Seputar Kaltim

    Tangani Genangan Jalan Tjutjup Suparna Balikpapan, Saluran Sekunder Dikebut

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo sebut target penyelesaian proyek ini dijadwalkan pada akhir Desember 2025. Minta konsultan menghitung volume beton, hari kerja, dan jumlah tenaga kerja. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo bersama sejumlah pejabat terkait, meninjau progres pengerjaan saluran drainase sekunder di kawasan Balikpapan Baru, Rabu (24/9/2025).

    Proyek ini merupakan bagian dari sistem drainase yang mengalirkan air dari daerah aliran Sungai Ampal. Saluran sekunder tersebut akan menampung aliran air dari kawasan Global dan proyek WIKA, kemudian bermuara di Bendali Kantil.

    "Saluran ini penting untuk mengurangi genangan, khususnya di Jalan Tjutjup Suparna, Balikpapan Baru. Meski saat ini genangan air bisa surut dalam satu jam, kami harapkan setelah proyek ini rampung, genangan tidak terjadi lagi," ucap Bagus saat ditemui di lokasi.

    Target penyelesaian proyek ini dijadwalkan pada akhir Desember 2025. Bagus juga memastikan bahwa persoalan lahan sudah ditangani dengan baik.

    Menurutnya, proyek tersebut melewati lahan perumahan Hastai, namun sudah ada kesepakatan sebelumnya terkait penggunaan lahan seluas lima meter untuk saluran.

    "Pemkot bersama unsur proyek, camat, dan pihak terkait telah meninjau langsung lokasi untuk memastikan tidak ada kendala dengan pemilik lahan atau masalah sosial lainnya," jelasnya.

    Selain itu, akses jalan logistik dan pengerjaan proyek juga dipermudah oleh warga sekitar. Untuk urusan batas tanah dan dimensi saluran, akan dibantu oleh camat, lurah, dan RT setempat agar kontraktor bisa fokus menyelesaikan pekerjaan.

    Terkait target waktu yang tersisa sekitar tiga bulan, Bagus menyebut proyek masih memungkinkan diselesaikan tepat waktu.

    "Kami sudah minta konsultan menghitung volume beton, hari kerja, dan jumlah tenaga kerja. Jika waktu tidak cukup, bisa ditambah pekerja. Jika tenaga kerja sudah maksimal, maka diperlukan kerja lembur," pungkasnya.

    Pengawas Konsultan, Kartiwin mengaku optimis bahwa pekerjaan ini akan selesai sebelum kontrak habis. Untuk panjang drainase ini sekitar 260 cm.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tangani Genangan Jalan Tjutjup Suparna Balikpapan, Saluran Sekunder Dikebut

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo sebut target penyelesaian proyek ini dijadwalkan pada akhir Desember 2025. Minta konsultan menghitung volume beton, hari kerja, dan jumlah tenaga kerja. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo bersama sejumlah pejabat terkait, meninjau progres pengerjaan saluran drainase sekunder di kawasan Balikpapan Baru, Rabu (24/9/2025).

    Proyek ini merupakan bagian dari sistem drainase yang mengalirkan air dari daerah aliran Sungai Ampal. Saluran sekunder tersebut akan menampung aliran air dari kawasan Global dan proyek WIKA, kemudian bermuara di Bendali Kantil.

    "Saluran ini penting untuk mengurangi genangan, khususnya di Jalan Tjutjup Suparna, Balikpapan Baru. Meski saat ini genangan air bisa surut dalam satu jam, kami harapkan setelah proyek ini rampung, genangan tidak terjadi lagi," ucap Bagus saat ditemui di lokasi.

    Target penyelesaian proyek ini dijadwalkan pada akhir Desember 2025. Bagus juga memastikan bahwa persoalan lahan sudah ditangani dengan baik.

    Menurutnya, proyek tersebut melewati lahan perumahan Hastai, namun sudah ada kesepakatan sebelumnya terkait penggunaan lahan seluas lima meter untuk saluran.

    "Pemkot bersama unsur proyek, camat, dan pihak terkait telah meninjau langsung lokasi untuk memastikan tidak ada kendala dengan pemilik lahan atau masalah sosial lainnya," jelasnya.

    Selain itu, akses jalan logistik dan pengerjaan proyek juga dipermudah oleh warga sekitar. Untuk urusan batas tanah dan dimensi saluran, akan dibantu oleh camat, lurah, dan RT setempat agar kontraktor bisa fokus menyelesaikan pekerjaan.

    Terkait target waktu yang tersisa sekitar tiga bulan, Bagus menyebut proyek masih memungkinkan diselesaikan tepat waktu.

    "Kami sudah minta konsultan menghitung volume beton, hari kerja, dan jumlah tenaga kerja. Jika waktu tidak cukup, bisa ditambah pekerja. Jika tenaga kerja sudah maksimal, maka diperlukan kerja lembur," pungkasnya.

    Pengawas Konsultan, Kartiwin mengaku optimis bahwa pekerjaan ini akan selesai sebelum kontrak habis. Untuk panjang drainase ini sekitar 260 cm.

    (Sf/Rs)