Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati PPU, Mudyat Noor saat meninjau langsung pelaksanaan GPM di Kelurahan Maridan (Dok: Humassetkabppu)
Penajam – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan 28 ton beras dengan harga terjangkau melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) di Maridan, Petung, Babulu dan Sesulu, Sabtu (30/8/2025).
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat karena dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari.
Beras yang dijual kepada masyarakat adalah merek SPHP dengan harga Rp60 ribu untuk kemasan lima Kg.
Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan pelaksanaan GPM ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah (pemda) dalam menjaga stabilitas harga pangan serta menekan laju inflasi di daerah.
Mengingat angka inflasi di PPU menjadi yang tertinggi se-Kaltim, menyentuh 3,24 persen pada Juli 2025.
“GPM ini digelar secara serentak bersama seluruh daerah di Indonesia. Untuk di PPU sendiri, kita laksanakan di empat titik,” ujarnya.
Tidak hanya beras, Pemkab PPU turut menyalurkan bahan pokok lainnya seperti minyak goreng satu ton, gula pasir 400 Kg serta telur 400 rak.
“Terpantau sejak mulai pagi tadi hingga siang ini, masyarakat ramai mendatangi lokasi pasar murah. Ini menunjukkan kebutuhan pangan memang menjadi perhatian utama kita bersama. Semoga program ini dapat meringankan beban masyarakat,” tambah Mudyat Noor.
Pemda berkomitmen akan terus melaksanakan GPM guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati PPU, Mudyat Noor saat meninjau langsung pelaksanaan GPM di Kelurahan Maridan (Dok: Humassetkabppu)
Penajam – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan 28 ton beras dengan harga terjangkau melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) di Maridan, Petung, Babulu dan Sesulu, Sabtu (30/8/2025).
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat karena dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari.
Beras yang dijual kepada masyarakat adalah merek SPHP dengan harga Rp60 ribu untuk kemasan lima Kg.
Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan pelaksanaan GPM ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah (pemda) dalam menjaga stabilitas harga pangan serta menekan laju inflasi di daerah.
Mengingat angka inflasi di PPU menjadi yang tertinggi se-Kaltim, menyentuh 3,24 persen pada Juli 2025.
“GPM ini digelar secara serentak bersama seluruh daerah di Indonesia. Untuk di PPU sendiri, kita laksanakan di empat titik,” ujarnya.
Tidak hanya beras, Pemkab PPU turut menyalurkan bahan pokok lainnya seperti minyak goreng satu ton, gula pasir 400 Kg serta telur 400 rak.
“Terpantau sejak mulai pagi tadi hingga siang ini, masyarakat ramai mendatangi lokasi pasar murah. Ini menunjukkan kebutuhan pangan memang menjadi perhatian utama kita bersama. Semoga program ini dapat meringankan beban masyarakat,” tambah Mudyat Noor.
Pemda berkomitmen akan terus melaksanakan GPM guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
(Sf/Lo)