Tanaruai Gelar Pameran Seni Bertajuk "Serak Sorai" di Berau, Soroti Pergeseran Ruang Hidup

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    20 April 2026 02:36 WIB

    Pameran seni "Serak Sorai" bertempat di Atara Studio, Jalan Albina Gang Masyhuda II, Tanjung Redeb.

    Tanjung Redeb - Komunitas seni Tanaruai menggelar pameran perdana bertajuk "Serak Sorai" yang menyoroti pergeseran ruang hidup di tengah masyarakat. Pameran ini dibuka mulai pukul 15:00 - 22:00 WITA yang berlangsung selama 10 hari sejak 18-28 April 2026, bertempat di Atara Studio, Jalan Albina Gang Masyhuda II, Tanjung Redeb.

    Kegiatan ini menjadi langkah awal Tanaruai dalam menghidupkan ekosistem seni rupa di Kabupaten Berau. Melalui karya-karya yang ditampilkan, pameran ini menghadirkan beragam perspektif mengenai perubahan ruang yang kian terasa dalam kehidupan sehari-hari.

    Pimpinan Produksi Tanaruai, Seto Kumoro, menjelaskan bahwa pergeseran ruang, baik yang hilang, berubah fungsi, maupun yang tidak lagi dapat diakses yang mana tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memengaruhi pengalaman batin dan relasi sosial masyarakat.

    "Serak Sorai membuka ruang bagi suara-suara yang tidak selalu utuh, yang serak, yang lantang dan tertahan, di antara perubahan ruang dan ingatan yang terus bergerak. Kita diajak untuk mendengar kembali dan mempertanyakan proses kita di dalamnya," ujar Seto.

    Tak hanya itu, ia pun menyampaikan bahwa pameran ini juga menyoroti bagaimana pengalaman dapat terbentuk melalui cerita, citra, serta ingatan kolektif yang berkembang di lingkungan sekitar.

    "Pengetahuan tidak hanya berasal dari sistem formal, tetapi juga dari pengalaman hidup yang terus dijalani dan diwariskan," tambahnya.

    Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa Serak Sorai juga menjadi wadah pertemuan bagi seniman dan penikmat seni dari berbagai latar belakang. Sehingga dengan interaksi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat jejaring serta mendorong kolaborasi di masa mendatang.

    "Kami berharap dari pameran ini, para pencintanya bisa menikmati dan merespon karya dari kami. Di sisi lain, pameran ini membuka kemungkinan untuk melihat praktik sehari-hari sebagai bentuk pengetahuan," tuturnya.

    Seto menyebut dari keberagaman yang tercipta tersebut justru dapat menjadi kekuatan dalam membangun kesadaran publik untuk lebih peka terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya.

    "Pameran ini mengajak publik untuk mendengar kembali, memperhatikan hal-hal yang kerap terlewat, serta mempertanyakan posisi kita di tengah perubahan yang terus berlangsung," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Tanaruai Gelar Pameran Seni Bertajuk "Serak Sorai" di Berau, Soroti Pergeseran Ruang Hidup

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    20 April 2026 02:36 WIB

    Pameran seni "Serak Sorai" bertempat di Atara Studio, Jalan Albina Gang Masyhuda II, Tanjung Redeb.

    Tanjung Redeb - Komunitas seni Tanaruai menggelar pameran perdana bertajuk "Serak Sorai" yang menyoroti pergeseran ruang hidup di tengah masyarakat. Pameran ini dibuka mulai pukul 15:00 - 22:00 WITA yang berlangsung selama 10 hari sejak 18-28 April 2026, bertempat di Atara Studio, Jalan Albina Gang Masyhuda II, Tanjung Redeb.

    Kegiatan ini menjadi langkah awal Tanaruai dalam menghidupkan ekosistem seni rupa di Kabupaten Berau. Melalui karya-karya yang ditampilkan, pameran ini menghadirkan beragam perspektif mengenai perubahan ruang yang kian terasa dalam kehidupan sehari-hari.

    Pimpinan Produksi Tanaruai, Seto Kumoro, menjelaskan bahwa pergeseran ruang, baik yang hilang, berubah fungsi, maupun yang tidak lagi dapat diakses yang mana tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memengaruhi pengalaman batin dan relasi sosial masyarakat.

    "Serak Sorai membuka ruang bagi suara-suara yang tidak selalu utuh, yang serak, yang lantang dan tertahan, di antara perubahan ruang dan ingatan yang terus bergerak. Kita diajak untuk mendengar kembali dan mempertanyakan proses kita di dalamnya," ujar Seto.

    Tak hanya itu, ia pun menyampaikan bahwa pameran ini juga menyoroti bagaimana pengalaman dapat terbentuk melalui cerita, citra, serta ingatan kolektif yang berkembang di lingkungan sekitar.

    "Pengetahuan tidak hanya berasal dari sistem formal, tetapi juga dari pengalaman hidup yang terus dijalani dan diwariskan," tambahnya.

    Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa Serak Sorai juga menjadi wadah pertemuan bagi seniman dan penikmat seni dari berbagai latar belakang. Sehingga dengan interaksi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat jejaring serta mendorong kolaborasi di masa mendatang.

    "Kami berharap dari pameran ini, para pencintanya bisa menikmati dan merespon karya dari kami. Di sisi lain, pameran ini membuka kemungkinan untuk melihat praktik sehari-hari sebagai bentuk pengetahuan," tuturnya.

    Seto menyebut dari keberagaman yang tercipta tersebut justru dapat menjadi kekuatan dalam membangun kesadaran publik untuk lebih peka terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya.

    "Pameran ini mengajak publik untuk mendengar kembali, memperhatikan hal-hal yang kerap terlewat, serta mempertanyakan posisi kita di tengah perubahan yang terus berlangsung," tandasnya.

    (Sf/Lo)