Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat pemetaan produksi dan pasokan pangan sebagai langkah menjaga harga tetap terkendali, sekaligus menekan inflasi daerah.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Hadi Saputro, mengatakan pemerintah perlu mengetahui secara pasti produksi, rencana tanam, rencana panen hingga kebutuhan setiap komoditas.
"Karena kebutuhan pangan pokok ada yang bergerak naik dan turun, kita perlu tahu stok kita berapa," kata Hadi, belum lama ini.
Data produksi dari petani akan dicocokkan dengan kebutuhan pangan harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. Pemerintah juga mendorong hasil produksi lokal tercatat agar ketersediaan komoditas bisa dipantau.
Pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan harga komoditas dengan memperhitungkan biaya produksi, keuntungan petani dan ongkos transportasi.
"Kita harapkan harga tetap menguntungkan petani, tetapi tidak memberatkan konsumen," ujarnya.
Untuk komoditas yang produksinya belum mencukupi, seperti kentang, bawang merah, bawang putih dan tomat, pemerintah menyiapkan alternatif pasokan melalui kerja sama antardaerah.
Pemkab PPU telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karo, Pemerintah Kota Balikpapan dan asosiasi pedagang.
Pemkab juga mengidentifikasi pedagang dan distributor berserta sumber pasokannya. Langkah ini diarahkan untuk menekan biaya distribusi dengan menggabungkan pengangkutan jika memungkinkan.
"Kita mau supaya efisiensi transportasi itu digabung jadi satu untuk mendapatkan harga yang paling baik dan mengurangi biaya," kata Hadi.
Penguatan pasokan juga diarahkan ke sektor pertanian dan perikanan darat untuk menjaga ketersediaan pangan lokal, terutama saat hasil perikanan tangkap dipengaruhi kondisi musim.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat pemetaan produksi dan pasokan pangan sebagai langkah menjaga harga tetap terkendali, sekaligus menekan inflasi daerah.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Hadi Saputro, mengatakan pemerintah perlu mengetahui secara pasti produksi, rencana tanam, rencana panen hingga kebutuhan setiap komoditas.
"Karena kebutuhan pangan pokok ada yang bergerak naik dan turun, kita perlu tahu stok kita berapa," kata Hadi, belum lama ini.
Data produksi dari petani akan dicocokkan dengan kebutuhan pangan harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. Pemerintah juga mendorong hasil produksi lokal tercatat agar ketersediaan komoditas bisa dipantau.
Pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan harga komoditas dengan memperhitungkan biaya produksi, keuntungan petani dan ongkos transportasi.
"Kita harapkan harga tetap menguntungkan petani, tetapi tidak memberatkan konsumen," ujarnya.
Untuk komoditas yang produksinya belum mencukupi, seperti kentang, bawang merah, bawang putih dan tomat, pemerintah menyiapkan alternatif pasokan melalui kerja sama antardaerah.
Pemkab PPU telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karo, Pemerintah Kota Balikpapan dan asosiasi pedagang.
Pemkab juga mengidentifikasi pedagang dan distributor berserta sumber pasokannya. Langkah ini diarahkan untuk menekan biaya distribusi dengan menggabungkan pengangkutan jika memungkinkan.
"Kita mau supaya efisiensi transportasi itu digabung jadi satu untuk mendapatkan harga yang paling baik dan mengurangi biaya," kata Hadi.
Penguatan pasokan juga diarahkan ke sektor pertanian dan perikanan darat untuk menjaga ketersediaan pangan lokal, terutama saat hasil perikanan tangkap dipengaruhi kondisi musim.
(Sf/Lo)