Seputar Kaltim

    Tangani Pekerja Terlantar, Pemkot Balikpapan Bangun Rumah Singgah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    21 Januari 2025 pukul 17:50 WITA

    Kepala Dinas Soaial (Dinsos) Kota Balikpapan, Edi Gunawan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan mencatat sekitar 100 orang terlantar akibat berbagai kasus penipuan perekrutan dan eksploitasi pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.

    Banyak dari mereka dijanjikan pekerjaan dan biaya, tapi justru terdampar tanpa dukungan setelah tiba di Balikpapan.

    Kepala Dinsos Balikpapan, Edi Gunawan mengatakan penanganan pekerja terlantar ini melibatkan banyak pihak, mulai Kementerian Sosial (Kemensos), masyarakat, CSR hingga organisasi seperti Paguyuban masyarakat yang turut membantu memulangkan mereka ke daerah asal.

    "Selain dana dari Kemensos, kami juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan untuk membantu memulangkan mereka. Dana yang diperlukan untuk menangani kasus ini sulit dihitung karena banyak yang terlibat," ucap Edi, Selasa (21/1/2025). 

    Dinsos Balikpapan kini tengah mempersiapkan fasilitas penampungan eksekutif yang sudah dapat digunakan untuk menampung pekerja terlantar dengan kapasitas sekitar 20 orang. “Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan tempat sementara bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.

    Ia mengaku sebagian besar pekerja terlantar yang ditangani berasal dari Pulau Jawa, meski ada juga yang datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan daerah lain. 

    Dinsos Balikpapan pun mengandalkan bantuan dari berbagai pihak untuk memastikan para pekerja terlantar ini mendapat perlindungan hingga dapat dipulangkan ke tempat asal mereka.

    “Selain fasilitas penampungan, Dinsos Balikpapan juga sedang membangun rumah singgah untuk mendukung pemulihan pekerja terlantar,” imbuhnya.

    Rumah Singgah yang terletak di Jalan Milono, kawasan Gunung Pasir sedang dalam tahap perbaikan agar dapat memenuhi standar fasilitas bagi pekerja terlantar, seperti tempat tidur, lemari dan ruang pendampingan.

    “Anggaran untuk perbaikan rumah singgah ini sekitar Rp200 juta. Selain untuk perbaikan, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk membangun rumah singgah baru agar Balikpapan memiliki cukup fasilitas untuk menampung pekerja terlantar,” imbuh Edi.

    Edi berharap rumah singgah yang baru dapat segera dibangun pada akhir tahun ini. Sebab sangat penting rumah singgah untuk memberikan perlindungan sementara bagi pekerja terlantar, terutama Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Negara (IKN) menjadi tujuan urbanisasi.

    “Rumah singgah ini sangat penting untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada mereka. Ini adalah bagian dari usaha untuk memanusiakan manusia, memberi mereka tempat berteduh dan berlindung sembari menunggu dipulangkan atau dicarikan pekerjaan," tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Tangani Pekerja Terlantar, Pemkot Balikpapan Bangun Rumah Singgah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    21 Januari 2025 pukul 17:50 WITA

    Kepala Dinas Soaial (Dinsos) Kota Balikpapan, Edi Gunawan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan mencatat sekitar 100 orang terlantar akibat berbagai kasus penipuan perekrutan dan eksploitasi pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.

    Banyak dari mereka dijanjikan pekerjaan dan biaya, tapi justru terdampar tanpa dukungan setelah tiba di Balikpapan.

    Kepala Dinsos Balikpapan, Edi Gunawan mengatakan penanganan pekerja terlantar ini melibatkan banyak pihak, mulai Kementerian Sosial (Kemensos), masyarakat, CSR hingga organisasi seperti Paguyuban masyarakat yang turut membantu memulangkan mereka ke daerah asal.

    "Selain dana dari Kemensos, kami juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan untuk membantu memulangkan mereka. Dana yang diperlukan untuk menangani kasus ini sulit dihitung karena banyak yang terlibat," ucap Edi, Selasa (21/1/2025). 

    Dinsos Balikpapan kini tengah mempersiapkan fasilitas penampungan eksekutif yang sudah dapat digunakan untuk menampung pekerja terlantar dengan kapasitas sekitar 20 orang. “Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan tempat sementara bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.

    Ia mengaku sebagian besar pekerja terlantar yang ditangani berasal dari Pulau Jawa, meski ada juga yang datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan daerah lain. 

    Dinsos Balikpapan pun mengandalkan bantuan dari berbagai pihak untuk memastikan para pekerja terlantar ini mendapat perlindungan hingga dapat dipulangkan ke tempat asal mereka.

    “Selain fasilitas penampungan, Dinsos Balikpapan juga sedang membangun rumah singgah untuk mendukung pemulihan pekerja terlantar,” imbuhnya.

    Rumah Singgah yang terletak di Jalan Milono, kawasan Gunung Pasir sedang dalam tahap perbaikan agar dapat memenuhi standar fasilitas bagi pekerja terlantar, seperti tempat tidur, lemari dan ruang pendampingan.

    “Anggaran untuk perbaikan rumah singgah ini sekitar Rp200 juta. Selain untuk perbaikan, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk membangun rumah singgah baru agar Balikpapan memiliki cukup fasilitas untuk menampung pekerja terlantar,” imbuh Edi.

    Edi berharap rumah singgah yang baru dapat segera dibangun pada akhir tahun ini. Sebab sangat penting rumah singgah untuk memberikan perlindungan sementara bagi pekerja terlantar, terutama Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Negara (IKN) menjadi tujuan urbanisasi.

    “Rumah singgah ini sangat penting untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada mereka. Ini adalah bagian dari usaha untuk memanusiakan manusia, memberi mereka tempat berteduh dan berlindung sembari menunggu dipulangkan atau dicarikan pekerjaan," tandasnya.

    (Sf/By)