Cari disini...
Seputar Kaltim
BPBD Kaltim bentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (4/7/2024).
Kegiatan ini melibatkan Forum Pengurangan Resiko Bencana Provinsi Kaltim, BPBD Kukar, Basarnas, Damkar, Akademisi, Tni, Polri, serta Organisasi Kemasyarakatan dan perusahaan.
"Tujuan pembentukan FPRB ini untuk meningkatkan koordinasi antar instansi dan melibatkan masyarakat dalam mitigasi bencana," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltim, Agus Tianur.
Agus menyebutkan BPBD Kaltim telah membentuk dua FPRB, yakni di Kutai Timur (Sangatta) dan dan Kutai Kartanegara (Kukar).
Menurutnya, Kukar merupakan wilayah strategis dan terluas yang berada di Provinsi Kaltim. Kemudian Kukar juga berbatasan langsung dengan Kota Samarinda dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Jadi dengan alasan inilah kenapa kami membentuk FPRB. Perusahaan-perusahaan juga ada satgas bencana yang memiliki pengalaman sertifikasinya sudah internasional. Potensi ini bisa kita manfaatkan untuk memperkuat program penanganan atau pengurangan risiko bencana di Kukar," ungkapnya.
Kata dia, ada beberapa potensi bahaya yang dapat terjadi, seperti banjir, cuaca ekstrim, wabah penyakit, gempa bumi, kebakaran hutan, kekeringan dan tanah lonsor.
"Kalau dilihat secara geografis, Kaltim ini daerah yang rawan terhadap beberapa jenis potensi bencana itu," ucap Agus.
Ia berharap pembentukan FPRB ini dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antara instansi serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya penanggulangan bencana.
"Saya harap pembentukan FPRB ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran maupun gagasan terkait kajian potensi bencana di daerah," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

BPBD Kaltim bentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (4/7/2024).
Kegiatan ini melibatkan Forum Pengurangan Resiko Bencana Provinsi Kaltim, BPBD Kukar, Basarnas, Damkar, Akademisi, Tni, Polri, serta Organisasi Kemasyarakatan dan perusahaan.
"Tujuan pembentukan FPRB ini untuk meningkatkan koordinasi antar instansi dan melibatkan masyarakat dalam mitigasi bencana," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltim, Agus Tianur.
Agus menyebutkan BPBD Kaltim telah membentuk dua FPRB, yakni di Kutai Timur (Sangatta) dan dan Kutai Kartanegara (Kukar).
Menurutnya, Kukar merupakan wilayah strategis dan terluas yang berada di Provinsi Kaltim. Kemudian Kukar juga berbatasan langsung dengan Kota Samarinda dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Jadi dengan alasan inilah kenapa kami membentuk FPRB. Perusahaan-perusahaan juga ada satgas bencana yang memiliki pengalaman sertifikasinya sudah internasional. Potensi ini bisa kita manfaatkan untuk memperkuat program penanganan atau pengurangan risiko bencana di Kukar," ungkapnya.
Kata dia, ada beberapa potensi bahaya yang dapat terjadi, seperti banjir, cuaca ekstrim, wabah penyakit, gempa bumi, kebakaran hutan, kekeringan dan tanah lonsor.
"Kalau dilihat secara geografis, Kaltim ini daerah yang rawan terhadap beberapa jenis potensi bencana itu," ucap Agus.
Ia berharap pembentukan FPRB ini dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antara instansi serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya penanggulangan bencana.
"Saya harap pembentukan FPRB ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran maupun gagasan terkait kajian potensi bencana di daerah," pungkasnya.
(Sf/By)