Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi tanggul resapan di lahan yang diduga galian C Kanaan, yang jebol setelah hujan deras. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Tanggul resapan di lahan yang diduga galian C ilegal di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang.
Jebolnya tanggul resapan ini diduga karena setelah beberapa hari lalu Kota Bontang diguyur hujan terus menerus.
Berdasarkan keterangan warga sekitar yang namanya enggan disebutkan, tanggul tersebut jebol sejak satu minggu lalu. Ini menyebabkan air hujan beserta pasir yang diduga hasil galian C mangalir ke arah rumah warga.
“Sudah semingguan ini jebolnya, gara-gara waktu itu hujan terus kan, mungkin tidak kuat nahan air jadi meresap ke bawah,” lanjutnya.
Ia mengatakan aktivitas yang diklaim pemilik sebagai pematangan lahan itu telah berlangsung sejak 2024 lalu.
“Saya tidak ingat bulan berapa, tapi kalau diperhatikan bahwa pohon-pohon kecil yang ada di lahan galian ini sudah cukup tinggi, mungkin lebih dari empat bulan,” lanjutnya.
Ia berharap pemilik lahan tidak membiarkan hal tersebut karena dikhawatirkan semakin parah, khususnya saat musim hujan.
“Kalau dibiarkan ini resapannya makin parah kena rumah warga,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi tanggul resapan di lahan yang diduga galian C Kanaan, yang jebol setelah hujan deras. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Tanggul resapan di lahan yang diduga galian C ilegal di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang.
Jebolnya tanggul resapan ini diduga karena setelah beberapa hari lalu Kota Bontang diguyur hujan terus menerus.
Berdasarkan keterangan warga sekitar yang namanya enggan disebutkan, tanggul tersebut jebol sejak satu minggu lalu. Ini menyebabkan air hujan beserta pasir yang diduga hasil galian C mangalir ke arah rumah warga.
“Sudah semingguan ini jebolnya, gara-gara waktu itu hujan terus kan, mungkin tidak kuat nahan air jadi meresap ke bawah,” lanjutnya.
Ia mengatakan aktivitas yang diklaim pemilik sebagai pematangan lahan itu telah berlangsung sejak 2024 lalu.
“Saya tidak ingat bulan berapa, tapi kalau diperhatikan bahwa pohon-pohon kecil yang ada di lahan galian ini sudah cukup tinggi, mungkin lebih dari empat bulan,” lanjutnya.
Ia berharap pemilik lahan tidak membiarkan hal tersebut karena dikhawatirkan semakin parah, khususnya saat musim hujan.
“Kalau dibiarkan ini resapannya makin parah kena rumah warga,” tandasnya.
(Sf/By)