Tangani Banjir di Guntung, Pemkot Bontang Berencana Tutup 5 Pintu Air

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    10 April 2025 12:06 WIB

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Kelurahan Guntung, Kota Bontang menjadi salah satu wilayah langganan banjir setiap tahun, hususnya di Jalan Tari Jepen RT 04 dan 11.

    Permasalahan banjir di kawasan tersebut terbilang cukup kompleks, karena merupakan daerah cekungan dan selalu menerima banjir kiriman dari Kutai Timur (Kutim). 

    Banjir diperparah saat terjadi banjir rob setiap kali air laut pasang dan menyebabkan surut lebih lama, belum lagi sistem drainase yang tidak memadai.

    Terkait ini, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan salah satu solusi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang adalah menutup sejumlah pintu air untuk menahan banjir kiriman.

    “Ada lima pintu air, langkah pendeknya mungkin itu dulu kita tutup,” ujarnya saat diwawancarai via telepon, Kamis (10/4/2025).

    Selain itu, Pemkot Bontang juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov Kaimantan Timur (Kaltim) untuk memecah aliran air dari sungai Teluk Pandan yang masuk ke wilayah Bontang.

    “Jadi aliran sungai dari Teluk Pandan harus dipecah sebelum masuk ke Kampung Sidrap dalam,” katanya.

    Aliran tersebut harus dibagi ke Sungai Merah dan Sungai Guntung agar volume air yang masuk ke Guntung tidak begitu besar.

    “Kalau dua hal itu tidak juga berhasil maka kita harus lakukan penyodetan di kawasan Kutim dan mengandalkan polder minimal dua di Bontang,” sambungnya.

    Pemkot Bontang juga telah merencanakan pembangunan polder di tiga daerah Kota Bontang, yakni di Kelurahan Tanjung Laut, Kanaan dan Telihan. Kini rencana tersebut sudah masuk tahap pembebasan lahan dan pembangunan akan dimulai pada 2026 mendatang.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Tangani Banjir di Guntung, Pemkot Bontang Berencana Tutup 5 Pintu Air

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    10 April 2025 12:06 WIB

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Kelurahan Guntung, Kota Bontang menjadi salah satu wilayah langganan banjir setiap tahun, hususnya di Jalan Tari Jepen RT 04 dan 11.

    Permasalahan banjir di kawasan tersebut terbilang cukup kompleks, karena merupakan daerah cekungan dan selalu menerima banjir kiriman dari Kutai Timur (Kutim). 

    Banjir diperparah saat terjadi banjir rob setiap kali air laut pasang dan menyebabkan surut lebih lama, belum lagi sistem drainase yang tidak memadai.

    Terkait ini, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan salah satu solusi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang adalah menutup sejumlah pintu air untuk menahan banjir kiriman.

    “Ada lima pintu air, langkah pendeknya mungkin itu dulu kita tutup,” ujarnya saat diwawancarai via telepon, Kamis (10/4/2025).

    Selain itu, Pemkot Bontang juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov Kaimantan Timur (Kaltim) untuk memecah aliran air dari sungai Teluk Pandan yang masuk ke wilayah Bontang.

    “Jadi aliran sungai dari Teluk Pandan harus dipecah sebelum masuk ke Kampung Sidrap dalam,” katanya.

    Aliran tersebut harus dibagi ke Sungai Merah dan Sungai Guntung agar volume air yang masuk ke Guntung tidak begitu besar.

    “Kalau dua hal itu tidak juga berhasil maka kita harus lakukan penyodetan di kawasan Kutim dan mengandalkan polder minimal dua di Bontang,” sambungnya.

    Pemkot Bontang juga telah merencanakan pembangunan polder di tiga daerah Kota Bontang, yakni di Kelurahan Tanjung Laut, Kanaan dan Telihan. Kini rencana tersebut sudah masuk tahap pembebasan lahan dan pembangunan akan dimulai pada 2026 mendatang.

    (Sf/Lo)