Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Founder By.Yunra, Yusi Nudya (tengah) bersama model usai menampilkan koleksi “TUAQ BENEQ WEHEA” di opening KalaFest 2026, Samarinda. (Foto : Yusi Nudya)
Sangatta - Panggung opening KalaFest 2026 di Islamic Center Samarinda, Jumat (8/5/2026) malam, tak hanya dipenuhi nuansa modest fashion modern, tetapi juga sentuhan budaya lokal yang tampil elegan lewat koleksi terbaru By.Yunra.
Brand fashion lokal asal Kutai Timur (Kutim) itu menghadirkan koleksi bertajuk “TUAQ BENEQ WEHEA”, sebuah karya yang terinspirasi dari budaya Dayak Wehea Kutim dan dikemas dalam siluet modern yang wearable.
Permainan layering, detail etnik, hingga potongan busana bernuansa kontemporer menjadi ciri utama koleksi ini. Sentuhan wastra lokal yang dipadukan dengan desain modern membuat setiap look tampil kuat, namun tetap terasa ringan dan dekat dengan gaya generasi muda.
Dalam koleksi tersebut, By.Yunra juga menggandeng Batik Arit Lepo sebagai kolaborator wastra. Motif batik lokal diinterpretasikan menjadi tampilan modest fashion yang lebih fresh, clean, dan fleksibel digunakan untuk berbagai kesempatan.
Founder By.Yunra, Yusi Nudya, mengatakan koleksi “TUAQ BENEQ WEHEA” lahir dari keinginannya menghadirkan budaya lokal dalam pendekatan yang lebih relevan dengan dunia fashion masa kini.
“Aku ingin karya ini jadi pengingat kalau budaya kita itu berharga dan bisa dibawa ke mana saja, termasuk ke dunia fashion modern. Kita tidak harus meninggalkan identitas daerah untuk bisa berkembang dan tampil percaya diri,” ujar Nudya.
Menurutnya, budaya lokal justru menjadi identitas yang membuat sebuah karya memiliki karakter kuat di tengah tren fashion yang terus berkembang.
“Kadang kita merasa harus jadi seperti orang lain supaya dianggap keren, padahal ciri khas daerah kita sendiri justru itu yang membuat kita berbeda. Aku percaya ketika kita bangga dengan budaya sendiri, karya yang lahir juga akan punya cerita dan nilai yang lebih kuat,” katanya.
Penampilan By.Yunra menjadi salah satu sorotan dalam opening KalaFest 2026. Koleksi tersebut menunjukkan bagaimana wastra dan budaya daerah dapat tampil modern tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya yang dibawanya
Melalui koleksi “TUAQ BENEQ WEHEA”, By.Yunra ingin menunjukkan bahwa budaya daerah tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari tren fashion modern yang memiliki nilai dan cerita.
(Sf/RS)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Founder By.Yunra, Yusi Nudya (tengah) bersama model usai menampilkan koleksi “TUAQ BENEQ WEHEA” di opening KalaFest 2026, Samarinda. (Foto : Yusi Nudya)
Sangatta - Panggung opening KalaFest 2026 di Islamic Center Samarinda, Jumat (8/5/2026) malam, tak hanya dipenuhi nuansa modest fashion modern, tetapi juga sentuhan budaya lokal yang tampil elegan lewat koleksi terbaru By.Yunra.
Brand fashion lokal asal Kutai Timur (Kutim) itu menghadirkan koleksi bertajuk “TUAQ BENEQ WEHEA”, sebuah karya yang terinspirasi dari budaya Dayak Wehea Kutim dan dikemas dalam siluet modern yang wearable.
Permainan layering, detail etnik, hingga potongan busana bernuansa kontemporer menjadi ciri utama koleksi ini. Sentuhan wastra lokal yang dipadukan dengan desain modern membuat setiap look tampil kuat, namun tetap terasa ringan dan dekat dengan gaya generasi muda.
Dalam koleksi tersebut, By.Yunra juga menggandeng Batik Arit Lepo sebagai kolaborator wastra. Motif batik lokal diinterpretasikan menjadi tampilan modest fashion yang lebih fresh, clean, dan fleksibel digunakan untuk berbagai kesempatan.
Founder By.Yunra, Yusi Nudya, mengatakan koleksi “TUAQ BENEQ WEHEA” lahir dari keinginannya menghadirkan budaya lokal dalam pendekatan yang lebih relevan dengan dunia fashion masa kini.
“Aku ingin karya ini jadi pengingat kalau budaya kita itu berharga dan bisa dibawa ke mana saja, termasuk ke dunia fashion modern. Kita tidak harus meninggalkan identitas daerah untuk bisa berkembang dan tampil percaya diri,” ujar Nudya.
Menurutnya, budaya lokal justru menjadi identitas yang membuat sebuah karya memiliki karakter kuat di tengah tren fashion yang terus berkembang.
“Kadang kita merasa harus jadi seperti orang lain supaya dianggap keren, padahal ciri khas daerah kita sendiri justru itu yang membuat kita berbeda. Aku percaya ketika kita bangga dengan budaya sendiri, karya yang lahir juga akan punya cerita dan nilai yang lebih kuat,” katanya.
Penampilan By.Yunra menjadi salah satu sorotan dalam opening KalaFest 2026. Koleksi tersebut menunjukkan bagaimana wastra dan budaya daerah dapat tampil modern tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya yang dibawanya
Melalui koleksi “TUAQ BENEQ WEHEA”, By.Yunra ingin menunjukkan bahwa budaya daerah tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari tren fashion modern yang memiliki nilai dan cerita.
(Sf/RS)