Seputar Kaltim

    Telaga Batu Arang Mau Dikelola Desa Swarga Bara, Aspek Keselamatan Jadi Sorotan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    17 September 2026 pukul 12:39 WITA

    Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Rencana hibah Telaga Batu Arang kepada Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) belum terealisasi. Aspek keselamatan masih menjadi salah satu hal yang dikaji sebelum kawasan tersebut diserahkan untuk dikelola desa.

    Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti, mengatakan pemerintah desa pada dasarnya sudah siap apabila Telaga Batu Arang dihibahkan dan selanjutnya dikelola desa.

    Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak perusahaan, kajian masih dilakukan, terutama untuk memastikan aspek keselamatan apabila bekas lahan tambang tersebut dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

    “Telaga Batu Arang itu kalau kami pada dasarnya desa sudah sangat siap menerima seandainya itu dihibahkan kepada kami,” ujar Rulliyanti.

    Ia menjelaskan, kondisi Telaga Batu Arang menjadi perhatian karena merupakan bekas kolam tambang. Menurutnya, aspek keselamatan perlu dipastikan sebelum kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi wisata.

    “Kalau dilihat dari mau dijadikan tempat wisata pun, kita harus melihat titik keselamatan. Itu danau bukan danau cetek, maksudnya danau dalam, itu kan bekas lahan tambang, bekas kolam tambang dan sebagainya,” katanya.

    Rulliyanti menyebut, hal tersebut menjadi pertimbangan sebelum Telaga Batu Arang diserahkan kepada pemerintah desa. Sebab, jika nantinya dikelola desa dan dibuka sebagai tempat wisata, aspek keselamatannya harus sudah dipastikan.

    “Yang saya tahu dari teman-teman perusahaan, titik beratnya adalah ketika itu dihibahkan ke desa, dikelola oleh pemerintah desa, sudah cukup aman kah terkait keselamatannya jika itu dijadikan tempat wisata dan lain sebagainya,” jelasnya.

    Kajian mengenai keselamatan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat proses hibah Telaga Batu Arang hingga kini belum terealisasi.

    Meski demikian, Rulliyanti mengatakan Pemerintah Desa Swarga Bara tetap mendukung rencana hibah tersebut. Jika nantinya dapat terealisasi, desa siap mengembangkan Telaga Batu Arang sebagai aset yang dapat dikelola.

    “Kalau kami dari pemerintah desa Swarga Bara sangat mendukung kalau seandainya itu bisa dihibahkan dan dikelola oleh kami. Kenapa tidak, berarti bisa menjadi salah satu PAD yang dikembangkan, bisa menjadi salah satu aset desa yang dikembangkan, yang bisa menjadi daya tarik,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Telaga Batu Arang Mau Dikelola Desa Swarga Bara, Aspek Keselamatan Jadi Sorotan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    17 September 2026 pukul 12:39 WITA

    Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Rencana hibah Telaga Batu Arang kepada Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) belum terealisasi. Aspek keselamatan masih menjadi salah satu hal yang dikaji sebelum kawasan tersebut diserahkan untuk dikelola desa.

    Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti, mengatakan pemerintah desa pada dasarnya sudah siap apabila Telaga Batu Arang dihibahkan dan selanjutnya dikelola desa.

    Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak perusahaan, kajian masih dilakukan, terutama untuk memastikan aspek keselamatan apabila bekas lahan tambang tersebut dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

    “Telaga Batu Arang itu kalau kami pada dasarnya desa sudah sangat siap menerima seandainya itu dihibahkan kepada kami,” ujar Rulliyanti.

    Ia menjelaskan, kondisi Telaga Batu Arang menjadi perhatian karena merupakan bekas kolam tambang. Menurutnya, aspek keselamatan perlu dipastikan sebelum kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi wisata.

    “Kalau dilihat dari mau dijadikan tempat wisata pun, kita harus melihat titik keselamatan. Itu danau bukan danau cetek, maksudnya danau dalam, itu kan bekas lahan tambang, bekas kolam tambang dan sebagainya,” katanya.

    Rulliyanti menyebut, hal tersebut menjadi pertimbangan sebelum Telaga Batu Arang diserahkan kepada pemerintah desa. Sebab, jika nantinya dikelola desa dan dibuka sebagai tempat wisata, aspek keselamatannya harus sudah dipastikan.

    “Yang saya tahu dari teman-teman perusahaan, titik beratnya adalah ketika itu dihibahkan ke desa, dikelola oleh pemerintah desa, sudah cukup aman kah terkait keselamatannya jika itu dijadikan tempat wisata dan lain sebagainya,” jelasnya.

    Kajian mengenai keselamatan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat proses hibah Telaga Batu Arang hingga kini belum terealisasi.

    Meski demikian, Rulliyanti mengatakan Pemerintah Desa Swarga Bara tetap mendukung rencana hibah tersebut. Jika nantinya dapat terealisasi, desa siap mengembangkan Telaga Batu Arang sebagai aset yang dapat dikelola.

    “Kalau kami dari pemerintah desa Swarga Bara sangat mendukung kalau seandainya itu bisa dihibahkan dan dikelola oleh kami. Kenapa tidak, berarti bisa menjadi salah satu PAD yang dikembangkan, bisa menjadi salah satu aset desa yang dikembangkan, yang bisa menjadi daya tarik,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)