Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses pembuatan kain tenun di sentra tenun Sukan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Sentra Tenun Berau yang berlokasi di Kampung Sukan, Kecamatan Sambaliung, kini bersiap menjadi pusat produksi kain tenun unggulan daerah.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, Eva Yunita, menyampaikan bahwa pembangunan fisik sentra tenun telah rampung, dan saat ini hanya menunggu proses pembenahan kecil sebelum digunakan secara penuh.
"Sentra tenun kita sudah selesai pembangunannya, tinggal pembenahan-pembenahan kecil saja di Sukan. Tempat produksi, ruang galeri, dan tempat pelatihannya sudah ada semua," ujar Eva, Selasa (21/10/2025).
Ia pun mengatakan bahwa seiring dengan rampungnya pembangunan, para perajin tenun di Kampung Sukan kini mulai aktif berproduksi. Sementara itu, permintaan terhadap produk tenun lokal pun terus meningkat signifikan.
"Alhamdulillah, teman-teman perajin di Sukan sekarang sudah banyak pesanan. Ada dari BPD, perusahaan, hingga instansi lain yang memesan kain untuk seragam kerja mereka. Ini menunjukkan prospek yang sangat bagus," tuturnya.
Dirinya pun menyebut dukungan terhadap pengembangan industri tenun juga datang dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau, yang meninjau langsung aktivitas para perajin di lokasi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mendorong agar produksi tenun lokal ini dapat menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif yang ada di Berau.
"Yang penting sekarang adalah menjaga semangat teman-teman pengrajin agar terus berproduksi. Karena usaha ini sangat menjanjikan dan berpotensi menjadi salah satu unggulan industri kreatif Berau," ungkapnya.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan, kedepan pihaknya akan mengusulkan penyempurnaan fasilitas tambahan, seperti penataan halaman dan lingkungan sekitar, melalui APBD Murni Berau tahun 2026.
"Kalau memungkinkan, nanti akan kami usulkan di APBD untuk membenahi halamannya agar lebih representatif," katanya.
Eva pun optimis dengan semakin berkembangnya sentra tenun sukan, maka Berau dapat menempatkan produk tenunnya sejajar dengan daerah lain di Indonesia, bahkan berpeluang menebus menembus pasar nasional hingga internasional.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses pembuatan kain tenun di sentra tenun Sukan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Sentra Tenun Berau yang berlokasi di Kampung Sukan, Kecamatan Sambaliung, kini bersiap menjadi pusat produksi kain tenun unggulan daerah.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, Eva Yunita, menyampaikan bahwa pembangunan fisik sentra tenun telah rampung, dan saat ini hanya menunggu proses pembenahan kecil sebelum digunakan secara penuh.
"Sentra tenun kita sudah selesai pembangunannya, tinggal pembenahan-pembenahan kecil saja di Sukan. Tempat produksi, ruang galeri, dan tempat pelatihannya sudah ada semua," ujar Eva, Selasa (21/10/2025).
Ia pun mengatakan bahwa seiring dengan rampungnya pembangunan, para perajin tenun di Kampung Sukan kini mulai aktif berproduksi. Sementara itu, permintaan terhadap produk tenun lokal pun terus meningkat signifikan.
"Alhamdulillah, teman-teman perajin di Sukan sekarang sudah banyak pesanan. Ada dari BPD, perusahaan, hingga instansi lain yang memesan kain untuk seragam kerja mereka. Ini menunjukkan prospek yang sangat bagus," tuturnya.
Dirinya pun menyebut dukungan terhadap pengembangan industri tenun juga datang dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau, yang meninjau langsung aktivitas para perajin di lokasi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mendorong agar produksi tenun lokal ini dapat menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif yang ada di Berau.
"Yang penting sekarang adalah menjaga semangat teman-teman pengrajin agar terus berproduksi. Karena usaha ini sangat menjanjikan dan berpotensi menjadi salah satu unggulan industri kreatif Berau," ungkapnya.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan, kedepan pihaknya akan mengusulkan penyempurnaan fasilitas tambahan, seperti penataan halaman dan lingkungan sekitar, melalui APBD Murni Berau tahun 2026.
"Kalau memungkinkan, nanti akan kami usulkan di APBD untuk membenahi halamannya agar lebih representatif," katanya.
Eva pun optimis dengan semakin berkembangnya sentra tenun sukan, maka Berau dapat menempatkan produk tenunnya sejajar dengan daerah lain di Indonesia, bahkan berpeluang menebus menembus pasar nasional hingga internasional.
(Sf/Rs)