Seputar Kaltim

    Tambah Akses BBM, Pemkab PPU Rancang SPBU Milik BUMD

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    05 September 2026 pukul 13:15 WITA

    SPBU KM 9 Nipah-Nipah, salah satu titik pengisian BBM di PPU. Pemkab berencana membangun SPBU pemerintah untuk memperluas akses BBM bagi masyarakat. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Jumlah itu dinilai belum cukup menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari titik pengisian BBM.

    ‎Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro, mengatakan persoalannya bukan pada pasokan. Kuota BBM yang diajukan pemerintah telah dihitung berdasarkan kebutuhan Kabupaten PPU.

    ‎Masalahnya berada pada akses. Jarak antar-SPBU yang jauh ditambah antrean membuat masyarakat di wilayah tertentu memilih membeli BBM eceran karena lebih mudah diperoleh.

    ‎"Persoalannya jarak antar-SPBU jauh, antreannya mengular," kata Hadi, belum lama ini.

    ‎Menurut Hadi, kondisi itu membuat akses terhadap BBM subsidi belum sepenuhnya mudah bagi masyarakat.

    ‎"Di PPU, jarak antarstasiun bahan bakar itu jauh. Karena butuh cepat, masyarakat tidak punya pilihan, akhirnya banyak membeli eceran. Padahal BBM bersubsidi harusnya bisa diakses," ujarnya.

    ‎Menjawab masalah di lapangan, Pemkab PPU menyiapkan opsi membangun SPBU sendiri melalui BUMD. 

    ‎Dikatakan Bupati PPU, Mudyat Noor, Jumat (4/9/2026), rencana tersebut disiapkan agar pemerintah punya ruang lebih besar dalam mengatur penyaluran BBM subsidi.

    ‎"Rencana mendirikan SPBU pemerintah sehingga BBM subsidi bisa kita kendalikan," kata Mudyat.

    ‎Bukan hanya soal titik pengisian, pemerintah juga ingin kuota BBM subsidi dapat ditentukan sesuai kebutuhan. Langkah itu diharapkan menekan praktik pengetapan yang belakangan terjadi.

    ‎Rencana awal pembangunan SPBU berada di kawasan Korpri. Mudyat menyebut lokasi tersebut memiliki akses jalan yang luas sehingga pembangunan tidak harus mengambil posisi di pinggir jalan utama.

    ‎Modalnya direncanakan berasal dari BUMD. Pemkab masih berkonsultasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk membahas pola bisnis dan kemungkinan kegiatan SPBU menjadi tambahan pemasukan bagi perusahaan daerah.

    ‎Mudyat mengatakan skema kerja sama dengan pihak ketiga belum menjadi pilihan awal. Jika pihak lain dilibatkan, proses kerja sama akan dibahas lebih lanjut.

    ‎Selain kendaraan angkutan, pemerintah ingin BBM subsidi juga bisa diakses sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Penyalurannya akan diarahkan agar penerima lebih terkoordinasi.

    ‎"Harapannya nanti juga bisa diakses untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, dan perikanan," pungkasnya.

    ‎(Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tambah Akses BBM, Pemkab PPU Rancang SPBU Milik BUMD

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    05 September 2026 pukul 13:15 WITA

    SPBU KM 9 Nipah-Nipah, salah satu titik pengisian BBM di PPU. Pemkab berencana membangun SPBU pemerintah untuk memperluas akses BBM bagi masyarakat. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Jumlah itu dinilai belum cukup menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari titik pengisian BBM.

    ‎Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro, mengatakan persoalannya bukan pada pasokan. Kuota BBM yang diajukan pemerintah telah dihitung berdasarkan kebutuhan Kabupaten PPU.

    ‎Masalahnya berada pada akses. Jarak antar-SPBU yang jauh ditambah antrean membuat masyarakat di wilayah tertentu memilih membeli BBM eceran karena lebih mudah diperoleh.

    ‎"Persoalannya jarak antar-SPBU jauh, antreannya mengular," kata Hadi, belum lama ini.

    ‎Menurut Hadi, kondisi itu membuat akses terhadap BBM subsidi belum sepenuhnya mudah bagi masyarakat.

    ‎"Di PPU, jarak antarstasiun bahan bakar itu jauh. Karena butuh cepat, masyarakat tidak punya pilihan, akhirnya banyak membeli eceran. Padahal BBM bersubsidi harusnya bisa diakses," ujarnya.

    ‎Menjawab masalah di lapangan, Pemkab PPU menyiapkan opsi membangun SPBU sendiri melalui BUMD. 

    ‎Dikatakan Bupati PPU, Mudyat Noor, Jumat (4/9/2026), rencana tersebut disiapkan agar pemerintah punya ruang lebih besar dalam mengatur penyaluran BBM subsidi.

    ‎"Rencana mendirikan SPBU pemerintah sehingga BBM subsidi bisa kita kendalikan," kata Mudyat.

    ‎Bukan hanya soal titik pengisian, pemerintah juga ingin kuota BBM subsidi dapat ditentukan sesuai kebutuhan. Langkah itu diharapkan menekan praktik pengetapan yang belakangan terjadi.

    ‎Rencana awal pembangunan SPBU berada di kawasan Korpri. Mudyat menyebut lokasi tersebut memiliki akses jalan yang luas sehingga pembangunan tidak harus mengambil posisi di pinggir jalan utama.

    ‎Modalnya direncanakan berasal dari BUMD. Pemkab masih berkonsultasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk membahas pola bisnis dan kemungkinan kegiatan SPBU menjadi tambahan pemasukan bagi perusahaan daerah.

    ‎Mudyat mengatakan skema kerja sama dengan pihak ketiga belum menjadi pilihan awal. Jika pihak lain dilibatkan, proses kerja sama akan dibahas lebih lanjut.

    ‎Selain kendaraan angkutan, pemerintah ingin BBM subsidi juga bisa diakses sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Penyalurannya akan diarahkan agar penerima lebih terkoordinasi.

    ‎"Harapannya nanti juga bisa diakses untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, dan perikanan," pungkasnya.

    ‎(Sf/Rs)