Seputar Kaltim

    Target Investasi PPU Rp3,3 Triliun, Proyek Baja Rp38 Triliun jadi Peluang

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    30 Agustus 2026 pukul 19:40 WITA

    Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Rencana investasi PT Tanggamus Steel Power senilai sekitar Rp38 triliun di Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU), didorong masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). 

    Proyek ini bukan hanya pembangunan pengolahan besi, tetapi kawasan industri terintegrasi yang menggabungkan pertambangan, pembangkit listrik, pelabuhan dan fasilitas green iron making.

    Proyek tersebut menjadi salah satu peluang PPU mengejar target investasi daerah tahun ini sebesar Rp3,3 triliun. Nilai investasi Tanggamus bahkan berkali-kali lipat dari target tersebut.

    Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah, mengatakan pemerintah daerah telah memberikan rekomendasi kepada perusahaan untuk proses pengusulan PSN. 

    Rekomendasi itu ditujukan langsung kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang juga ditembuskan kepada Kementerian Perindustrian dan ATR/BPN.

    "Kemarin itu kami ada revisi rekomendasi supaya langsung ditujukan ke Bappenas, dan tembusan ke beberapa kementerian seperti Perindustrian," kata Amrullah, belum lama ini. 

    Rencana Tanggamus mencakup pembangunan kawasan industri terintegrasi, fasilitas pertambangan, pelabuhan dan infrastruktur pendukung, pembangkit listrik berkapasitas 240 MW, oxygen plant, serta fasilitas pengolahan besi ramah lingkungan atau green iron making. Tahap pengolahannya mencakup material handling, pelletizing hingga smelting. 

    Status proyek tersebut masih dalam tahap persiapan. Pembangunan belum berjalan dan proses Amdal juga belum dimulai karena perusahaan masih menunggu proses pengusulan PSN.

    "Belum berproses ini karena menunggu masuk PSN," ujarnya.

    Buluminung sendiri menjadi kawasan yang ditawarkan Pemkab PPU untuk pengembangan industri. Jika proyek tersebut terealisasi, kebutuhan tenaga kerja juga menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

    Komposisinya diarahkan 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen tenaga teknis atau tenaga terampil dari pihak perusahaan.

    "Kami meminta tenaga kerja 80 persen untuk tenaga lokal di sini, 20 persen untuk mereka yang mungkin memerlukan tenaga teknis dan tenaga terampil," kata Amrullah.

    Menurut dia, investasi sebesar itu akan memberi ruang bagi penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi baru di PPU.

    Dukungan daerah akan diberikan sesuai kewenangan, sementara proses yang berkaitan dengan status PSN menjadi ranah pemerintah pusat.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Target Investasi PPU Rp3,3 Triliun, Proyek Baja Rp38 Triliun jadi Peluang

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    30 Agustus 2026 pukul 19:40 WITA

    Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Rencana investasi PT Tanggamus Steel Power senilai sekitar Rp38 triliun di Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU), didorong masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). 

    Proyek ini bukan hanya pembangunan pengolahan besi, tetapi kawasan industri terintegrasi yang menggabungkan pertambangan, pembangkit listrik, pelabuhan dan fasilitas green iron making.

    Proyek tersebut menjadi salah satu peluang PPU mengejar target investasi daerah tahun ini sebesar Rp3,3 triliun. Nilai investasi Tanggamus bahkan berkali-kali lipat dari target tersebut.

    Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah, mengatakan pemerintah daerah telah memberikan rekomendasi kepada perusahaan untuk proses pengusulan PSN. 

    Rekomendasi itu ditujukan langsung kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang juga ditembuskan kepada Kementerian Perindustrian dan ATR/BPN.

    "Kemarin itu kami ada revisi rekomendasi supaya langsung ditujukan ke Bappenas, dan tembusan ke beberapa kementerian seperti Perindustrian," kata Amrullah, belum lama ini. 

    Rencana Tanggamus mencakup pembangunan kawasan industri terintegrasi, fasilitas pertambangan, pelabuhan dan infrastruktur pendukung, pembangkit listrik berkapasitas 240 MW, oxygen plant, serta fasilitas pengolahan besi ramah lingkungan atau green iron making. Tahap pengolahannya mencakup material handling, pelletizing hingga smelting. 

    Status proyek tersebut masih dalam tahap persiapan. Pembangunan belum berjalan dan proses Amdal juga belum dimulai karena perusahaan masih menunggu proses pengusulan PSN.

    "Belum berproses ini karena menunggu masuk PSN," ujarnya.

    Buluminung sendiri menjadi kawasan yang ditawarkan Pemkab PPU untuk pengembangan industri. Jika proyek tersebut terealisasi, kebutuhan tenaga kerja juga menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

    Komposisinya diarahkan 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen tenaga teknis atau tenaga terampil dari pihak perusahaan.

    "Kami meminta tenaga kerja 80 persen untuk tenaga lokal di sini, 20 persen untuk mereka yang mungkin memerlukan tenaga teknis dan tenaga terampil," kata Amrullah.

    Menurut dia, investasi sebesar itu akan memberi ruang bagi penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi baru di PPU.

    Dukungan daerah akan diberikan sesuai kewenangan, sementara proses yang berkaitan dengan status PSN menjadi ranah pemerintah pusat.

    (Sf/Rs)