Seputar Kaltim

    Terancam Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Paser Siagakan Tim Reaksi Cepat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2026 pukul 20:12 WITA

    Ilustrasi kebakaran hutan (Foto: Freepik)

    Tana Paser - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mulai menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna bersiap menghadapi ancaman kemarau panjang.

    Kepala BPBD Paser, Ruslan menjelaskan pihaknya telah menyiagakan TRC guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat el nino yang diperkirakan terjadi mulai April hingga puncaknya Agustus 2026.

    "Sudah ada TRC yang kami bentuk guna mengantisipasi ancaman dampak kekeringan di Kabupaten Paser," tegas Ruslan, Rabu (7/4/2026).

    Ancaman kekeringan yang melanda di Paser juga diperkirakan akan mengakibatkan efek domino terhadap sektor lain seperti pertanian, kesehatan, infrastruktur pangan hingga ketersediaan air.

    Salah satu ancaman yang dinilai marak terjadi pada momen seperti itu yaitu Kebakaran Hutan (Karhutla).

    Guna mengantisipasi seluruh ancaman pada musim kemarau pihaknya akan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

    "Kami sudah menghadap ke Sekda. Pertemuan akan dijadwalkan dalam waktu dekat," tambahnya.

    Tanda musim kemarau memang sudah dirasakan sejak awal April ini. Bahkan suhu panas di Paser saat ini mencapai 32 hingga 36 derajat.

    Selain menyiagakan TRC, pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga usaha atau beberapa pihak perusahaan guna mengantisipasi segala macam ancaman.

    Hal itu dilakukan mengingat wilayah Kabupaten Paser didominasi oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pertambangan  batu bara.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Terancam Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Paser Siagakan Tim Reaksi Cepat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2026 pukul 20:12 WITA

    Ilustrasi kebakaran hutan (Foto: Freepik)

    Tana Paser - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mulai menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna bersiap menghadapi ancaman kemarau panjang.

    Kepala BPBD Paser, Ruslan menjelaskan pihaknya telah menyiagakan TRC guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat el nino yang diperkirakan terjadi mulai April hingga puncaknya Agustus 2026.

    "Sudah ada TRC yang kami bentuk guna mengantisipasi ancaman dampak kekeringan di Kabupaten Paser," tegas Ruslan, Rabu (7/4/2026).

    Ancaman kekeringan yang melanda di Paser juga diperkirakan akan mengakibatkan efek domino terhadap sektor lain seperti pertanian, kesehatan, infrastruktur pangan hingga ketersediaan air.

    Salah satu ancaman yang dinilai marak terjadi pada momen seperti itu yaitu Kebakaran Hutan (Karhutla).

    Guna mengantisipasi seluruh ancaman pada musim kemarau pihaknya akan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

    "Kami sudah menghadap ke Sekda. Pertemuan akan dijadwalkan dalam waktu dekat," tambahnya.

    Tanda musim kemarau memang sudah dirasakan sejak awal April ini. Bahkan suhu panas di Paser saat ini mencapai 32 hingga 36 derajat.

    Selain menyiagakan TRC, pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga usaha atau beberapa pihak perusahaan guna mengantisipasi segala macam ancaman.

    Hal itu dilakukan mengingat wilayah Kabupaten Paser didominasi oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pertambangan  batu bara.

    (Sf/Rs)