Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (Foto: Tria/Seputarfakta.com).
Samarinda – Belakangan ini ramai di media sosial yang memvideokan sebuah transportasi beton segar (ready mix) yang sisa gilingannya tumpah ke jalan. Peristiwa itu terjadi di Jalan Pelita 8, Kecamatan Sambutan, Rabu (25/8/2024) lalu.
Banyak masyarakat yang menyayangkan peristiwa itu terjadi. Masayarakat meminta langkah tegas dari pemerintah terhadap para pemilik truk tersebut, karena akibatnya tidak hanya pada kerusakan jalan tapi juga berpotensi jadi penyebab kecelakaan.
Menanggapi hal itu, Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy dalam waktu dekat ini akan memanggil pihak yang terkait dengan hal itu, dalam hal ini seperti pemilik kendaraan dan proyek. Tak hanya soal ready mix, tapi juga beberapa material bangunan lainnya yang kerap tercecer di jalan seperti pasir dan batu koral.
Selain bisa menimbulkan debu dan menjadi polusi udara, ia pun menilai tumpahan-tumpahan itu bisa membahayakan para pengguna jalan. Apalagi tidak hanya di satu titik saja, ia membeberkan terdapat di beberapa jalan lain seperti di area gunung manggah, dan Kelurahan Bukit Pinang.
“Kita akan tertibkan nanti beberapa pengusaha yang menyebabkan tumpahan disejumlah gunung. Kalian bisa lihat tumpahan-tumpahan kan. Itu mengganggu dan bahaya,” kata Marnabas, Minggu (1/9/2024).
Ia menyebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang kerap membersihkan tumpahan-tumpahan itu. Padahal itu bukan merupakan tugasnya. Untuk itu, ia akan mencari jalan keluar terkait dengan permasalahn yang cukup menyita perhatian warga belakangan ini.
“Kita akan cari jalan keluarnya nanti bersama dengan pihak terkait, karena kasihan juga DLH kalau membersihkan terus, dan ini juga tidak bisa dibiarkan terus-menerus,” ungkapnya.
Kemudian lain daripada itu, pihaknya juga akan melakukan penelusuran terkait dengan limbah dari pencucian kendaraan. Sebab limbah itu jika terus dibiarkan akan menjadi sedimentasi yang bisa jadi penyebab banjir. Sementara pemerintah sendiri tengah mati-matian mengupayakan penanggulangan banjir.
“Memang terlihat sepele, dan jarang diperhatikan, tapi itu juga bisa jadi penyebab banjir, kita akan telusuri saluran pembuangannya nanti,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (Foto: Tria/Seputarfakta.com).
Samarinda – Belakangan ini ramai di media sosial yang memvideokan sebuah transportasi beton segar (ready mix) yang sisa gilingannya tumpah ke jalan. Peristiwa itu terjadi di Jalan Pelita 8, Kecamatan Sambutan, Rabu (25/8/2024) lalu.
Banyak masyarakat yang menyayangkan peristiwa itu terjadi. Masayarakat meminta langkah tegas dari pemerintah terhadap para pemilik truk tersebut, karena akibatnya tidak hanya pada kerusakan jalan tapi juga berpotensi jadi penyebab kecelakaan.
Menanggapi hal itu, Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy dalam waktu dekat ini akan memanggil pihak yang terkait dengan hal itu, dalam hal ini seperti pemilik kendaraan dan proyek. Tak hanya soal ready mix, tapi juga beberapa material bangunan lainnya yang kerap tercecer di jalan seperti pasir dan batu koral.
Selain bisa menimbulkan debu dan menjadi polusi udara, ia pun menilai tumpahan-tumpahan itu bisa membahayakan para pengguna jalan. Apalagi tidak hanya di satu titik saja, ia membeberkan terdapat di beberapa jalan lain seperti di area gunung manggah, dan Kelurahan Bukit Pinang.
“Kita akan tertibkan nanti beberapa pengusaha yang menyebabkan tumpahan disejumlah gunung. Kalian bisa lihat tumpahan-tumpahan kan. Itu mengganggu dan bahaya,” kata Marnabas, Minggu (1/9/2024).
Ia menyebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang kerap membersihkan tumpahan-tumpahan itu. Padahal itu bukan merupakan tugasnya. Untuk itu, ia akan mencari jalan keluar terkait dengan permasalahn yang cukup menyita perhatian warga belakangan ini.
“Kita akan cari jalan keluarnya nanti bersama dengan pihak terkait, karena kasihan juga DLH kalau membersihkan terus, dan ini juga tidak bisa dibiarkan terus-menerus,” ungkapnya.
Kemudian lain daripada itu, pihaknya juga akan melakukan penelusuran terkait dengan limbah dari pencucian kendaraan. Sebab limbah itu jika terus dibiarkan akan menjadi sedimentasi yang bisa jadi penyebab banjir. Sementara pemerintah sendiri tengah mati-matian mengupayakan penanggulangan banjir.
“Memang terlihat sepele, dan jarang diperhatikan, tapi itu juga bisa jadi penyebab banjir, kita akan telusuri saluran pembuangannya nanti,” pungkasnya.
(Sf/Rs)