Seputar Kaltim

    Tak Terima Ditegur Main Hp, Wanita 27 Tahun di Sepaku Bunuh Ayah Kandungnya Sendiri

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    02 Desember 2024 pukul 19:26 WITA

    Ilustrasi pembunuhan. (Dok: Bareskrim Polri)

    Penajam - Seorang wanita berinisial YT (27) tega membunuh AR (61), ayah kandungnya sendiri karena tidak terima ditegur keseringan main Handphone (HP).

    Peristiwa keji ini terjadi di kediaman pelaku dan korban yang bertempat di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku pada 28 November 2024 lalu.

    Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Dian Kusnawan mengatakan kronologi pembunuhan tersebut bermula saat korban sudah muak melihat tingkah laku anaknya yang sering bermain hp tanpa mengingat waktu, sehingga korban pun menegur agar berhenti bermain hp.

    Kala itu, pelaku sedang mengupas buah mangga di kamarnya dengan menggunakan pisau dapur.

    Perkataan yang dilontarkan sang ayah ternyata membuat pelaku naik pitam, sehingga tega menusuk ayahnya dengan sebilah pisau, tepat di bagian organ vital manusia sampai membuat sang ayah terkapar dan tewas di tempat.

    “Pelaku tidak terima ditegur dan langsung menusuk ayahnya di dada bagian kiri, tepat di jantung, sehingga menyebabkan korban langsung tewas,” ungkap AKP Dian.

    Dari keterangan beberapa saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mereka mengaku pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

    Pelaku kini telah diamankan aparat kepolisian dan dibawa ke rumah sakit jiwa di Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan.

    “Kami telah mengirim surat ke rumah sakit jiwa di Samarinda untuk mengecek kondisi kejiwaan pelaku,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Tak Terima Ditegur Main Hp, Wanita 27 Tahun di Sepaku Bunuh Ayah Kandungnya Sendiri

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    02 Desember 2024 pukul 19:26 WITA

    Ilustrasi pembunuhan. (Dok: Bareskrim Polri)

    Penajam - Seorang wanita berinisial YT (27) tega membunuh AR (61), ayah kandungnya sendiri karena tidak terima ditegur keseringan main Handphone (HP).

    Peristiwa keji ini terjadi di kediaman pelaku dan korban yang bertempat di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku pada 28 November 2024 lalu.

    Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Dian Kusnawan mengatakan kronologi pembunuhan tersebut bermula saat korban sudah muak melihat tingkah laku anaknya yang sering bermain hp tanpa mengingat waktu, sehingga korban pun menegur agar berhenti bermain hp.

    Kala itu, pelaku sedang mengupas buah mangga di kamarnya dengan menggunakan pisau dapur.

    Perkataan yang dilontarkan sang ayah ternyata membuat pelaku naik pitam, sehingga tega menusuk ayahnya dengan sebilah pisau, tepat di bagian organ vital manusia sampai membuat sang ayah terkapar dan tewas di tempat.

    “Pelaku tidak terima ditegur dan langsung menusuk ayahnya di dada bagian kiri, tepat di jantung, sehingga menyebabkan korban langsung tewas,” ungkap AKP Dian.

    Dari keterangan beberapa saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mereka mengaku pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

    Pelaku kini telah diamankan aparat kepolisian dan dibawa ke rumah sakit jiwa di Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan.

    “Kami telah mengirim surat ke rumah sakit jiwa di Samarinda untuk mengecek kondisi kejiwaan pelaku,” tandasnya.

    (Sf/By)