Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, memberikan catatan terhadap program pendidikan gratis hingga S3 yang diusung oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih, Rudy Mas'ud-Seno Aji.
Dalam hal ini, program yang dinamakan GRATISPOL ini memang menarik perhatian publik, namun menurutnya perlu perencanaan matang agar efektif dan berkelanjutan.
"Program GRATISPOL ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kaltim. Namun, kami perlu mengkaji lebih dalam terkait perhitungan anggaran dan implementasinya," ujar Darlis saat ditemui di gedung DPRD Kaltim, Selasa (2/1/2025).
Darlis menilai, program pendidikan gratis ini memang lebih adil dibandingkan dengan sistem beasiswa yang seringkali memiliki persyaratan yang cukup ketat. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah perlu memperhitungkan secara cermat besaran anggaran yang dibutuhkan.
"Anggaran yang dialokasikan untuk program ini tentu tidak sedikit. Pemerintah harus memastikan bahwa anggaran tersebut tidak mengorbankan sektor pembangunan lainnya yang juga penting bagi masyarakat," tegasnya.
Selain anggaran, Darlis juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dalam pelaksanaan program ini. "Bagaimana mekanisme pendaftarannya, kriteria penerima manfaat, serta pengawasan terhadap penggunaan dana harus diatur dengan jelas agar program ini tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan," tambahnya.
Lebih lanjut, Darlis menekankan bahwa pembangunan di Kaltim tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan. Sektor kesehatan, infrastruktur, ekonomi, dan sosial juga perlu mendapat perhatian yang sama.
"Program pendidikan gratis ini harus berjalan seiring dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Jangan sampai program ini justru menghambat pembangunan di sektor lain," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, memberikan catatan terhadap program pendidikan gratis hingga S3 yang diusung oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih, Rudy Mas'ud-Seno Aji.
Dalam hal ini, program yang dinamakan GRATISPOL ini memang menarik perhatian publik, namun menurutnya perlu perencanaan matang agar efektif dan berkelanjutan.
"Program GRATISPOL ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kaltim. Namun, kami perlu mengkaji lebih dalam terkait perhitungan anggaran dan implementasinya," ujar Darlis saat ditemui di gedung DPRD Kaltim, Selasa (2/1/2025).
Darlis menilai, program pendidikan gratis ini memang lebih adil dibandingkan dengan sistem beasiswa yang seringkali memiliki persyaratan yang cukup ketat. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah perlu memperhitungkan secara cermat besaran anggaran yang dibutuhkan.
"Anggaran yang dialokasikan untuk program ini tentu tidak sedikit. Pemerintah harus memastikan bahwa anggaran tersebut tidak mengorbankan sektor pembangunan lainnya yang juga penting bagi masyarakat," tegasnya.
Selain anggaran, Darlis juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dalam pelaksanaan program ini. "Bagaimana mekanisme pendaftarannya, kriteria penerima manfaat, serta pengawasan terhadap penggunaan dana harus diatur dengan jelas agar program ini tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan," tambahnya.
Lebih lanjut, Darlis menekankan bahwa pembangunan di Kaltim tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan. Sektor kesehatan, infrastruktur, ekonomi, dan sosial juga perlu mendapat perhatian yang sama.
"Program pendidikan gratis ini harus berjalan seiring dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Jangan sampai program ini justru menghambat pembangunan di sektor lain," pungkasnya.
(Sf/Rs)