Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekda Berau, M Said. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, M. Said, memberikan tanggapan terkait sorotan publik terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan bermain TikTok, bahkan melakukan siaran langsung (live) di Media Sosial lainnya, saat jam kerja. Fenomena ini pun dianggap mengganggu profesionalitas dan dapat mencoreng etika pegawai pemerintah.
Sekda Berau, M Said menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya dapat mencoreng citra pemerintah, tetapi juga dapat menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat, terutama di era sekarang ketika publik semakin kritis memantau kinerja aparatur. Ia pun mengingatkan seluruh ASN maupun tenaga kerja di lingkungan pemerintah khususnya Kabupaten Berau untuk dapat menjaga profesionalisme, tanggungjawab dan etika selama bertugas.
"Secara langsung mungkin tidak merugikan orang lain, tapi dari sisi etika tentu itu tidak baik. Kami berharap siapa pun yang masih bermain TikTok atau live saat jam kerja, apalagi mengenakan pakaian dinas, agar segera tidak melakukan ini lagi," tegas Said.
Oleh karena itu, ia pun mengingatkan agar bahwa ASN memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga disiplin serta fokus pada pelayanan kepada masyarakat.
"ASN memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang jelas. Ketika jam kerja, fokus utama harus pada pelayanan dan pekerjaan," katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi pemerintah daerah. Karena itu, setiap aktivitas pegawai, baik di kantor maupun di ruang digital, harus selalu mencerminkan integritas.
"Kita ini kan tergantung dari persepsi masyarakat. Masyarakat semakin kritis saat ini, sehingga peluang-peluang kesalahpahaman itu pasti ada. Jadi mari kita jaga sama-sama citra pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Said juga menyampaikan apresiasi kepada pegawai yang tetap disiplin dan menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Ia menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, bukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
"Mari kita bersama-sama jaga etika dalam bekerja dan hindari hal-hal yang bisa menimbulkan persepsi negatif," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekda Berau, M Said. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, M. Said, memberikan tanggapan terkait sorotan publik terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan bermain TikTok, bahkan melakukan siaran langsung (live) di Media Sosial lainnya, saat jam kerja. Fenomena ini pun dianggap mengganggu profesionalitas dan dapat mencoreng etika pegawai pemerintah.
Sekda Berau, M Said menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya dapat mencoreng citra pemerintah, tetapi juga dapat menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat, terutama di era sekarang ketika publik semakin kritis memantau kinerja aparatur. Ia pun mengingatkan seluruh ASN maupun tenaga kerja di lingkungan pemerintah khususnya Kabupaten Berau untuk dapat menjaga profesionalisme, tanggungjawab dan etika selama bertugas.
"Secara langsung mungkin tidak merugikan orang lain, tapi dari sisi etika tentu itu tidak baik. Kami berharap siapa pun yang masih bermain TikTok atau live saat jam kerja, apalagi mengenakan pakaian dinas, agar segera tidak melakukan ini lagi," tegas Said.
Oleh karena itu, ia pun mengingatkan agar bahwa ASN memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga disiplin serta fokus pada pelayanan kepada masyarakat.
"ASN memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang jelas. Ketika jam kerja, fokus utama harus pada pelayanan dan pekerjaan," katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi pemerintah daerah. Karena itu, setiap aktivitas pegawai, baik di kantor maupun di ruang digital, harus selalu mencerminkan integritas.
"Kita ini kan tergantung dari persepsi masyarakat. Masyarakat semakin kritis saat ini, sehingga peluang-peluang kesalahpahaman itu pasti ada. Jadi mari kita jaga sama-sama citra pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Said juga menyampaikan apresiasi kepada pegawai yang tetap disiplin dan menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Ia menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, bukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
"Mari kita bersama-sama jaga etika dalam bekerja dan hindari hal-hal yang bisa menimbulkan persepsi negatif," tandasnya.
(Sf/Rs)