Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Kondisi lampu penerangan Tepian Kalimarau, Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kawasan Tepian Kalimarau yang biasanya menjadi tempat bersantai warga kini menuai keluhan. Lampu penerangan di tepian dekat Bandara Kalimarau, Berau dilaporkan mati sejak beberapa bulan terakhir, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung.
Pasalnya, Tepian Kalimarau sebelumnya telah rampung direvitalisasi pada tahun 2025 dengan tujuan mempercantik kawasan dan menjadikannya ruang hiburan malam bagi masyarakat.
Salah satu warga Rinding, Fandi, mengungkapkan kekhawatirannya dimana kini kondisi lampu yang padam membuat suasana menjadi remang-remang dan dinilai mengurangi kenyamanan warga.
"Sudah beberapa bulan ini lampu penerangan di Tepian Kalimarau mati. Banyak orang yang datang ingin menikmati suasana malam di pinggir sungai, tapi karena kondisinya sekarang tidak memungkinkan jadi orang yang datang berkurang," ujar Fandi.
Ia pun menyampaikan bahwa, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dikhawatirkan menjadi tempat berkumpulnya oknum-oknum yang melakukan kegiatan negatif.
"Lampunya tidak ada yang nyala, padahal ini tempat orang bersantai sendiri ataupun bersama keluarga kalau malam. khawatir juga karena tempatnya remang nanti malah ada oknum yang menggunakan untuk hal negatif," tandas Fandi.
Masyarakat berharap instansi terkait segera mengambil tindakan agar Tepian Kalimarau kembali aman dan nyaman dikunjungi. Kawasan ini dianggap penting sebagai ruang publik bagi warga untuk berkumpul dan menikmati malam bersama keluarga di tepi sungai.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Kondisi lampu penerangan Tepian Kalimarau, Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kawasan Tepian Kalimarau yang biasanya menjadi tempat bersantai warga kini menuai keluhan. Lampu penerangan di tepian dekat Bandara Kalimarau, Berau dilaporkan mati sejak beberapa bulan terakhir, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung.
Pasalnya, Tepian Kalimarau sebelumnya telah rampung direvitalisasi pada tahun 2025 dengan tujuan mempercantik kawasan dan menjadikannya ruang hiburan malam bagi masyarakat.
Salah satu warga Rinding, Fandi, mengungkapkan kekhawatirannya dimana kini kondisi lampu yang padam membuat suasana menjadi remang-remang dan dinilai mengurangi kenyamanan warga.
"Sudah beberapa bulan ini lampu penerangan di Tepian Kalimarau mati. Banyak orang yang datang ingin menikmati suasana malam di pinggir sungai, tapi karena kondisinya sekarang tidak memungkinkan jadi orang yang datang berkurang," ujar Fandi.
Ia pun menyampaikan bahwa, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dikhawatirkan menjadi tempat berkumpulnya oknum-oknum yang melakukan kegiatan negatif.
"Lampunya tidak ada yang nyala, padahal ini tempat orang bersantai sendiri ataupun bersama keluarga kalau malam. khawatir juga karena tempatnya remang nanti malah ada oknum yang menggunakan untuk hal negatif," tandas Fandi.
Masyarakat berharap instansi terkait segera mengambil tindakan agar Tepian Kalimarau kembali aman dan nyaman dikunjungi. Kawasan ini dianggap penting sebagai ruang publik bagi warga untuk berkumpul dan menikmati malam bersama keluarga di tepi sungai.
(Sf/Rs)