Cari disini...
Seputar Kaltim
Latihan atlet skateboard Paser. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Tim skateboard Kabupaten Paser membidik target minimal dua hingga tiga medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim.Target tersebut diusung sebagai bentuk pembuktian kemampuan anak-anak muda Paser yang akan bertanding di rumah sendiri.
Guna merealisasikan target emas, tim Paser dipastikan turun dengan kekuatan penuh. Sang pelatih, Rizky Anas menyiapkan sebanyak delapan atlet terbaiknya untuk bersaing di arena pertandingan.
Rizky Anas memyebut, proses pemusatan latihan yang dilakukan selama sebulan penuh kini telah mencapai 90 persen. Latihan nyaris setiap hari dilakukan guna memantapkan persiapan tim secara keseluruhan.
"Kita terus memantapkan persiapan atlet dari berbagai aspek," kata Rizky, Rabu (21/10/2026).
Rizky berharap, dengan penguasaan alat yang makin matang, target minimal dua medali emas dapat diamankan oleh timnya.
Demi menyapu bersih medali, tim Paser siap turun di empat nomor pertandingan. Nomor-nomor yang diincar meliputi Open Street, Beginner Street, Game of Skate hingga Best Trick.
Tantangan yang harus dihadapi untuk merealisasikan target tersebut salah satunya adaptasi terhadap fasilitas baru. Menurut Rizky, memiliki skatepark sendiri untuk latihan intensif merupakan sebuah kemewahan baru yang luar biasa bagi para atlet Paser.
Sebelum memiliki skatepark sendiri, para atlet biasa menimba ilmu dengan berlatih di jalanan kota dan taman-taman publik. Hal ini membuat proses adaptasi dengan arena baru menjadi tantangan tersendiri jelang hari pertandingan.
Rizky menambahkan, faktor jam terbang menjadi alasan para atlet masih harus beradaptasi dengan skatepark tersebut. Meski demikian, penyesuaian dari kebiasaan berlatih di pinggir jalan terus menunjukkan perkembangan positif.
"Tantangan atlet kita saat ini ada pada jam terbang atlet dan adaptasi terhadap fasilitas yang baru," ucapnya.
Selain pemantapan fisik dan teknik seperti ollie atau kickflip, ujian mental bertanding juga menjadi menu wajib latihan. Langkah itu diambil untuk menyiapkan mental para atlet dari atmosfer santai menuju persaingan kompetisi sesungguhnya.
Terkait persaingan merebut emas, Rizky mencatat atlet-atlet asal Samarinda dan Balikpapan sebagai kandidat kuat pesaing berat yang patut diwaspadai. Meskipun demikian, berbekal latihan rutin dan dukungan publik sendiri, tim Paser tetap optimistis mencapai target medali tersebut.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Latihan atlet skateboard Paser. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Tim skateboard Kabupaten Paser membidik target minimal dua hingga tiga medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim.Target tersebut diusung sebagai bentuk pembuktian kemampuan anak-anak muda Paser yang akan bertanding di rumah sendiri.
Guna merealisasikan target emas, tim Paser dipastikan turun dengan kekuatan penuh. Sang pelatih, Rizky Anas menyiapkan sebanyak delapan atlet terbaiknya untuk bersaing di arena pertandingan.
Rizky Anas memyebut, proses pemusatan latihan yang dilakukan selama sebulan penuh kini telah mencapai 90 persen. Latihan nyaris setiap hari dilakukan guna memantapkan persiapan tim secara keseluruhan.
"Kita terus memantapkan persiapan atlet dari berbagai aspek," kata Rizky, Rabu (21/10/2026).
Rizky berharap, dengan penguasaan alat yang makin matang, target minimal dua medali emas dapat diamankan oleh timnya.
Demi menyapu bersih medali, tim Paser siap turun di empat nomor pertandingan. Nomor-nomor yang diincar meliputi Open Street, Beginner Street, Game of Skate hingga Best Trick.
Tantangan yang harus dihadapi untuk merealisasikan target tersebut salah satunya adaptasi terhadap fasilitas baru. Menurut Rizky, memiliki skatepark sendiri untuk latihan intensif merupakan sebuah kemewahan baru yang luar biasa bagi para atlet Paser.
Sebelum memiliki skatepark sendiri, para atlet biasa menimba ilmu dengan berlatih di jalanan kota dan taman-taman publik. Hal ini membuat proses adaptasi dengan arena baru menjadi tantangan tersendiri jelang hari pertandingan.
Rizky menambahkan, faktor jam terbang menjadi alasan para atlet masih harus beradaptasi dengan skatepark tersebut. Meski demikian, penyesuaian dari kebiasaan berlatih di pinggir jalan terus menunjukkan perkembangan positif.
"Tantangan atlet kita saat ini ada pada jam terbang atlet dan adaptasi terhadap fasilitas yang baru," ucapnya.
Selain pemantapan fisik dan teknik seperti ollie atau kickflip, ujian mental bertanding juga menjadi menu wajib latihan. Langkah itu diambil untuk menyiapkan mental para atlet dari atmosfer santai menuju persaingan kompetisi sesungguhnya.
Terkait persaingan merebut emas, Rizky mencatat atlet-atlet asal Samarinda dan Balikpapan sebagai kandidat kuat pesaing berat yang patut diwaspadai. Meskipun demikian, berbekal latihan rutin dan dukungan publik sendiri, tim Paser tetap optimistis mencapai target medali tersebut.
(Sf/Rs)