya.

    Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan karhutla, termasuk perusahaan, petugas dan relawan yang selama ini bekerja di lapangan.

    "Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas, relawan dan perusahaan yang sudah berkontribusi dalam membantu menangani karhutla," kata Sri.

    Ia menyebut perjuangan petugas dan relawan dalam menghadapi karhutla dilakukan tanpa mengenal waktu. Mereka tetap bekerja siang dan malam untuk mencegah api meluas dan melindungi wilayah Berau.

    Sri pun mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, pemerintah, aparat, perusahaan, relawan dan masyarakat harus saling mendukung agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan maksimal.

    (Sf/Rs)