Seputar Kaltim

    Tak Terpengaruh Pemotongan Anggaran, Seno Aji Sebut Akses Mahakam Ulu Tetap Digeber Hingga Tuntas

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2025 pukul 20:30 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Kaltim)

    Samarinda – Di tengah bayang-bayang pemangkasan anggaran infrastruktur Kalimantan Timur yang cukup signifikan, ada harapan untuk pedalaman Benua Etam. 

    Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan komitmennya untuk tidak mengorbankan pembangunan akses darat vital di Mahakam Ulu (Mahulu), bahkan menjadikannya prioritas utama di tahun 2026.

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dengan tegas menyatakan bahwa meskipun anggaran Dinas PUPR-PERA provinsi diprediksi akan anjlok drastis hingga di bawah Rp1 triliun, jauh berbeda dari angka Rp2-4 triliun di tahun-tahun sebelumnya proyek jalan di Mahulu akan tetap jalan.

    "Akses Mahulu tetap diprioritaskan. Ini kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda," ujar Seno di Samarinda.

    Mahulu, sebagai salah satu daerah termuda dan terpencil di Kaltim, masih sangat bergantung pada akses sungai. 

    Pembangunan jalan darat yang layak adalah kunci untuk membuka isolasi, mendorong perekonomian lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. 

    Proyek ini bukan hanya tentang aspal, tetapi juga tentang konektivitas dan pemerataan pembangunan.

    Meskipun Kaltim harus melakukan hemat anggaran, Mahulu justru akan menerima suntikan dana, mulai dari Provinsi Kaltim sekitar Rp100 miliar, kemudian dari Kementerian PUPR dukungan tambahan sekitar Rp420 miliar.

    Dengan dukungan dana gabungan ini, Wagub Seno Aji optimis bahwa perbaikan dan peningkatan ruas jalan menuju ibu kota Mahulu, Ujoh Bilang, bisa dituntaskan pada akhir tahun 2026. 

    Seno menjelaskan bahwa proyek-proyek non-mendesak, seperti pengaspalan ulang jalan yang masih dalam kondisi baik atau 85 persen layak, akan ditunda. 

    Fokus akan dialihkan sepenuhnya ke perbaikan jalan rusak parah (di bawah 60 persen kualitas) dan, yang paling utama, penyelesaian akses di Mahulu.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tak Terpengaruh Pemotongan Anggaran, Seno Aji Sebut Akses Mahakam Ulu Tetap Digeber Hingga Tuntas

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2025 pukul 20:30 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Kaltim)

    Samarinda – Di tengah bayang-bayang pemangkasan anggaran infrastruktur Kalimantan Timur yang cukup signifikan, ada harapan untuk pedalaman Benua Etam. 

    Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan komitmennya untuk tidak mengorbankan pembangunan akses darat vital di Mahakam Ulu (Mahulu), bahkan menjadikannya prioritas utama di tahun 2026.

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dengan tegas menyatakan bahwa meskipun anggaran Dinas PUPR-PERA provinsi diprediksi akan anjlok drastis hingga di bawah Rp1 triliun, jauh berbeda dari angka Rp2-4 triliun di tahun-tahun sebelumnya proyek jalan di Mahulu akan tetap jalan.

    "Akses Mahulu tetap diprioritaskan. Ini kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda," ujar Seno di Samarinda.

    Mahulu, sebagai salah satu daerah termuda dan terpencil di Kaltim, masih sangat bergantung pada akses sungai. 

    Pembangunan jalan darat yang layak adalah kunci untuk membuka isolasi, mendorong perekonomian lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. 

    Proyek ini bukan hanya tentang aspal, tetapi juga tentang konektivitas dan pemerataan pembangunan.

    Meskipun Kaltim harus melakukan hemat anggaran, Mahulu justru akan menerima suntikan dana, mulai dari Provinsi Kaltim sekitar Rp100 miliar, kemudian dari Kementerian PUPR dukungan tambahan sekitar Rp420 miliar.

    Dengan dukungan dana gabungan ini, Wagub Seno Aji optimis bahwa perbaikan dan peningkatan ruas jalan menuju ibu kota Mahulu, Ujoh Bilang, bisa dituntaskan pada akhir tahun 2026. 

    Seno menjelaskan bahwa proyek-proyek non-mendesak, seperti pengaspalan ulang jalan yang masih dalam kondisi baik atau 85 persen layak, akan ditunda. 

    Fokus akan dialihkan sepenuhnya ke perbaikan jalan rusak parah (di bawah 60 persen kualitas) dan, yang paling utama, penyelesaian akses di Mahulu.

    (Sf/Rs)