Cari disini...
Seputar Kaltim
Proyek pembangunan Teras Samarinda tahap II yang berada di Jalan Gajah Mada hingga kawasan di depan Masjid Raya Darussalam Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda Kota, Rabu (2/10/2024). (Foto: HO- Dokumentasi Pribadi/Seputarfakta.com)
Samarinda – Proyek pengembangan Teras Samarinda tahap II menunjukkan progres signifikan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teras Samarinda tahap II, Ilhamsyah mengungkapkan progresnya sudah sekitar 78,79 persen.
Ia pun turut menjelaskan bahwa saat ini fokus utama pekerjaan berada pada perluasan dermaga. Di mana perluasan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di dermaga.
"Pekerjaan perluasan dermaga meliputi area sayap kanan dengan ukuran 30x20 meter dan sayap kiri dengan ukuran 19,5x23,5 meter," beber Ilham, Rabu (2/10/2024).
Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda ini mencakup dua pekerjaan utama, yakni penurapan dan perluasan area dermaga yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan di kawasan tersebut.
Saat ditanya mengenai target penyelesaian proyek, Ilham menyebutkan bahwa proyek Teras Samarinda tahap II kemungkinan besar tidak akan selesai pada tahun ini. Hal itu disebabkan oleh adanya beberapa penambahan dan perubahan desain yang perlu disesuaikan nantinya.
Untuk pengerjaan penurapan akan dikerjakan oleh bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR, sementara pihaknya hanya fokus pada pengembangan dermaga.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Samarinda, Andriyani, menjelaskan bahwa perluasan dermaga ini memakan anggaran sekitar Rp15,6 miliar.
Perlu diketahui, pembangunan Teras Samarinda tahap II berbeda dengan tahap I yang mencakup pembuatan bangunan khusus seperti amphitheater, menggunakan material impor dan sempat mengalami penambahan waktu pengerjaan akibat beberapa kendala teknis. Sementara pada tahap II ini tidak ada bangunan serupa yang dibangun.
"Untuk tahap II, sebenarnya anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp50 miliar. Namun, karena keterbatasan anggaran yang tersedia tahun ini, kami hanya bisa melaksanakan pekerjaan dengan alokasi yang ada. Desainnya pun masih belum final, jadi kami belum bisa memastikan kapan semua pekerjaan akan selesai," ujar Andriyani saat memberikan keterangan belum lama ini.
Jika mengacu pada target dari pemerintah kota, maka seharusnya pembangunan Teras Samarinda tahap II ini rampung pada Desember akhir tahun ini.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proyek pembangunan Teras Samarinda tahap II yang berada di Jalan Gajah Mada hingga kawasan di depan Masjid Raya Darussalam Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda Kota, Rabu (2/10/2024). (Foto: HO- Dokumentasi Pribadi/Seputarfakta.com)
Samarinda – Proyek pengembangan Teras Samarinda tahap II menunjukkan progres signifikan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teras Samarinda tahap II, Ilhamsyah mengungkapkan progresnya sudah sekitar 78,79 persen.
Ia pun turut menjelaskan bahwa saat ini fokus utama pekerjaan berada pada perluasan dermaga. Di mana perluasan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di dermaga.
"Pekerjaan perluasan dermaga meliputi area sayap kanan dengan ukuran 30x20 meter dan sayap kiri dengan ukuran 19,5x23,5 meter," beber Ilham, Rabu (2/10/2024).
Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda ini mencakup dua pekerjaan utama, yakni penurapan dan perluasan area dermaga yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan di kawasan tersebut.
Saat ditanya mengenai target penyelesaian proyek, Ilham menyebutkan bahwa proyek Teras Samarinda tahap II kemungkinan besar tidak akan selesai pada tahun ini. Hal itu disebabkan oleh adanya beberapa penambahan dan perubahan desain yang perlu disesuaikan nantinya.
Untuk pengerjaan penurapan akan dikerjakan oleh bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR, sementara pihaknya hanya fokus pada pengembangan dermaga.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Samarinda, Andriyani, menjelaskan bahwa perluasan dermaga ini memakan anggaran sekitar Rp15,6 miliar.
Perlu diketahui, pembangunan Teras Samarinda tahap II berbeda dengan tahap I yang mencakup pembuatan bangunan khusus seperti amphitheater, menggunakan material impor dan sempat mengalami penambahan waktu pengerjaan akibat beberapa kendala teknis. Sementara pada tahap II ini tidak ada bangunan serupa yang dibangun.
"Untuk tahap II, sebenarnya anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp50 miliar. Namun, karena keterbatasan anggaran yang tersedia tahun ini, kami hanya bisa melaksanakan pekerjaan dengan alokasi yang ada. Desainnya pun masih belum final, jadi kami belum bisa memastikan kapan semua pekerjaan akan selesai," ujar Andriyani saat memberikan keterangan belum lama ini.
Jika mengacu pada target dari pemerintah kota, maka seharusnya pembangunan Teras Samarinda tahap II ini rampung pada Desember akhir tahun ini.
(Sf/Rs)